Tak Hanya Lihai Dalam Membuat Makanan Lezat, KFC Juga Mampu Ciptakan Sejumlah Teknologi Canggih

KFC? Yah, perusahaan pemasok makanan berbentuk ayam goreng ini memang bukan lagi hal yang lumrah untuk dipertanyakan. Pasalnya makanan asal Paman Sam ini memang sudah merupakan makanan sangat sering dikonsumsi oleh masyarakat dunia, terlebih lagi di Indonesia. Meskipun makanan ini berasal dari negeri Paman Sam akan tetapi ia sudah terkenal di dunia. Begitu juga dengan di Indonesia, hampir disetiap kota besar selalu ada KFC.

Nah, kalau selama ini kita mengira KFC adalah pemasok ayam goreng renyah saja, pendapat kita salah besar. Mengapa? Karena tidak hanya menjual dan menciptakan ayam goreng super gurih, kini perusahaan KFC juga sudah mulai melebarkan sayapnya dengan mengeluarkan beberapa hal baru. Misalnya mengeluarkan handphone edisi terbatas. Lalu kira-kira siapa pendiri perusahaan super ini dan apa saja hal baru lainnya yang diciptakannya?

Pendiri Perusahaan KFC

Kisah kegigihan Kolonel Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal KFC. Dia memulainya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders adalah pelopor Kentucky Fried Chicken atau KFC yang telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam industri Waralaba makanan siap saji di dunia.

Sosok Kolonel Sanders, bahkan kini menjadi simbol dari semangat kewirausahaan. Dia lahir pada 9 September 1890 di Henryville, Indiana, namun baru mulai aktif dalam mewaralabakan bisnis ayamnya di usia 65 tahun. Di usia 6 tahun, ayahnya meninggal dan Ibunya sudah tidak mampu bekerja lagi sehingga Harland muda harus menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk keluarganya. Di masa ini dia sudah mulai menunjukkan kebolehannya.

Pada umur 7 tahun ia sudah pandai memasak di beberapa tempat memasak. Pada usia 10 tahun ia mendapatkan pekerjaan pertamanya didekat pertanian dengan gaji 2 dolar sebulan. Ketika berumur 12 tahun ibunya kembali menikah, sehingga ia meninggalkan rumah tempat tinggalnya untuk mendapatkan pekerjaan di pertanian di daerah Greenwood, Indiana. Selepas itu, ia berganti-ganti pekerjaan selama beberapa tahun.

Di usia 40 tahun, Kolonel ini mulai memasak untuk orang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin. Kolonel Sanders belum punya restoran pada saat itu. Ia menyajikan makanannya di ruang makan di bengkel tersebut. Karena semakin banyak orang yang datang ke tempatnya untuk makan, akhirnya ia pindah ke seberang jalan dekat penginapan dan restoran bisa menampung 142 orang.

Selama hampir 9 tahun ia menggunakan resep yang dibuatnya dengan teknik dasar memasak hingga saat ini. Citra Sander semakin baik. Gubernur Ruby Laffoon memberi penghargaan Kentucky Colonel pada tahun 1935 atas kontribusinya bagi negara bagian Cuisine. Dan pada tahun 1939, keberadaannya pertama kali terdaftar di Duncan Hines “Adventures in Good Eating.”

Di awal tahun 1950 jalan raya baru antar negara bagian direncanakan melewati kota Corbin. Melihat akan berakhir bisnisnya, Kolonel ini akhirnya menutup restorannya. Setelah membayar sejumlah uang, ia mendapatkan tunjangan sosial hari tuanya sebesar $105.

Dikarenakan memiliki rasa percaya diri kuat akan kualitas ayam gorengnya, Kolonel membuka usaha waralaba yang dimulai tahun 1952. Ia pergi jauh menyeberangi negara bagian ini dengan mobil dari satu restoran ke restoran lainnya, memasak sejumlah ayam untuk pemilik restoran dan karyawannya. Jika reaksi yang terlihat bagus, ia menawarkan perjanjian untuk mendapatkan pembayaran dari setiap ayam yang laku terjual.

