Memahami Pengertian, Sejarah, Cara Kerja dan Perkembangan Gopher

Seperti yang sama-sama sudah kita ketahui kalau di zaman sekarang ini internet bukanlah menjadi hal asing lagi di lingkungan masyarakat karena internet sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Bisa dikatakan kalau internet merupakan jaringan komputer dalam skala yang besar dan luas bahkan mendunia karena dengan adanya internet, dunia bisa saling terhubung satu sama lainnya dengan begitu mudah.

Nah, kalau ngomongin soal internet, rasa-rasanya memang banyak sekali layanan internet yang dapat digunakan, contohnya saja seperti email, Mailing List, File Transfer Protokol, Newsgroup, Internet Relay Chat, World Wide Web (WWW), Gopher dan lainnya. Dari sekian banyaknya jenis layanan internet yang ada, yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah Ghoper. Bagi anda yang belum mengetahui apa  itu Ghoper, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Gopher?

Ghoper merupakan aplikasi perangkat lunak yang mana tersusun dari menu-menu proses pencarian informasi. Situs yang memanfaatkan fasilitas atau protokol gopher sesungguhnya berwujud menu yang mewakili info dan knowledge yang ada. Pada dasarnya yang dimaksud dengan menu disini adalah daftar isi untuk memproduksi dan juga menunjukan informasi-informasi tertentu. Layanan gopher ini memanfaatkan FTP sebagai langkah didalam pertukaran file dan juga Telnet (Tele Networking) terhadap koneksi-koneksi server tertentu. Meskipun kala ini fasilitas gopher udah jarang sekali digunakan, namun tetap ada beberapa populasi kecil yang tetap menjadi server aktif.

Protokol gopher ini tawarkan banyak ragam fitur-fitur terbaik tapi tidak mendapat dukungan dengan Native Web. Akan tapi gopher memakai hirarki yang lebih kuat di dalam info yang tersedia di dalamnya. Gopher memiliki proses dengan basis menu yang paling dasar dengan menyediakan konektivitas yang mana dapat saling terhubung antara file-file yang tersedia di dalam komputer-komputer di internet. File-file selanjutnya dapat nampak seperti direktori berseri yang tersedia di kira-kira menu Gopher, padahal file-file selanjutnya sebenarnya berada di komputer lainnya.

Tak hanya itu saja, gopher termasuk menyediakan akses menuju dokumen teks, untuk suara digital dan grafik hanya dapat dimasukkan ke dalam kumpulan dokumen yang didownload terlebih dahulu di computer lokal. Setelah itu barulah anda dapat melihatnya serupa seperti program lainnya. Gopher termasuk sangat mungkin penggunanya untuk membuka layanan lainnya di internet, kalau saja Telnet yang dapat memudahkan di dalam komunikasi jarak jauh.

Gopher yang memiliki sistem berbasis menu paling dasar ini menyediakan konektifitas yang saling berhubungan antara file-file pada komputer-komputer Internet. File-file ini nampak seperti direktori berseri di seputar menu Gopher yang sebenarnya file-file tersebut berlokasi di komputer lain.

Gopher menyediakan akses ke dokumen teks, Grafik dan suara digital hanya dapat dimasukkan dalam kumpulan sebuah dokumen, yang harus didownload ke komputer lokal, dan baru kemudian dapat dilihat dengan program lain. Gopher juga memungkinkan akses ke beberapa fasilitas lain yang ada diinternet seperti Telnet untuk melakukan hubungan komunikasi jarak jauh.

Sejarah Gopher

Pada tahun 1991 Mark McCahill dari University of Minesota mengemukakan pemikirannya, “jika kita bisa mencari sebuah file di internet, berarti kita juga pasti bisa mencari text tertentu di internet.” Dalam pemikirannya, kita bisa melakukan itu dengan cara mengindex text-text tertentu dan menyimpan alamat file aslinya sebagai referensi. Karena saat itu belum ada program yang mampu melakukan hal itu, maka Mark McCahill kemudian membuatnya sendiri. Dia menamakan program tersebut Gopher, yang mengindex file-file text di internet, yang kemudian akhirnya menjadi website pertama yang bisa diakses secara bebas di internet.

Program ini dibutuhkan untuk menemukan file yang direferensikan oleh index yang di buat oleh Gopher. Terciptalah:

1. Veronica (Very Easy Rodent- Oriented Net-wide Index to Computerized Archives)
2. Jughead (Jonzy’s Universal Gopher Hierarchy Excavation and Display).

Gopher sendiri sering kali diartikan atau diberikan julukan sebagai tikus tanah yang membangun sarangnya di bawah tanah berupa saluran-saluran yang saling terhubung satu sama lain membentuk jaringan terowongan bawah tanah. Karena sifat inilah makanya nama Gopher dipakai. Gopher suatu kumpulan informasi di Internet yang disusun secara hirarkis (berbasis menu). Bila WWW adalah kumpulan informasi yang disusun berbasis hypertext maka di dalam Gopher juga dijumpai prinsip hypertext ini, namun semuanya dipresentasikan dalam bentuk menu. Bila kita meng-klik suatu menu, kita akan dibawa ke suatu menu baru yang lebih detil. Pada saat World Wide Web masih dalam dalam masa awal, Gopher merajai sebagai protokol untuk transfer hypertext dan data.

