“GER Mood”, Sweater Penerjemah Emosional Tubuh

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami perubahan mood. Dan apa yang kita rasakan kadang tidak bisa dimengerti oleh orang lain, sehingga dapat mengakibatkan perdebatan. Jika ingin suasana hati Anda diketahui orang, penemuan terbaru ini mungkin bisa membantu.

Laboratorium desain di San Fransisco telah mengembangkan fashion item berupa sweater yang bisa memberitahu orang lain tentang perubahan mood. GER Mood Sweater merupakan sweater yang dilengkapi dengan teknologi Galvanic Skin Response. Sweater tersebut memiliki kelebihan dapat mendeteksi mood orang yang memakainya.

Dinamai GER Mood Sweater, baju hangat ini bisa berubah warna mengikuti mood pemakainya. GER Mood sweter dipamerkan pertama kali di Inggris, sweter ini memiliki serangkaian LED yang tertanam dalam kain di sekitar kerah tinggi yang menerangi untuk menampilkan keadaan emosi pemakainya. Menarik bukan? Lalu bagaimana cara kerja sweater tersebut?

Sensor studio panggilan Galvanic Extimacy Responders (GER) ditempatkan pada bagian tangan untuk membaca dan menafsirkan arus listrik yang dihasilkan oleh aksi kimia di kulit. Sweter putih ini bersinar merah ketika pemakainya merasa gugup atau cinta, berubah menjadi biru untuk menunjukkan tenang juga dapat berubah jadi ungu untuk menunjukkan kegembiraan, hijau toska muda menandakan hati sedang dalam suasana tenteram, Pink menandakan pemakainya sedang bersemangat akan sesuatu dan kuning untuk kepuasan. Teknologi ini bisa menjadi alat komunikasi yang digunakan untuk menunjukkan perasaan kepada seseorang. Pendiri sensoree ini adalah Kristin Neidlinger.

Sweater berbentuk cropped top warna putih bergaya futuristik dengan kerah yang lebar dan menutupi leher serta dapat dipadukan dengan gaun, blouse atau tank-top sebagai busana luaran tersebut akan diproduksi secara terbatas. Mereka hanya akan menyediakan 100 potong baju saja dan hanya bisa dipesan melalui website resmi mereka saja. GER Mood sweter sudah dalam pembangunan selama lebih dari empat tahun dan secara resmi diluncurkan di New York. Pada tahun berikutnya, akan dilakukan pengembangan terhadap Sweater tersebut, seperti:

• Teknologi SENSOREE Terapi Biomedia Inovatif
• Artisan elektronik dibuat secara lokal di San Francisco
• Kain Ultra-lembut yang terbuat dari botol plastik daur ulang
• Top kualitas ergonomis 3d dicetak SLS sensor tangan bersumber dari D2W di London
• Teknologi Bluetooth untuk koneksi masa depan kepada pihak 3d
• Baterai isi ulang dengan USB mikro berlangsung 8 + jam

Neidlinger juga mengatakan bahwa dia akan terus mengembangkan teknilogi ini, sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan. Dia juga mengatakan bahwa akan mengadakan sebuah pameran yang akan menampilkan beberapa dari hasi karyanya tersebut.

So guys, jika ingin mengungkapkan perasaan terhadap seseorang tapi malu, Anda bisa membeli sweater tersebut. Semoga artikel yang ditulis diatas bermanfaat ya guys. Membaca merupakan gudang ilmu.