Neon, Katak Pertama Di Dunia

Katak adalah binatang amfibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau di daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang, pandai melompat dan berenang. Katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa atau di tempat-tempat basah lainnya. Katak memiliki banyak jenis dan juga memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Akan tetapi Anda mungkin belum penah mendengar yang namanya katak neon. Kali ini kita akan membahas tentang si katak neon yang katanya bisa mengeluarkan sinar berwarna hijau terang.

Katak neon adalah katak yang memiliki sinar hijau terang dibawah cahaya UV pertama kali ditemukan di Argentina.
Peneliti stumbled menemukan makhluk aneh ini ketika sedang mempelajari kulit katak pohon polkadot di Amazon. Warna tubuh katak ini awalnya sangat membosankan, yaitu berwarna hijau kemerahan dengan bintik-bintik merah. Akan tetapi para peneliti sangat terkejut saat melihat warna katak yang diletak dibawah sinar UV. Warna kulit katak tersebut berubah menjadi warna hijau terang.

Warna neon jarang terdapat pada hewan darat, akan tetapi sering ditemukan di beberapa makhluk laut seperti spesies ubur-ubur dan Lophiiformes tertentu. Katak bercahaya ditemukan fluoresce menggunakan getah bening dan sekresi kelenjar. Dr. Maria Gabriella Lagoria, photochemist di Universitas Buenos AiresZat mengatakan, zat kimia yang terdapat pada katak sebelumnya belum pernah ditemukan pada vertebrata lainnya, biasanya protein atau rantai polyenic.

Para peneliti dari Museum ilmu pengetahuan alam Rivadavia Bernardino di Buenos Aires, menemukan bahwa si katak fluoresensi mendorong kecerahan hingga 30 persen. Tiga molekul-hyloin-L1, hyloin-L2 dan hyloin-G1 terdapat dalam jaringan getah bening binatang, kulit dan sekresi kelenjar yang bertanggung jawab untuk fluoresensi hijau. Molekul berisi struktur cincin dan rantai hidrokarbon. Molekul serupa juga dapat ditemukan pada tanaman.

Mereka dapat mengeluarkan cahaya hingga 18 persen selama sebulan penuh. Hal ini tergantung pada tingkat cahaya ambient di lingkungannya. Penemuan ini menyimpulkan bahwa spesies amfibi lainnya memiliki cahaya neon. Secara khusus, para peneliti mengatakan bahwa mereka menemukan amfibi dengan kulit tembus seperti katak. Rekan penulis Dr Julián Faivovich mengatakan bahwa dia berharap penemuan ini akan mengilhami ilmuwan lain untuk mencari amfibi yang lebih berkilau.

Mudah-mudahan dengan membaca artikel ini kita lebih banyak tau tentang katak neon tersebut.