Jenis Hujan Lengkap Dengan Artinya

Hujan adalah tetesan air yang jatuh pada permukaan Bumi Karena endapan air yang ada di Udara. Hujan juga bisa dikatakan karena Sinar Matahari yang menyinari bumi dengan meresap Air yang ada pada atas dan permukaan tanah yang dikumpulkan pada awan, dan apabila awan akan berubah warna hampir kehitaman itu menandakan akan turunnya hujan. Ini diartikan sebagai Perubahan uap air di Udara sehingga terbentuknya butiran air karena Proses pengembunan. Berdasarkan pengetahuan, Air yang berada dalam awan akann menjadi butiran Air ketika awan berbenturan dengan awan yang lain akan menyebabkan gumpalan air tersebut akan jatuh kebumi berbentuk butiran air.

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui, Berdasarkan proses terjadinya hujan dimana hujan memiliki berbagai macam jenis seperti Hujan Orografis, Hujan konveksi, Hujan frontal dan juga Hujan buatan.

Untuk menambah pengetahuan anda lebih banyak lagi, Disini kita akan membantu anda untuk memahami lebih jauh mengenai Jenis-jenis hujan dan pengertiannya.

Jenis-jenis hujan dan pengertiannya

Hujan Orografis. Topografi merupakan faktor utama terjadinya Hujan. Uap air yang dibawa oleh angin saat melewati pegunungan dengan udara yang bergerak keatas lereng maka udara akan semakin dingin sehingga Uap air akan mengalami pengembunan dengan berubah bentuk menjadi tetesan air kemudian membentuk awan. Tetesan air yang semakin banyak akan terbentuk dimana pada akhirnya akan membentuk awan. Ini akan menimbulkan Hujan pada lereng dimana arah datangnya angin tersebut. Angin yang terus bertiup melintasi puncak lereng tidak akan lagi membawa uap air sehingga tidak akan terjadi turunnya hujan.

Hujan Konveksi. Ini adalah hujan yang dikenal sebagai Zenith yang sangat sering terjadi pada siang hari. Udara cerah pada siang hari dengan permukaan bumi yang sangat panas. Ini mengakibatkan air akan naik dengan proses yang sangat cepat. Uap air yang diresap keatas akan mengalami pengembunan sehingga dapat terjadinya turun hujan. Hujan jenis ini biasanya akan turun dengan sangat lebat yang sering terjadi pada daerah yang sempit dan hanya akan berlangsung tidak akan lama.

Hujan Frontal. Ini merupakan dua jenis Udara dengan masing-masing temperatur yang berbeda. Jenis hujan ini terjadi dikarenakan udara yang hangat menjadi udara yang dingin karena berada diatas udara. Udara yang hangat akan terangkat kemudian mendingin dengan membentuk tetesan air atau awan. Pembentukan awan karena air akan jatuh maka itu disebut dengan hujan Frontal. Ini sering terjadi pada daerah lintang sedang dimana udara dapat bergerak pada daerah yang bersuhu tinggi.

Hujan Buatan. Berdasarkan jaman teknologi yang semakin berkembang di bidang Meteorologi, telah memberikan banyak pelajaran yang bermanfaat kepada Manusia dengan membuat hujan buatan. Ini dilakukan dengan cara menaburkan bahan kimia seperti Argentium Lolida dengan tujuan mempercepat proses pembentukan awan. Untuk melakukannya, ini sering dilakukan pada saat terjadinya musim kemarau dan juga dapat di lakukan untuk mengatasi bencana alam seperti Kebakaran hutan.

Untuk lebih lengkap lagi, ada juga beberapa macam jenis Hujan lain yang patut juga bagi anda untuk mengetahuinya seperti:
Hujan Es. Ini juga bisa disebut sebagai Hujan batu dimana hujan yang turun kebumi seperti Butiran Es. Jika ini sering terjadi, itu disebabkan karena arus udara mengandung banyak uap air yang bergerak untuk mencapai lapisan udara dengan suhu yang tinggi sehingga suhu udara akan turun sangat derastis. Ini mengakibatkan Uap air yang ada di Udara berubah dengan sangat cepat dengan membentuk Kristal Es sehingga jatuh kebumi sebagai hujan Es.
Hujan Salju. Hampir sama dengan Hujan Es. Perbedaan dari kedua hujan tersebut dimana Es salju merupakan Es halus. Sedangkan hujan es adalah hujan batu yang berbentuk Kristal es. Akan tetapi, Hujan salju terbentuk karena disebabkan oleh uap air mengalami pendinginan hingga terjadinya titik beku. Salju yang telah jatuh kebumi tidak akan mencair kerena Bumi memiliki suhu yang sangat dingin. Ini sangat sering terjadi pada daerah kutub sepertri pada puncak gunung yang tinggi Seperti hujan salju yang pernah terjadi di Indonesia yang tepatnya di Papua npada puncak gunung jaya wijaya.
Hujan rintik-rintik. Butiran hujan yang dikenal dengan hujan Rintik-rintik terjadi karena Butiran iar pada awan sangat kecil. Hujan ini terjadi dari awan yang berlapis dengan kerendahan yang sangat dekat dengan permukaan Bumi.
Hujan Asam. Ini sering terjadi pada beberapa negara Industri seperti Eropa dan Amerika Serikat. Ini disebabkan karena terjadinya pencemaran udara dari Pabrik yang mengeluarkan banyak Asap sehingga hujan asam terjadi. