Anak Susah Tidur? Dibantu Dengan Dongeng

Cerita Dongeng adalah cerita yang biasanya diceritakan untuk anak-anak. Banyak berbagai macam jenis cerita dongeng yang bisa diceritakan untuk anak-anak untuk membuat sang anak tersebut Misalnya tertidur. Untuk orang tua yang mungkin memiliki anak yang agak sedikit susah tidur, Sebaiknya jangan terlalu khawatir mengenai hal ini. Untuk mengatasinya, Banyak cara yang dapat kita lakukan agar sang anak tersebut dapat tertidur pulas tanpa ada rasa gangguan apapun.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk anak dalam mengatasinya masalahnya, Para orang tua bisa melakukan dengan memberikan cerita dongeng agar putra putri anda dapat menikmati malam indahnya di tempat tidur.

Beberapa Cerita dongeng terbaik sebelum tidur

1. Domba Kecil Dan Anjing Gunung

Ada seorang pengembala domba yang pada suatu hari sedang mengembalakan dombanya disebuah padang rumput yang dikelilingi oleh pagar kayu agar jauh dari pemangsa. Ketika pengembala melihat keadaan dombanya dalam keadaan aman, kemudian ia pergi kerumahnya dan seketika itu ia sangat terkejut melihat seekor anak Domba yang terpisah dari kawanannya.

Dengan segera sang pengembala membawa anak domba kesebuah gubuk yang diiringi dengan dengan teriakan anak Domba yang memanggil induknya. Karena jarak yang cukup jauh dari gubuk dengan kumpulan domba di padang rumput sehingga suara anak domba itu tidak terdengan oleh induknya. Namun, Suara teriakan dari anak domba terdengar oleh anjing gunung yang pada saat itu sedang mencari mangsa, Lalu anjing pemangsa tersebut mengikuti asal suara sang anak domba.

Setelah ditemukannya asal suara anak domba yang berada diatas gubuk, lalu pemburu ganas itu berusaha untuk menerkam domba kecil namun usahanya tidak membuahkan hasil. Malangnya nasib sang pemburu yang hanya bisa memandangi seekor anak domba tersebut.

Dengan ketidak berdayaan anjing gunung itu, Domba yang berada diatas gubuk mengejeki anjing gunung yang tidak mampu menerkamnya. Itu membuat sang pemburu sangat marah atas ulah yang dilakukan oleh domba kecil dan berkata ” Dari tadi aku perhatikan kamu selalu mengejekku dan dengan sangat baik aku mendengarnya, Dan kelihatannya kamu sangat senang berada di atas sana.”

Pada akhirnya dengan rasa yang penuh lelah, Anjing gunung itupun pergi meninggalkan dengan keadaan perut yang lapar dan tanpa membuahkan hasil.

2. Dua Tupai Dan Seekor Ular Pohon

Ada kebun yang sangat dekat dengan daerah pertanian dan kebun itu memiliki pohon Duren dengan ukuran yang sangat besar, Pohon itu selalu menghasilkan buah yang sangat berlimpah dan menjadi salah satu pohon yang sangat tinggi pada kebun tersebut.

Disaat pagi hari yang sangat cerah dengan kebun yang disinari oleh mentari pagi terlihat 2 ekor tupai yang sedang bermain dengan melompati dahan pohon kedahan yang lainnya sambil mencari pohon yang tinggi dan rindang untuk dijadikan sebagai tempat tinggal atau sarang. Tidak sengaja kedua ekor tupai tersebut menemukan pohon duren yang sangat tinggi dan rindang.

Dari arah yang berlawanan, kedua ekor tupai tersebut mendekati pohon yang tinggi itu dan sangat menginginkan pohon tersebut untuk dijadikan sarang mereka. Kedua tupai yang tidak saling mengenal dan salah satu dari tupai itu marah kepada tupai yang satunya dengan berkata ” Apa yang kamu lakukan disini dan disarangku ini?”

Kemudian tupai yang satunya menjawab, ” Ini adalah sarangku dan pohon ini sudah lama menjadi tempat tinggalku.”

Dengan perdebatan antara kedua tupai tersebut dengan memperebutkan pohon doren untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Pada saat perebutan tempat tinggal, Kedua tupai itu berkelahi dimana dalam perkelahian mereka jika kalah harus meninggalkan pohon dan berjanji tidak akan kemali lagi dan yang menang akan memiliki pohon sebagai tempat tinggalnya.

