Menguak Kisah Misteri Es Hijau Di Antartika

Mungkin Anda sering bertanya-tanya dan kadang bingung ketika bercerita tentang benua yang  satu ini. Dimana benua tersebut diselimuti oleh hamparan es yang sangat luas. Yups, benua tersebut adalah benua Antartika, yang memiliki keindahan yang sangat indah dan tidak dihuni oleh manusia.

Benua Antartika merupakan benua yang hampir seluruh daratannya ditutupi oleh es. Terletak di Kutub Selatan, benua ini menyimpan banyak misteri yang hingga saat ini masih belum banyak terkuak. Orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di benua Antartika adalah Richard E. Byrd, seorang perwira angkatan laut AS. Beliau menjelajahi Antartika pada tahun 1928-1930, bersama dengan 2 kapal laut dan tiga pesawat udara.

Di benua Antartika tidak terdapat permukiman. Hal tersebut terjadi dikarenakan perubahan cuaca yang sangat ekstrim dan suhu yang benar-benar dingin sehingga tidak ada yang dapat bertahan hidup di sana, kecuali di dalam ruangan. Oleh karena itu, manusia yang hidup di sana hanya untuk beberapa waktu dengan tujuan melakukan penelitian.

Meskipun memiliki suhu ekstrim, tercatat ada 1.150 spesies jamur yang telah diidentifikasi bertahan hidup di Antartika. Jamur dapat beradaptasi dengan sempurna pada suhu rendah yang ekstrim serta siklus pembekuan dan pencairan terus menerus dan berulang.

Antartika dianggap sebagai gurun dengan curah hujan hanya 200 mm (8 inci) di sepanjang pantai dan jauh lebih sedikit di pedalaman. Tempat terdingin di muka bumi ini sebagian besar tertutup es yang mencapai -89 °C (-129 °F). Hanya organisme yang dapat hidup dan beradaptasi di suhu dingin termasuk berbagai jenis fungi, alga, bakteri, protista dan tumbuhan. Selain itu ada beberapa hewan seperti penguin, nematoda dan anjing laut. Vegetasi yang ada hanya tundra. Ada sesuatu hal aneh yang terjadi di Antartika, yaitu es air murni yang  berubah menjadi warna jadi hijau. Mungkin masih banyak yang belum tau apa penyebab hal tersebut. Nah, berikut ini adalah penjelasannya.

NASA mengungkapkan bahwa itu disebabkan oleh plankton.

  • Es hijau muncul di pelabuhan Granit Antartika, sebuah teluk dekat laut Ross.
  • Fitoplankton di permukaan air adalah perubahan warna es laut menjadi warna hijau.
  • Fitoplankton biasanya berkembang di perairan sekitar Antartika di belahan bumi selatan pada musim semi dan musim panas ketika tepi es laut surut dan lebih banyak sinar matahari.
  • Es hijau mengambang di laut Ross adalah sebuah fenomena yang sepenuhnya alami.
  • Warna hijau di es disebabkan oleh Phytoplanton di permukaan air dan perubahan warna lautan es.

Foto menunjukkan lumpur es hijau mengambang di Teluk.

Dr. Jan Lieser, seorang ilmuwan iklim dan ekosistem koperasi Research Center Australia mengatakan bahwa perubahan es laut dipermukaan air disebabkan oleh Phytoplanton. Phytoplanton juga disebut Mikroal (tanaman laut mikroskopik yang mengapung di bagian atas air laut yang dapat ditembus oleh sinar matahari). Tumbuhan ini mirip dengan tumbuhan darat yang mengandung klorofil untuk bertahan dan tumbuh. Tumbuhan ini biasanya berkembang di perairan sekitar Antartika di belahan bumi Selatan pada musim semi dan musim panas ketika tepi es laut surut dan terkena sinar matahari.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Phytoplanton tumbuh besar adalah angin, sinar matahari dan ketersediaan hara serta predator. Pada awal 2017, es yang berlabuh ke tepi pantai tidak terlalu banyak, hal ini diduga bahwa es membantu ‘biji’ Phytoplanton tumbuh. Bunga ini dapat menghasilkan senyawa sangat beracun yang memiliki efek yang merugikan pada ikan, kerang, mamalia, burung dan bahkan manusia.

Angin pantai lepas dan sinar matahari adalah hal yang disukai oleh tanaman ini untuk mekar. Phytoplanton penting bagi ekologi Laut Selatan karena mereka memakan zooplankton, ikan, ikan paus dan spesies laut lainnya.

Tetapi para peneliti masih tidak yakin mengapa Phytoplanton mekar di musim gugur. Para peneliti bisa belajar lebih banyak tentang fenomena ini pada April 2017, dimana ekspedisi lain dijadwalkan untuk mengunjungi daerah tersebut.