Kisah Pangeran Kodok Dengan Seorang Putri Raja

Sekitar ribuan tahun yang lalu, Hidup seorang Raja beserta beberapa Putrinya yang sangat cantik. Dengan kecantikan putri terakhirnya yang begitu luar biasa, Sehingga sinar matahari merasa tidak sanggup untuk menyinari Bumi. Mereka yang hidup di Istana dan dekat dengan hutan kayu yang sangat gelap dan rimbun dimana dalam hutan tersebut terletak sebuah sumur.

Pada suatu hari, Putri terakhir Raja bermain kedalam hutan dan duduk tepat pada tepi sumur sambil bermain bola yang terbuat dari Emas dengan melemparkannya keatas dan kembali ditanggkapnya. Ini dilakukannya secara berulang-ulang sehingga pada lemparan terakhirnya bola emas tersebut terlepas dari tangan seorang putri cantik tersebut yang jatuk ketanah lalu terguling mengarah pada sumur kemudian masuk kedalam sumur. Dalam kejadian itu, Putri raja hanya bisa melihat Bolanya masuk dalam sumur sampai bola tersebut tidak terlihat lagi karena sangat dalam. Putri raja mulai menangis tersedu-sedu dan tidak lama kemudian sang putri mendengar suara yang berkata ” Ada apa gerangan yang membuat putri menangis dengan begitu sedihnya? Dengan rasa bingung dan kaget dari mana sumber suara tersebut berasal karena disekelilingnya tidak ada siapun kecuali sanga putri dan seekor kodok yang berasal dari sumur tersebut.

Ketika sang putri melihat Kodok besar dan jelek itu kemudian putri bertanya, “Apakah kamu yang berbicara?” Lalu kata putri lagi kepada sang Kodak ” Saya menangis karena mainan kesayanagan saya jatuh kedalam sumur.” Lalu sang Kodak berkata kepada putri, ” Sebaiknya putri jangan khawatir akan hal itu, Saya akan membantu mengambilkan bola tersebut”. Dan kata kodok lagi kepada sang Putri, ” Jika saya berhasil menolongmu, Lantas apa yang akan kamu berikan kepada saya?” Lalu putri menjawab, ” Apapun yang kamu inginkan, akan aku berikan Me”.

Berkata lagi sang kodok kepada putri, ” Apa yang kamu miliki biarlah itu menjadi milikmu saja, Aku hanya meminta kepadamu untuk menyukaiku dan menjadikan saya sebagai teman bermain dan biarkan aku untuk hidup dan tinggal denganmu. Jika putri mampu memenuhi permintaan saya, maka saya akan mengambil bola emas itu dan menyerahkannya kepa putri”. 

Dengan mendengar permintaan sang kodak, Kemudian putri menjawab “Saya akan memenuhi apa yang kamu minta jika kamu berhasil mengembalikan Bola emas kepada saya.” 

Setelah mendengar janji sang putri, Kodok juga memenuhi janjinya dengan mengambil kembali bolo emas kesayangan sang putri yang berada jauh didalam sumur.  Setelah beberapa lama menunggu, sang kodokpun berhasil kembali dengan membawa bola emas yang dikeluarkan pada mulut kodok tersebut dan diletakkan diatas rumput.

Dengan keberhasilan sang kodok, Putri raja merasa sangat senang dengan tergesa-gesa mengambilnya dan menjauhi kodok tersebut dengan berlari.

Mengetahui itu, Sang kodok berteriak kepada sang putri yang berlari menjauhinya ” Berehenti-Berhenti! Bawalah aku ikut denganmu putri, Aku tidak sanggup berlari seperti engkau!” Dengan rasa kecewa yang besar, Kodok yang tidak bisa ikut dengan putri tersebut hanya bisa terdiam dan kembali kedalam sumurnya.

Pada suatu ketika, Putri dan Raja yang sedang makan bersama dengan pengikut lain dari istana, Terdengar suara melompat-lompat pada bagian pintu masuk istana serta juga suara ketukan pintu dan juga suara yang berkata “Putri, Ijinkanlah saya masuk!” Untuk ingin mengetahui siapa yang telah mengetuk pintu kerajaan, Putri raja sementara meninggalkan meja makan dengan berjalan kearah pintu depan istana dan membuka pintu. Dengan kagetnya saat melihat bahwa seekor kodok yang telah mengetuk pintu kerajaan, kemudian sang putri dengan tergesa-gesa dan takut kembali menutup pintu dan kembali pada meja makan.

Dengan rasa gelisah putri yang diketahui Raja dan berkata ” Anakku, Apa yang terjadi denganmu? Kelihatannya kamu terlihat tidak tenang dan gelisah, Apa yang membuat kamu demikian? Apakah ada orang jahat yang mengganggumu sewaktu kamu membuka pintu?”  Lalu sang putri menjawab, “Tidak ada apa-apa raja, hanya ada kodok” Kemudian sang putri bercerita kepada raja, “Ketika saya bermain kedalam hutan kemarin, Bola emas saya jatuh jatuh kedalam sumur dan kodak itulah yang menolong saya dengan mengambil bola emas tersebut apabila saya memenuhi permintaannya”.

Tidak lama kemudian, Terdengar lagi suara ketukan pintu serta suara yang juga berkata “Bukakanlah pintu kerajaan ini untukku putri, Saya datang ke Istanamu untuk menagih apa yang putri janjikan kepadaku”.  Lalu raja berkata kepada putrinya, ” Wahai putriku, Biarkanlah dia masuk dan penuhilah apa yang telah kamu janjikan kepadanya”. Ketika sang putri membuka pintu, sang kodokpun melompat masuk dengan mengikuti sang putri dan lagi berkata kepada sang putri ” Angkatlah saya agar bisa duduk denganmu.”

Berdasarkan apa yang menjadi permintaan sang Kodok dan dijanjikan oleh sang Putri, dimana pada saat makan kodok dan putri selalu bersama. Dengan permintaan terakhir sang kodok yang berkata kepada sang putri “Saya sangat lelah, Bawalah saya kekamarmu dan saya akan tidur diatas ranjangmu.” 

Dengan apa yang diminta oleh kodok tersebut dari sang putri, Kemudian putri membawa kodok tersebut masuk kedalam kamarnya dan dengan meletakkan kodok itu ke sudut kamar sang putri. Ketika putri ingin tidur, Kodok berkata kepadanya lagi ” Saya ingin tidur sepertimu, Angkatlah aku keatas ranjangmu atau akan saya laporkan kepada rajamu.”

Dengan sambil menangis dan juga marah, sang putri mengangkat kodok itu dengan melemparkannya kedinding dan berkata ” Kodok jelek, Diamlah. ” Saat kodok terlempar dan jatuh kelantai, kemudian sang kodok berubah menjadi seorang lelaki yang sangat tampan. Setelah berubah menjadi manusia, lelaki tersebut menceritakan apa yang telah terjadi dengannya kepada sang putri dimana penyihir jahat yang telah melakukan semua ini dengan memberi kutukan kepada lelaki itu hingga menjadi seekor kodok yang sangat jelek.

Tidak lama kemudian, Sang putri yang juga sangat tertarik dengan ketampanan lelaki itu dengan keduanya sangat setuju untuk dinikahi dan keduanya hidup bahagia.