Dari perkelahian yang mereka lekukan diatas pohon duren tersebut, Mereka menyadari bahwa ada sesosok yang sedang memperhatikan kedua tupai dengan bersembunyi pada lebatnya daun pohon dimana sosok tersebut adalah seekor ular yang besar. Ular itu berkata ” Bodah dan sombongnya mereka yang memperebutkan pohon besar itu dengan cara berkelahi sehingga tidak menyadari bahwa saya sedang memperhatikan mereka ”

Hewan melata yang merayap itu berpindah tempat dengan mencari suasana tempat yang sangat cocok untuk menyerang mereka. Setelah tempat yang dicarinya ditemukan, ular tersebut tidak bergerak seolah-olah menyerupai dedaunan yang hijau dan menunggu dengan sangat sabar untuk menyerang kedua tupai sombong tersebut.

Disaat perkelahian kedua tupai yang diakhiri dengan kemenangan seekor tupai, bagi tupai yang kalah dengan kelelahan dan berlumuran darah dan bagi tupai yang menang berkata kepada tupai yang kalah ” Kini kau sudah mengetahui siapa yang lebih kuat diantara kita dan akulah yang paling kuat darimu.” Dengan rasa yang sangat sombong, tupai yang menang dalam perkelahian mengusir tupai yang kalah sambil mengangkat tubuhnya dan berkata ” Dengan kemenanganku, Disinilah sarangku sekarang dan pergilah tupai lemah.”

Tupai yang menang dalam perkelahian sangat sombong dan merasa yang paling hebat, Ia tidak sadar dengan kehadiran seekor ular yang siap menyerangnya dan ternyata ular tersebut berada tepat dibelakang tupai sombong. Tidak ingin kehilangan kesempatan, Kemudian ular itu lebar-lebar membuka mulutnya hingga kedua gigi taringnya terlihat dan sangat tajam dan langsung menggigit sang tupai. Tupai yang sudah terkena racun ular berusaha mencoba untuk melepaskan diri dari ular tersebut, tetapi tidak memiliki kekuatan lagi karena bisa ular yang sudah menyebar keseluru tubuh sang tupai.

Bagi tupai yang kalah dari perkelahian, melihat langsung dimana ular yang berhasil memangsa lawannya sambil tersenyum kemudian meninggalkan tempat itu. Tupai yang selamat itu sadar akan keangkuhan dan kesombongan tidak akan berbuah baik.

3. Kambing yang Nakal

Ada desa yang dikenal damai yang terletak dibalik sebuah gunung tinggi dimana desa tersebut ditempati oleh seorang peternak kambing. Perawatan kambing tersebut terbilang sangat baik sehingga kambing itu sangat sehat serta dengan tubuh gemuk. Diantara banyak kambing lainnya, ada seekor kambing yang memiliki ukurang tubuh yang sangat besar serta dengan tanduk terbilang besar dan kuat dan dengan bulu yang sangat lebat sehingga terliaht sangat gagah.

Pada suatu ketika, pemilik kambing melepaskan kambingnya ketempat yang memiliki rumput yang lebata dan hijau. Saat sedang asik-asiknya memakan rumput segar, Kambing yang dikenal besar dan gagah itu mananduki kambing lainnya yang ada di padang rumput sehingga kambing lainnya berlarian. Hal ini tidak diketahui oleh pemilik kambing karena ia meninggalkan kambing tersebut dipadang rumput dan akan dijempaut kembali pada sore hari untuk kembali kekandangnya.

Pada hari berikutnya, seperti biasanya sang pemilik kambing dengan membawa kambing-kambingnya mencari makan ke padang rumput dan disitulah pemilik kambing melihat kambing besar tersebut menanduki sekelompok kambing lainnya. Pada saat itu juga kambing besar tersebut dibawanya kekandang dengan membuat pasak besar dan mengikatnya pada pasak yang btalah dibuatnya.

Setelah diikat, Kambing besar ingin selalu mencoba untuk membebaskan dirinya dengan menarik-narik pasak tersebut hingga kambing itupun mampu membebaskan diri dan dengan menunjukkan kepada kambing lainnya dengan apa yang telah ia lakukan.

