Air Terjun Pamukkale, Objek Wisata Yang Sekilas Terlihat Seperti Kapas Membeku

Berlibur atau berwisata ke negara orang tak lengkap rasanya jika tidak melakukan aktivitas yang sulit untuk dilupakan. Jika biasanya anda lebih senang berlibur ketempat yang bersejarah, nah sekarang cobalah untuk berlibur ketempat yang memiliki fenomena tersendiri. Misalnya saja ke Turki, lebih tepatnya ke Air Terjun Pamukkale yang berada di Turki.

Turki merupakan negara yang berada di antara Asia dan Eropa sehingga disebut sebagai negara Eurasia. Perpaduan inilah yang menciptakan Turki kaya akan pemandangan uniknya. Anda pasti tak akan menemukan pemandangan super indah di negara lain selain Turki.

Tak hanya Istambul, Turki juga sangat terkenal dengan Pamukkale. Pamukkale merupakan kota yang terkenal setelah Istambul dan Cappadocia. Di Pamukkale, anda dapat menikmati objek wisata air panas yang sangat unik dan indah. Air terjun merupakan sebuah fenomena geologi yang banyak terdapat di berbagai tempat di dunia ini.

Fenomena ini geologis yang terjadi akibat air yang mengalir secara terus menerus pada bebatuan hingga menyebabkan terjadinya erosi ini tak jarang menghasilkan fenomena yang indah. Air terjun hampir pasti di temukan di daerah yang memiliki sumber mata air besar dan juga sungai. Bentuk air terjus sendiri bermacam-macam dan memiliki keunikanya sendiri, sesuai dengan wilayah tempat air terjun itu berada.

Tak seperti objek wisata air panas biasa, objek wisata air panas di Pamukkale menawarkan pemandangan bak keajaiban dunia. Pamukkale yang sangat terkenal dengan situs alam air hangatnya ini merupakan keajaiban alam yang sangat menakjubkan.

Wisata Alam di Pamukkale, Turki

Pamukkale yang mempunyai arti “Benteng Kapas” dalam Bahasa Turki. Kota yang memiliki situs alam, berisikan air panas dan travertine merupakan mineral karbonat yg ditinggalkan dari air yang mengalir. Kota ini berada di provinsi Denizli, Turki barat daya. Kota ini memiliki iklim yang sedang untuk sebagian tahunnya.

Benteng Kapas atau Benteng putih ini memiliki keseluruhan panjang sekitar 2,700 meter, dengan lebar 600 meter dan tinggi 160 meter, dahulu tepat di atasnya dibangun Yunani-Romawi kuno dan kota Bizantium dari Hierapolis. Hal tersebut dapat terlihat dari bukit-bukit yang berada di sisi berlawanan dari lembah kota Denizli (20 km jauhnya). Untuk suhu air panasnya bisa mencapai 35–100 derajat celcius.

Dengan kecantikan tebing putihnya yang terbentuk dari air panas yang membeku sehingga seperti air terjun beku, dari sanalah Pamukkale menjadi pemikat para pecinta traveler baik dari warga lokal maupun mancanegara. Banyak pengunjung yang memanfaatkan berendam air panas untuk terapi berbagai macam penyakit, tapi biasanya kebanyakan untuk terapi dan spa, meski demikian tak jarang pula hanya untuk menikmati wisata alam dan berfoto-foto.

Dalam catatan awal mula Wisata Alam di Pamukkale, Turki menjadi perhatian orang banyak dikarenakan ada cerita seorang backpacker melakukan perjalanan ke Turki. Sang backpacker kemudian menginap di hotel Pamukkale, menikmati sambil berjemur di atas kolam air mineral yang hangat. Setelah menikmati perjalanannya ia menulis akan keindahan Pamukkale dan akhirnya menyebarlah berita akan wisata alam yang eksotis tersebut. Pemerintah lokal akhirnya melakukan pengembangan dan memperbaiki akses jalan menuju Pamukkale dan sekelilingnya, bertujuan agar dapat memikat lebih banyak lagi pengunjung ke Pamukkale.

Keunikannya tersebut juga menjadikannya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia yang harus dilestarikan. ‘Bak mandi’ melengkung yang bertingkat-tingkat itu menampung curahan air panas dan terbentuk secara alami selama beribu tahun karena endapan kalsium dan hidrogen karbonat serta berbagai mineral alam lain yang terdapat dalam air.

Yang luar biasa lagi yaitu tidak hanya satu sumber air panas yang mengalir dan mengisi setiap bak tersebut, melainkan ada 17 buah. Masing-masing bahkan memiliki tingkat suhu tertentu, dari hangat sampai sangat panas. Satu lagi keunikan Pamukkale, ada sebuah situs bangunan tua yang setengah tertimbun oleh kalsium yang terus menumpuk dari aliran air panas tersebut selama ribuan tahun, bernama Hierapolis. Hierapolis merupakan sebuah tempat pemandian kuno, yang telah ada ribuan tahun lamanya di sana dan menjadikan Pamukkale sebagai Situs Warisan Dunia.

Cara Untuk Menuju Ke Pamukkale

Untuk menuju Pamukkale, anda akan menempuh perjalanan sekitar 19 kilometer dari Denzil bagian Utara. Disana, anda akan disajikan pemandangan yang sangat indah yang memiliki serat dari bumi. Keajaiban bumi inilah yang selalu menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Pamukkale. Sudah sejak zaman Romawi, Pamukkale dijadikan pemandian atau spa cuci hangat, terutama pada musim semi. Kolam air spa ini memiliki banyak marmer yang diambil dari Kuil Apollo, Roma.

Sebagai taman nasional air terjun, Pamukkale memiliki tebing yang sangat tinggi di sepanjang dataran bukit pegunungan Cokelez. Lembah air terjun tersebut berada diatas dataran Curuksu dengan tinggi kurang lebih 200 meter dan luas 6 kilometer di Desa Karahayit, Pamukkale. Kolam mini berlokasi di lembah yang kini semakin meluas hingga 70 kilometer persegi di kompleks Alsheir. Daya tarik yang paling populer di Pamukkale adalah tebing putih yang terbentuk dari kandungan air panas. Walaupun dibentuk dari air panas, tebing ini dapat membeku. Maka tak heran jika banyak wisatawan yang ingin mengetahui langsung wujud tebing putih ini.

Nah, bagi anda yang berkesempatan untuk mengunjungi Pamukkale, jangan lupa untuk berkunjung ke Air Terjunnya.