Pada 1964, Kolonel Sanders sudah memiliki lebih dari 600 outlet waralaba untuk ayam gorengnya di seluruh Amerika dan Kanada. Pada tahun itu juga ia menjual bunga dari pembayarannya untuk perusahaan Amerika sebanyak 2 juta dolar kepada sejumlah grup investor termasuk John Y Brown Jr, (kelak menjadi Gubernur Kentucky). Pada tahun 1976, sebuah survey independen menempatkan Kolonel Sanders sebagai peringkat kedua dari deretan selebriti yang terkenal di dunia.

Di bawah pemilik baru, perusahaan Kentucky Fried Chicken tumbuh pesat yang kemudian menjadi perusahaan terbuka pada 17 Maret 1966, dan terdaftar pada New York Stock Exchange pada 16 Januari 1969. Lebih dari 3.500 waralaba dan restoran yang dimiliki perusahaan ini beroperasi hampir di seluruh dunia. Kentucky Fried Chicken menjadi anak perusahaan dari RJ Reynolds Industries, Inc. (sekarang RJR Nabisco, Inc.), semenjak Heublein Inc. diakuisisi oleh Reynolds pada tahun 1982. KFC diakuisisi pada Oktober 1986 dari RJR Nabisco Inc oleh PepsiCo Inc, seharga kurang lebih 840 juta dolar.

Pada Januari 1997, PepsiCo, Inc mengumumkan spin-off restoran cepat sajinya, KFC, Taco Bell dan Pizza Hut yang menjadi perusahaan restoran independen, Tricon Global Restorans Inc. Pada Mei 2002, perusahaan ini mengumumkan persetujuan pemilik saham untuk merubah nama perusahaan menjadi Yum! Brands Inc.

Perusahaan yang dimiliki oleh A dan W All-American Food Restorans, KFC, Long John Silvers, Pizza Hut dan Taco Bell restorans adalah perusahaan restoran terbesar di dunia dalam kategori unit system dengan jumlah mendekati 32,500 di lebih dari 100 negara dan wilayah.

KFC berkembang pesat. Kini lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel ini dinikmati setiap tahunnya, bukan hanya di Amerika Utara, bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. Tapi Kolonel Sanders tidak lagi bisa menyaksikannya. Pada 1980, di usia 90 tahun, ia terserang leukemia. Ia meninggal seusai melakukan perjalanan 250.000 mil dalam satu tahun kunjungannya ke restoran KFC di seluruh dunia. “Impian meraih sukses tidak harus di masa kecil. Impian bisa juga di saat usia senja.”Kolonel Sanders, pendiri KFC.

Teknologi Canggih Yang Dirilis KFC

Berkat kegigihan dari Kolonel Sanders, kini perusahaan yang didirikannya tersebut semakin berkembang pesat. Itu semua terbukti lewat beberapa teknologi canggih yang berhasil diciptakan. Tidak hanya lihai dalam membuat makanan lezat, nyatanya persahaan tersebut juga mampu menciptakan beberapa teknologi canggih yang membuat sebagaian besar masyarakat geleng karena inovasi luar biasa tersebut. Nah, kalian semua pasti penasaran kan sama teknologi apa saja yang telah diciptakan oleh KFC? Untuk itu mari langsung aja scrol terus ke bawah.

1. Smartphone

Hah, KFC rilis smartphone? Yap, restoran cepat saji KFC meluncurkan smartphone khusus untuk menandai 30 tahun layanan mereka di Tiongkok. Gak tanggung-tanggung gengs, untuk menghadirkan smartphone edisi khusus itu, KFC menggandeng vendor asal Negeri Tirai Bambu, Huawei.

