Mengetahui Lebih Dalam Tentang Cerpen

Mungkin  Anda pernah mendengar istilah bahwa membaca merupakan jendela dunia. Memang hal itu betul, karena semakin banyak kita membaca semakin banyak pula hal yang kita ketahui. Membaca bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang. Banyak hal yang bisa dibaca untuk menambah wawasan, mulai dari novel, majalah, buku pengetahuan, koran, cerita pendek dan basih banyak lagi.

Tapi yang akan dibahas disini bukan bukan tentang membaca, melainkan salah satu objek yang sering dibaca, yaitu cerpen. Apa sih cerpen itu? Mungkin pertanyaan ini yang terlintas dipikiran sebagian orang yang kurang paham tentangnya. So, untuk mengetahui apa itu cerpen, mari kita simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Cerpen

Cerpen (cerita pendek) adalah sebuah bentuk dari prosa naratif fiktif. Sesuai dengan namanya yaitu cerita pendek, cerpen lebih cenderung singkat, padat, serta langsung pada tujuan dari cerita tersebut dibandingkan dengan berbagai macam karya-karya fiksi lainnya yang lebih panjang, contohnya novel dan novella.

Pada umumnya, isi cerita pendek berpusat pada satu tokoh dan situasi tertentu dimana ada puncak masalah (klimaks) dan penyelesaiannya. Selain itu, di dalam cerita pendek atau cerpen terdapat kurang dari 10.000 kata saja, sehingga cenderung singkat dan padat.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Mungkin dengan penjelasan di atas, sekarang Anda sudah mengerti apa itu cerpen. Akan tetapi, agar lebih memahami makna tentang cerpen ada baiknya untuk mengetahui pendapat dari para ahli. Berikut ini merupakan pengertian cerpen menurut para ahli:

  • Sumardjo dan Saini : Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.
  • Nugroho Notosusanto : Menurut Nugroho Notosusanto, pengertian cerpen adalah cerita yang panjangnya berkisar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi, dimana isinya terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.
  • Menurut KBBI : Cerita pendek berasal dari 2 kata, cerita yang bermakna tuturan tentang sesuatu hal dapat terjadi, pendek yang bermakna sebuah kisah yang diceritakan relatif pendek atau memiliki kata-kata yang tidak lebih dari 10.000 kata yang dapat memberikan kesan dominan dan akan memusatkan hanya pada salah satu satu tokoh saja.
  • H. B. Jassin : Cerpen merupakan sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.
  • A. Bakar Hamid : Cerpen atau disebut juga dengan cerita pendek seharusnya dilihat dari jumlah, kuantitas kata yang digunakan antara 500 hingga 20.000 kata adanya plot, adanya satu karakter dan adanya kesan.
  • Hendy : Pengertian cerpen merupakan karangan yang jalan kisahnya pendek serta mengandung kisah tunggal.
  • J.S. Badudu : Cerpen merupakan cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.

Struktur Cerpen

Di dalam Cerpen terdapat 6 elemen penting yang membangun teks cerita pendek tersebut sehingga membentuk suatu cerita yang utuh. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas kerangka tersebut satu persatu:

  • Abstrak : Ini merupakan ringkasan dari sebuah cerita. Abstrak merupakan inti dari cerita yang akan dikembangkan menjadi beberapa rangkaian kejadian. Abstrak juga bisa disebut sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional yang mana dalam sebuah cerpen, kita boleh tidak menggunakan abstrak.
  • Orientasi : Ini berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.
  • Komplikasi : Ini merupakan rangkaian kejadian-kejadian yang berhubungan dan berisikan tentang sebab akibat kejadian sebuah cerita. Dalam struktur ini pembaca bisa menentukan watak atau karakter dari tokoh cerita. Watak atau karakter dari tokoh dapat muncul karena kerumitan permasalahan yang mulai terlihat.
  • Evaluasi : Adalah struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks, serta mulai menemukan solusi atau penyelesaian atas konflik tersebut.
  • Resolusi : Merupakan penyelesaian dari evaluasi. Biasanya resolusi sangat dinanti-nati oleh pembaca, karena pada struktur ini pengarang memberikan solusi mengenai permasalahan yang dialami seorang tokoh atau pelaku dalam cerita.
  • Koda : ini adalah nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari suatu cerita. Koda merupaka hikmah yang terkandung dalam cerita. Koda biasanya dapat diketaui setelah pembaca semua cerita dalam cerpen yakni dari permulaan hingga ahir dari cerita. Koda dapat berupa nasehat, pelajaran dan peringatan bagi pembacanya.

Ciri-ciri Cerpen

Sebenarnya sangat mudah untuk mengenali sebuah cerpen, yaitu melalui karakteristiknya. Akan tetapi tidak semua orang bisa mengerti akan hal itu. So, agar lebih mudah untuk mengenal sebuah cerpen, berikut ini adalah ciri-ciri cerpen pada umumnya:

  • Terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
  • Habis dibaca dengan sekali duduk.
  • Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
  • Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca.
  • Bersifat fiktif.
  • Hanya mempunyai 1 alur saja.
  • Bentuk tulisan yang singkat lebih pendek dari Novel.
  • Penokohan dalam cerpen sangat sederhana.
  • Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
  • Kesan dan pesan yang ditinggalkan sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut merasakan isi dari cerpen tersebut.