Gopher memiliki fitur sintaks sederhana, hirarki seperi file dan fungsi searching. Namun kemudian Goper digusur oleh World Wide Web dan hingga sekarang World Wide Web adalah protokol default untuk Internet. Ada beberapa penyebab kemunduran Gopher. Antara lain :

  • Kebijakan lisensi yang salah
  • Fitur HTML dalam web yang lebih fleksibel.

Keduanya biasanya bisa dihubungkan dengan prinsip ekonomi. Dengan kebijakan lisensi berbayar yang ditepkan pelimik Gopher, University of Minnesota maka banyak pihak berpindah ke HTTP yang gratis. Dan dengan fitur HTML yang flexibel pengembang bisa membuat aplikasi yang bermacam-macam dan tentu saja, menguntungkan seperti hosting, online shoping, online banking dan sebagainya.

Situs Gopher adalah komputer yang menampilkan menu-menu yang mewakili data dan informasi yang tersedia. Secara mendasar, menu-menu ini merupakan daftar isi untuk mengolah dan menunjuk ke sebuah informasi tertentu. Layanan ini menggunakan FTP untuk pertukaran file dan Telnet untuk koneksi dengan server tertentu. Gopher yang memiliki sistem berbasis menu paling dasar ini menyediakan konektifitas yang saling berhubungan antara file-file pada komputer-komputer Internet. File-file ini nampak seperti direktori berseri di seputar menu Gopher yang sebenarnya file-file tersebut berlokasi di komputer lain.

Gopher menyediakan akses ke dokumen teks, grafik dan suara digital hanya dapat dimasukkan dalam kumpulan sebuah dokumen, yang harus didownload ke komputer lokal dan baru kemudian dapat dilihat dengan program lain. Gopher juga memungkinkan akses ke beberapa fasilitas lain yang ada diinternet seperti Telnet untuk melakukan hubungan komunikasi jarak jauh.

Karakteristik dan Fungsi Gopher

Gopher didesain untuk fungsi dan muncul banyak seperti mountable read-only global yang sistem file jaringan (dan perangkat lunak, seperti gopherfs , tersedia yang benar-benar dapat me-mount server Gopher sebagai FUSE sumber daya). Minimal, apapun yang orang bisa lakukan dengan file data pada CD-ROM , mereka dapat melakukannya pada Gopher. Sebuah sistem Gopher terdiri dari serangkaian menu hyperlinkable hirarkis. Pilihan menu dan judul dikendalikan oleh administrator dari server.

Mirip dengan sebuah file di server Web, sebuah file di server gopher dapat dikaitkan sebagai item menu dari server Gopher lainnya. Banyak server mengambil keuntungan dari ini menghubungkan antar server untuk menyediakan direktori server lain bahwa pengguna dapat mengakses.

Sedangkan untuk fungsinya sendiri, Gopher menyediakan akses ke dokumen teks, grafik dan suara digital hanya dapat dimasukkan dalam kumpulan sebuah dokumen, yang harus didownload ke komputer lokal, baru kemudian dapat dilihat dengan program lain. Gopher juga memungkinkan akses ke beberapa fasilitas lain yang ada diinternet seperti Telnet untuk melakukan hubungan komunikasi jarak jauh.

Dengan aplikasi gopher tersebut, pengguna jadi tidak perlu mengetahui alamat khusus yang ada di komputer yang digunakan karena seperti yang diketahui kalau aplikasi gopher itu sendiri adalah sistem yang memungkinkan pengguna dapat mengakses situs situs yang ada. Tidak hanya itu, gopher juga merupakan sistem yang memiliki otomasi sehingga pengguna bisa mengakses berbagai informasi yang tersedia dengan menggunakan hirarki.

Cara Kerja Gopher

Cara kerja dari protokol gopher ini sendiri adalah dengan mencari dokumen ataupun data yang berdasar pada teks atau text base. Namun sebelumnya, komputer harus dihubungkan terlebih dahulu dengan koneksi internet yang ada di gopher server dan kemudian menyimpan informasi dan data tersebut. Jenis protokol gopher lama yang terlalu rumit ini lah yang terkadang menyebabkan orang-orang mulai meninggalkan layanan ini.

Pengembangan protokol gopher dilakukan beberapa mahasiswa Universitas Minnesota, Amerika Serikat. Arti dari protokol gopher sendiri adalah protokol publikasi informasi dengan basis karakter, yang mana untuk bisa mengakses teks pengguna harus menggunakan hirarki menu. Tampilan dalam sistem gopher hampir sama dengan Telnet. Contoh protokol gopher dapat anda temukan pada sejumlah perangkat, semisal modem dan router. Perbedaan dari gopher dengan web adalah pada penggunaan port nya. Pada web biasanya menggunakan port 80 serta dapat menampilkan gambar. Sedangkan pada gopher, menggunakan port 70 serta hanya dapat menampilkan teks saja.