Smartphone rilisan KFC itu udah keinstal beberapa fitur khusus KFC di antaranya ada K-Music. Nah, apaan tuh K-Music? K-Music adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik dalam speaker pada 4 ribu gerai KFC di Tiongkok. Gokil jadi lu nyetel musik apa aja bisa di speaker gerai KFC mana aja.

Tapi yang jadi pertanyaan adalah kenapa KFC yang notabennya adalah perusahaan yang bergerak dibidang kuliner, malah merilis smartphone? Bukan menu baru atau alat masak yang lebih dekat dengan bidang kuliner? Nah, penasaran alasan apa sih yang melandasi munculnya smartphone? Berikut ini jawabannya.

  • Efisiensi Kinerja Dengan Teknologi Berbasis CLOUD

Cloud strorage system atau penyimpanaan berbasis awan awan kini semakin banyak ditemui pada kategori bisnis modern. Selain pengunaannya yang tergolong lebih mudah, sistem penyimpanan berbasis awan ini juga menawarkan berbagai kelebihan yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh mereka yang bergerak pada bisnis kuliner. Jadi pada tau dah pasar mau makanann yang kayak gimana yang diinginkan oleh mereka.

  • Informasi Produk Yang Disajikan Lebih Jelas

Penggunaan aplikasi melalui smartphone bisa disesuaikan sesuai kebutuhan pada bisnis yang dikelola, terutama pada bidang kuliner atau restoran yang diharuskan menyajikan informasi secara jelas kepada pelanggan.

  • Memaksimalkan Manajemen Pelayanan Terhadap Pelanggan Dengan Teknologi CRM

Teknologi CRM atau Customer Relationship Manager difungsikan untuk merencanakan, menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas-aktivitas pra-penjualan dan pasca penjualan dalam sebuah organisasi maupun perusahaan. Pada bisnis restoran, CRM ini dapat digunakan untuk mengelola hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Informasi dan data pelanggan serta calon pelanggan yang disimpan untuk setiap transaksi dan aktivitasnya yang berkaitan bisnis restoran tersebut.

  • Memunculkan Kesan Elegan dan Modern

Pentingnya pencitraan pada bisnis restoran maupun kuliner yang dikategorikan sebagai jenis bisnis modern adalah mereka yang telah mengaplikasikan sistem yang terkomputersasi pada bisnisnya. Jadi orang yang beli KFC bisa berasa orang modern.

  • Mudah Diakses

Dengan memanfaatkan teknologi pada smartphone berupa software yang cocok dengan bisnis restoran yang dikelola. Kemudahan akses secara online mapun offline menjadi sebuah keuntungan yang patut diperhitungkan.

2. Item Fashion

Baru satu hari setelah penjualan, sepertiga dari total item yang terdapat dalam situs kfclimited.com ludes terjual. Beberapa item yang dijual, di antaranya kaos Colonel Sanders, kaus kaki bercorak ayam goreng, perhiasan, bantal KFC, pin hingga selimut dengan motif Zinger.

Salah satu yang paling menarik adalah meteorit berusia 400 tahun yang bentuknya menyerupai Zinger Sandwich, salah satu produk KFC. Meteorite ini dijual dengan harga US$20 ribu atau senilai Rp266 juta.

KFC dan Colonel Sanders sudah menjadi bagian dari ikon budaya populer Amerika lebih dari 70 tahun. Kami memberikan kesempatan bagi para penggemar kami untuk semakin dekat dengan fried chicken lifestyle mereka,” ujar Steve Kelly, Direktur Media and Digital KFC Amerika Serikat.

KFC sudah pernah membuat terobosan seperti saat ini, yaitu dengan menggandeng desainer pakaian pria, Katie Eary untuk membuat sebuah koleksi khusus untuk gerainya. Pihak KFC juga mengatakan bahwa mereka juga ingin bekerja sama dengan merek pakaian dan gaya hidup ternama lainnya untuk menciptakan produk edisi terbatas.

