Yuk Kenali Cartwheel, Galaksi Yang Bentuknya Menyerupai Roda Pedati

Kita semua tahu kalau Galaksi menjadi satu bagian atau satu kelompok dimana planet dan juga berbagai benda angkasa. Banyak hasil sensus atau pencacahan terbaru dari alam semesta yang mengungkap jumlah galaksi meningkat sepuluh kali lipat dari cacah galaksi sebelumnya yakni 200 miliar galaksi. Nah, diantara banyaknya jumlah Galaksi yang ada, ada satu Galaksi yang memiliki bentuk unik menyerupai roda pedati lho. Galaksi tersebut bernama Cartwheel.

Nah, bagi anda yang baru mendengar nama dan masih bingung mengenai Galaksi tersebut, silahkan lihat penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Galaksi?

Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem dan terdiri dari banyak benda-benda angkasa berukuran besar yang dikelilingi oleh benda-benda angkasa secara teratur. Menurut para ahli Astronomi, pengertian galaksi adalah sistem yang terdiri atas bintang, debu dan gas yang sangat luas, dengan gaya gravitasi yang dimiliki anggotanya. Umumnya suatu galaksi terdiri dari milliaran bintang dengan warna, ukuran dan karekteristik yang beragam.

Secara etimologi, galaksi berasal dari bahaya yunani yaitu Galaxias yang berarti sesuatu yang menyerupai susu, karena waktu itu tampak pita putih samar pada penampakannya di angkasa. Dalam perkembangannya kemudian berubah menjadi “nebula spiral” untuk objek tertentu, lalu istilah tersebut berganti menjadi “island universe” yang berarti pulau alam semest, namun kata tersebut berubah menjadi “universe” (alam semesta) berarti keseluruhan jagad raya, kemudian kata tersebut berubah menjadi galaksi.

Galaksi merupakan sebuah sistem yang berukuran sangat besar yang terdiri dari kumpulan milyaran bintang-bintang dan materi materi yang terletak diantara bintang tersebut, Galaksi memiliki sebuah inti yang terdiri dari bintang-bintang yang biasanya sudah berumur tua dengan jarak yang berdekatan. Galaksi mempunyai beberapa bentuk, seperti spiral, elips, dan ada juga yang tidak beraturan. Luas galaksi mencapai 100.000 TC atau tahun cahaya.

Sejarah Galaksi

Dahulu beberapa peneliti melakukan pengamatan terhadap galaksi, yaitu dengan menggunakan sebuah teleskop/teropong. Galileo adalah pengamat pertama yaitu pada tahun 1609 dengan menggunakan teleskop astronomi temuannya. Ia melihat kabut cahaya milky way sebenarnya terdiri dari bermilyar bintang yang cahayanya melemah, karena jaraknya terlalu jauh. Milky way adalah kumpulan bintang yang terletak di galaksi bima sakti. Kemudian Thomas Wright pada tahun 1755 juga melakukan pengamatan pada galksi yang menemukan matahari juga terletak didalam kumpulan bintang tersebut, dan bentuknya seperti piringan. Dan terjadi gaya gravitasi atau gaya tarik yang terdapat di dalam galaksi.

Pada tahun 1845, Lord Rose menilai melalui teleskop dan membedakan antara nebula elips dan nebyla spiral. Pengamatan-pengamatan pun terus dilakukan, hingga pada tahun 1912, Leavit menemukan bahwa awan magellan berada cukup jauh dari Bima Sakti (500.000 TC). Hal ini pun menandai bahwa ia bukanlah anggota bima sakti. Sehingga ia menyimpulkan bahwa sanya diluar bima sakti ada sejumlah galaksi lain. Pada tahun 1920, Hubble mengemukakan teori yang disebut dengan teori Hubble, yaitu dia berhasil menyelesaikan bagian luar spiral. Hubble membuat percobaan dan menjelaskan Bima Sakti dan kedudukannya.

Harlow Shapley dan George Ellery Hale adalah orang yang membangun pengertian tentang galaksi, yang juga memaparkan mengenai dua macam nebula, yaitu nebula gas dan spiral. Shapley mengembangkan metode untuk mengukur jarak yang diterapkannya untuk mengukur galaksi Bima Sakti. Hale berperan dalam pengembangan teleskop berukuran besar dan digunakan untuk mengamati bintang dan nebula. Dari temuan temuan mereka lah kemudian kita dapat menyimpulkan Bima Sakti hanyalah sebuah galaksi yang kita ketahui dari sekian banyak galaksi-galaksi yang terdapat di alam semesta.

Lalu, Apa Itu Galaksi Cartwheel?