Jenis Item Gopher

Jenis informasi yang diuraikan dalam menu gopher oleh satu nomor atau (kasus tertentu) huruf dan bertindak sebagai petunjuk untuk klien untuk menceritakannya bagaimana untuk menangani jenis media tertentu dalam menu, analog dengan tipe MIME .

Setiap klien tentu harus memahami jenis item 0 dan 1. Semua klien yang dikenal memahami jenis item 0 sampai 9, g dan s, dan semua tapi sangat tertua juga memahami jenis file h dan i.

  • 0 = teks biasa File
  • 1 = direktori daftar menu
  • 2 = pencarian CSO permintaan
  • 3 = pesan kesalahan
  • 4 = BinHex dikodekan file teks
  • 5 = biner arsip berkas
  • 6 = uuencode file teks
  • 7 = mesin pencari permintaan
  • 8 = telnet sesi pointer
  • 9 = file biner
  • g = GIF image
  • h = HTML File
  • i = informasi pesan
  • I = Gambar format file yang tidak ditentukan. Klien memutuskan bagaimana menampilkan. Sering digunakan untuk gambar JPEG
  • s = format file audio, terutama WAV berkas
  • T = TN3270 sesi pointer

Daftar file tambahan definisi jenis terus berkembang dari waktu ke waktu, dengan beberapa klien mendukung mereka dan yang lain tidak. Dengan demikian, banyak server menetapkan generik 9 untuk setiap file biner, berharap bahwa komputer klien akan dapat memproses dengan benar file.

Perkembangan Gopher Dari Tahun ke Tahun

World Wide Web mulai beroperasi pada tahun 1991 dan layanan Gopher dengan cepat menjadi mapan. Menjelang akhir 1990-an, Gopher sebagian besar berhenti berkembang.

Pada bulan Februari 1993, University of Minnesota mengumumkan bahwa mereka akan mengenakan biaya lisensi untuk penggunaan penerapan server Gopher. Sebagai konsekuensinya, beberapa pengguna khawatir bahwa biaya lisensi juga akan dikenakan biaya untuk implementasi independen. Pengguna takut jauh dari teknologi Gopher, untuk keuntungan dari Web, yang CERN menolak kepemilikan. Pada bulan September 2000, University of Minnesota mendaftarkan kembali perangkat lunak Gopher-nya di bawah GNU General Public License. Fungsi klien Gopher dengan cepat diduplikasi oleh browser Web awal, seperti Mosaic, yang memasukkan protokol sebagai bagian dari fungsinya.

Gopher memiliki struktur yang lebih kaku dibandingkan dengan HTML, bentuk bebas dari Web. Dengan Gopher, setiap dokumen memiliki format dan jenis yang ditetapkan dan pengguna biasa menavigasi melalui sistem menu yang ditentukan server untuk mendapatkan dokumen tertentu. Ini bisa sangat berbeda dari cara pengguna biasa bisa melintasi dokumen di Web. Gopher tetap digunakan secara aktif oleh peminatnya dan telah ada upaya untuk menghidupkan kembali penggunaan Gopher pada platform modern dan perangkat seluler. Salah satu upaya tersebut adalah The Overbite Project, yang menampung berbagai ekstensi browser dan klien modern.

Pada tahun 2012, ada sekitar 160 server gopher yang diindeks oleh Veronica-2, yang mencerminkan pertumbuhan yang lambat dari tahun 2007 ketika jumlahnya kurang dari 100, walaupun banyak yang jarang diperbarui. Di dalam server ini Veronica mengindeks sekitar 2,5 juta penyeleksi unik. Sejumlah server baru disiapkan setiap tahun oleh para penggemar-lebih dari 50 telah disiapkan dan ditambahkan ke daftar Floodgap sejak 1999. Sebuah snapshot Gopherspace seperti pada tahun 2007 diedarkan pada BitTorrent dan masih tersedia. Karena kesederhanaan protokol Gopher, menyiapkan server baru atau menambahkan dukungan Gopher ke browser sering dilakukan dengan cara lidah-di-pipi, terutama pada Hari ‘April Mop’.

Pada bulan November 2014 Veronica mengindeks 144 server gopher, mencerminkan penurunan kecil dari tahun 2012, namun di dalam server ini Veronica mengindeks sekitar 3 juta penyeleksi unik. Pada bulan Maret 2016 Veronica mengindeks 135 server gopher, di mana ia mengindeks sekitar 4 juta penyeleksi unik. Pada bulan Maret 2017, Veronica mengindeks 133 server gopher, di mana ia mengindeks sekitar 4,9 juta pemilih unik.

Oke, sekianlah penjelasan mengenai layanan internet Ghoper, semoga saja apa yang sudah dijelaskan di atas tadi bisa menambah wawasan anda semua. Terima kasih.