Namun, banyak yang menganggap bahwa ini hanya strategi marketing saja. Seperti pada tahun lalu, KFC mengeluarkan produk cat kuku dengan cita rasa ayam goreng. Kala itu, pihak KFC mengatakan akan menjual produk ini secara komersil, namun hanya blogger dan influencer yang dapat mencoba produk ini dan cat kuku tersebut tak pernah beredar di pasaran.

3. Restoran Pintar

Teknologi digital kini semakin merambah ke berbagai bidang, termasuk restoran cepat saji. Baru-baru ini KFC cabang Tiongkok mengumumkan kerja samanya dengan Baidu untuk menghadirkan sebuah sistem yang disebut sebagai “Smart Restaurant”. Sistem ini melibatkan berbagai teknologi, salah satunya adalah teknologi pengenalan wajah yang bisa merekomendasikan menu sesuai dengan perkiraan usia, mood dan jenis kelamin pelanggannya.

Menurut Mashable, dengan menggunakan teknologi tersebut pengunjung KFC di Tiongkok nantinya bisa memesan makanan melalui kios digital khusus. Kios tersebut akan memindai wajah pelanggan dan merekomendasikan menu sesuai dengan hasil pindaian wajah tersebut. Menariknya lagi, seluruh data wajah pelanggan akan disimpan sehingga rekomendasi berikutnya akan disesuaikan dengan pilihan pelanggan di pembelian sebelumnya.

“Pelanggan wanita berusia 20 tahun kemungkinan besar akan direkomendasikan dengan menu seperti hamburger, ayam goreng, dan kola. Sementara wanita berusia 50 tahun mungkin akan direkomendasikan menu seperti bubur serta susu kedelai,” tulis Baidu dalam pengumuman resminya.

Meski demikian, Mashable mengkritik beberapa hal di dalam sistem ini. Salah satunya adalah masalah privasi data wajah pelanggan, yang tidak seharusnya disimpan oleh pihak Baidu ataupun restoran. Sebelumnya, Baidu dan KFC juga pernah menjalin kerja sama serupa, yaitu menghadirkan robot asisten di berbagai gerai KFC. Robot tersebut memungkinkan pelanggan untuk memesan menu makanan secara langsung dan mendapatkan struk pembeliannya melalui aplikasi khusus di ponsel.

4. Kuteks (Edible Nail Polish)

Inovasi gila KFC juga rupanya bisa ditemukan dalam dunia kecantikan. Cat kuku alias kuteks unik ini sempat diciptakan oleh KFC Hongkong. Dengan aroma dan rasa ayam goreng yang jadi ciri khas, cat kuku ini memang dibuat sebagai edible nail polish. Well, literally finger lickin’ good, right?

5. Tenda Anti Internet

Ini adalah sebuah tenda yang diciptakan untuk menangkal jaringan internet sehingga orang yang berada di dalamnya tidak bisa mengakses internet. Tenda (KFC) berwarna abu-abu ini berbentuk setengah oval dan di atasnya ada Kolonel Sanders tengah memeluk tenda. Dibuat dengan rangka baja dan stainless steel. Sementara patung Kolonel yang ada di atasanya terbuat dari busa yang dilapisi cat enamel.

Waralaba makanan cepat saji tersebut mendorong pelanggan untuk meluangkan waktu di ruang makan dengan “Internet Escape Pod,” sebuah tenda yang menghalangi sinyal internet. Mereka menawarkan“Internet Escape Pod” dengan harga 135 juta rupiah yang bisa menampung hingga empat orang.

“Temukan tempat perlindungan untuk dirimu dan orang-orang sekitar di bawah Kolonel Sander dan Internet Escape Pod-nya. Kubah ini seperti medan ajaib yang dirancang untuk mengganggu internet masuk ke perangkatmu,” tulis deskripsi dari tenda ini.

Nah, itulah kisah sekaligus beberapa teknologi canggih yang berhasil diciptakan KFC. Keren semua bukan?