Jadi, jika kamu menemukan sebuah karya sastra namun tidak memenuhi beberapa ciri-ciri yang disebutkan di atas, maka karya sastra tersebut bukanlah sebuah cerpen.

Unsur-Unsur Cerpen

Secara umum, terdapat dua unsur penting di dalam suatu cerita pendek, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Unsur Intrinsik

Dalam sebuah cerpen terdapat unsur-unsur interinsik yang wajib kamu ketahui. Unsur-unsur ini sangat penting dalam pebuatan sebuah cerpen. Unsur unsur tersebut antara lain tema, alur/plot, seting/latar, tokoh/pelaku dan penokohan/perwatakan. Adapun uraian dari unsur-unsur tersebut apat kamu ahami sebagai berikut:

  • Tema : Ini merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya bersangkutan yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa, konflik, dan situasi tertentu.
  • Alur/Plot : Ini merupakan jalan cerita di dalam cerpen. Plot biasanya berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab-akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.
  • Latar/Setting : Merupakan hl yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana dlm cerita tersebut. Setting atau latar biasanya berhubungan erat dengan tema cerpen misalnya jika cerpen bertemakan pendidikan maka settingannya berada disekolahan, jika cerpen bertemakan agama maka settingannya berada di tempat ibadah.
  • Tokoh : Pelaku yang ada dalam cerita pendek. Setiap tokoh mempunyai watak tersendiri, seperti : Tokoh protagonis (tokoh utama dalam sebuah cerita atau tokoh yang memerankan peran menjadi orang baik), tokoh antagonis (lawan dari tokoh utama atau tokoh yang memerankan peran menjadi orang jahat), tokoh figuran (tokoh pendukung untuk cerita atau tokoh yang mendampingi tokoh protagonis).
  • Penokohan: Sifat dari tokoh yang tercermin dari perilaku, sikap, ucapan, pikiran, dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita. Ada 2 mode penokohan: Metode Analitik yang menggambarkan sifat tokoh yang ada dalam cerita secara langsung. Contohnya: pemalu, penakut, pembohong dan Metode Dramatik yang menggambarkan sifat tokoh digambarkan secara tidak langsung dengan menggambarkan fisik, percakapan, dan reaksi tokoh lain.
  • Sudut Pandang : Merupakan cara padang penulis cerpen dalam melihat peristiwa di dalam cerpen.
  • Amanat/pesan : Ini merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh seorang pengarang melalui krya tulisannya kepada pembaca atau pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya. Pesan merupakan hal penting dalam sebuah cerpen, karena dengan pesan yang baik pengarang dpat menyajikan cerita yang baik sehingga tokoh-tokoh dalam cerita dapat diteladani.

2. Unsur Ekstrinsik

Selain unsur intrinsik di dalam sebuah cerpen juga terdapat unsur ekstrinsik atau unsur-unsur yang berada diluar karya sastra yang dapat dijadikan pembentuk sebuah karya sastra, biasanya selalu menyangkut sebuah latar belakang, meliputi latar belakang masyarakat, nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen itu sendiri dan juga latar belakang masyarakat. Untur ektrinsik sebuah cerpen secara lengkap adalah sebagai berikut:

  • Latar belakang masyarakat : Ini merupakan hal-hal yang mempengaruhi alur cerit dalam cerpen, misalnya : ideologi, kondisi politik, sosial, dan ekonomi masyarakat.
  • Latar belakang pengarang : Ini merupakan hal-hal yang berhubungan dengan pemahaman dan motivasi penulis cerpen dalam membuat tulisannya, misalnya: aliran sastra, kondisi psikologis, dann biografi.
  • Nilai yang Terkandung dalam Cerpen : Yaitu nilai-nilai yang terdapat di dalam suatu cerpen (nilai agama, sosial, budaya, moral).

Fungsi Sastra Dalam Cerpen

Didalam sebuah cerpen tentunya terdapat yang namanya sastra, adapun fungsi sastra di dalam sebuah cerpen adalah sebagai berikut ini.

  • Fungsi Rekreatif : Yaitu fungsi cerpen yang dapat membuat pembaca merasa senang, gembira, dan terhibur.
  • Fungsi Didaktif : Yaitu fungsi cerpen yang dapat mendidik dan mengarahkan pembaca melalui nilai-nilai kebenaran di dalam cerpen.
  • Fungsi Estetis : Yaitu fungsi cerpen yang memberikan keindahan kepada pembacanya.
  • Fungsi Moralitas : Yaitu fungsi cerpen yang memberikan nilai moral sehingga pembaca mengerti moral yang baik dan tidak baik untuk dirinya.
  • Fungsi Religiusitas : Yaitu fungsi cerpen yang mengandung ajaran agama dan menjadi teladan bagi pembacanya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, cerita pendek atau lebih sering dikenal dengan cerpen merupakan cerita yang cenderung lebih singkat, padat, serta langsung pada tujuan dari cerita tersebut dibandingkan dengan berbagai macam karya-karya fiksi lainnya. Membaca cerpen merupakan hal yang sangat menyenangkan karena selain memiliki durasi yang singkat ceritanya juga menarik untuk dibaca. Semoga artikel di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda ya. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya dan terima kasih.