Galaksi Cartwheel (juga dikenal sebagai ESO 350-40) adalah galaksi lentikular dan galaksi cincin berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya di rasi bintang scluptor. Luas galaksi ini sekitar 150.000 tahun cahaya dan memiliki massa sebesar 2.9–4.8 × 109 massa matahari dan berotasi pada 217 km/s.

Galaksi ini ditemukan oleh Fritz Zwicky pada tahun 1941. Zwicky menganggap penemuan ini menjadi “salah satu struktur yang paling rumit yang menunggu penjelasannya berdasarkan dinamika bintang. ”Perkiraan rentang galaksi ini mencapai 150.000 tahun cahaya, yang sedikit lebih besar dibandingkan Galaksi Bimasakti. Objek tersebut pertama kalinya ditemukan menggunakan kamera wide-field Teleskop U.K. Schmidt dan kemudian dipelajari secara lebih rinci menggunakan Teleskop Anglo-Australia.

Terletak sekitar 500 juta tahun cahaya di rasi bintang sculptor, bentuk galaksi yang seperti wahana bermain kincir angin ini adalah hasil dari tabrakan antar galaksi yang ganas. Sebuah galaksi yang ukurannya lebih kecil telah melintas ke arah cakram galaksi yang besar dan menghasilkan gelombang kejut yang menyapu gas dan debu, seperti riak yang dihasilkan saat sebuah batu terjatuh ke sebuah danau dan memicu daerah-daerah pembentukan bintang secara intens (tampak berwarna biru). Cincin di bagian terluar galaksi, yang berukuran 1,5 kali lipat dari Bima Sakti kita, yang menandai gelombang kejut terdepan. Objek ini adalah salah satu contoh paling dramatis dari kelas galaksi cincin berukuran kecil.

Gambar ini diproses ulang berdasarkan data gambar galaksi cartwheel yang sebelumnya telah diambil Hubble pada tahun 2010, dan memberikan lebih banyak detail pada gambar daripada yang terlihat pada gambar sebelumnya.

Bagaimana Evolusinya?

Sebuah tabrakan spektakuler antara dua galaksi terlihat di Teleskop luar angkasa NASA Hubble gambaran warna yang benar dari galaksi Cartwheel. Galaksi ini pernah menjadi galaksi spiral normal sebelum mengalami tabrakan dengan pendampingnya yang lebih kecil sekitar 200 juta tahun yang lalu (yaitu, 200 juta tahun sebelum gambar). Ketika galaksi terdekat melewati galaksi Cartwheel, kekuatan tabrakan itu menyebabkan gelombang kejut yang kuat melalui galaksi.

Bergerak dengan kecepatan tinggi, gelombang kejut menyapu gas dan debu, menciptakan Starburst di sekitar bagian tengah galaksi yang selamat. Hal ini menjelaskan cincin kebiruan di sekitar pusat, yang sebagian cerah. Hal ini dapat dilihat bahwa galaksi ini mulai membentuk kembali galaksi spiral yang normal, dengan lengan menyebar keluar dari inti pusat.dengan lengan menyebar keluar dari inti pusat.

Atau, model yang didasarkan pada ketidakstabilan gravitasi Jeans dari kedua axisymmetric (radial) dan gangguan gravitasi kecil-amplitudo nonaxisymmetric (spiral) memungkinkan hubungan antara materi gumpalan yang berkembang dan gravitasi axisymmetric stabil dan gelombang nonaxisymmetric yang mengambil bentuk sebuah cincin dan jari-jari.

Sumber Sinar-X

Bentuk yang tidak biasa dari Galaxy Cartwheel mungkin karena tabrakan dengan galaksi yang lebih kecil seperti yang ada di kiri bawah gambar. Bintang terbaru meledak (formasi bintang akibat gelombang kompresi) telah menyinari pelek Cartwheel, yang memiliki diameter lebih besar dari Bima Sakti. Formasi bintang melalui galaksi Starburst, seperti Galaxy Cartwheel, menghasilkan pembentukan bintang besar dan sangat bercahaya.

Ketika bintang masif meledak sebagai supernova, mereka meninggalkan bintang neutron dan lubang hitam. Beberapa bintang neutron dan lubang hitam ini memiliki bintang pendamping terdekat dan menjadi sumber sinar-X yang kuat saat mereka menarik perhatian dari teman mereka (juga dikenal sebagai sumber sinar X ultra dan hyperluminous). Sumber sinar-X yang paling terang kemungkinan adalah lubang hitam dengan bintang pendamping dan muncul sebagai titik putih yang berada di sepanjang tepi gambar sinar-X. Cartwheel berisi sejumlah besar sumber sinar X biner lubang hitam ini, karena banyak bintang masif terbentuk di ring.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai Cartwheel, galaksi yang bentuknya menyerupai roda kincir, semoga bermanfaat.