Keesokan harinya, saat ingin membawa kambing-kambingnya ke padang rumput, pemilik kambing terkejut mengapa pintu kandang terbuka? Setelah diteliti lagi, ternyata kambing yang besar itu telah terlepas dari ikatannya. Kemudia ia membawa lagi kambing lainnya ke padang rumput dan menemukan kambing besar kemudian ia kembali membawa kambing besar tersebut dan kembali mengikatnya pada pasak yang lebih besar dan lebih kuat.

Kambing besar yang diikat pada pasak yang lebih besar dan kuat yang ditinggal oleh sang pemilik mulai berusaha ingin lagi melepaskan dirinya dari ikatan tersebut. Dengan usahanya yang cukup keras, Akhirnya untuk kedua kali kembing besar itu kembali dapat terbebas dari ikatan itu. Salah satu dari kumpulan kambing yang sedang mencari makan dan dengan kambing besar yang dapat membebaskan diri merasa sangat bangga dengan menunjukkannya kepada gerombolan kambing tersebut dimana kambing itu berkata kepada kambing besar ” Dengan bangga sekali kamu menunjukkan kalung pasak yang tergantung dilehermu, Itu adalah kalung yang bmelambangkan kenakalanmu yang sering mengganggu kami kambing lainnya. Bangga itu lebih baik jika adanya perbuatan baik dan bukan bangga atas perbuatan jahat.”

4. Rubah Yang Rakus

Ada seekor rubah yang sangat suka berburu disetiap rawa yang penuh dengan binatang lain seperti Burung dan jenis hewan lainnya. Untuk ingin mendapatkan seekor burung, Sang ruda selalu mengendap-endap pada rawa dengan memperhatikan mangsanya. Tidak lama itu, Apa yang rubah inginkan tiba-tiba muncul seekor burung bangau yang sangat besar.

Dengan mengetahui kedatangan burung bangau, secara perlahan-lahan bergerak menghampiri mangsa dengan tanpa adanya suara. Setaelah saatnya tiba dan rubah mengambil posisi baik untuk dapat menangkap bangau tersebut. Pada saat rubah melompat untuk meraih bangau, Burung tersebur terkejut dan secara spontan bangau mematuk kepala pemangsa ambil menghindari serangan rubah sehingga sang burungpun berhasil terbebas dar ancaman.

Dengan kegagalan yang ia terima, Sang pemangsapun pergi meninggalkan tempat dimana ia mengalami kegagalan. Tidak jauh melangkah, Untuk kesempatan kedua, Rubah mencium aroma daging dan tanpa berpikir panjang sang rubahpun mulai mengikuti arah datangnya aroma sehingga sumbernya ditemukan.

Aroma yang tercium dari ruba itu tidak lain dari daging yang merupakan hasil buruan dari sekelompok serigala. Dengan melihat sekelompok serigala makan dengan sangat bernafsu sampai sang rubah meneteskan air liur, Ia bertekat untuk menyelinap sebaik mungkin agar mendapatkan daging itu.

Sekelompok serigala yang sedang asik makan dan tanpa menyadari adanya yang mengintai hasil buruan mereka dan pada saat mereka lengah, sang rubah akan memanfaatkan kesempatan untuk mencuri daging dan kemudian dapat berlari sambil membawa hasil curiannya menuju kearah sungai. Saat melintasi daerah sungai dan berjalan diantara pepohonan yang tumbang dengan santainya sehingga ia kaget saat melihat air sungai, sang rubah tidak sadar dengan melihat bayangannya dimana ia mengira bayangan tersebut adalah Rubah lain yang ternyata itu adalah bayangannya sendiri. Ia yang mengira bahwa bayangannya itu adalah rubah lain yang membawa daging lebih besar darinya dan sangat ingin merebut daging yang dilihatnya itu. Daging hasil curiannya tersebut lalu dilepaskannya dan ia melihat lagi bayangannya tidak lagi menggigit daging.

Tidak lama kemudian ia sadar dan itu hanyalah bayangan dirinya sendiri. Terlanjur sudah membuang apa yang telah didapatnya dan dengan rasa penyesalan yang sangat besar atas kebodohan yang telah ia lakukan. Dalam hati ia berkata,” Mengapa aku sangat bodoh sekali, Padahal dengan apa yang aku lihat tadi hanyalah bayanganku sendiri. Aku baru saja membuang makananku hanya untuk mendapatkan makanan yang lebih besar.”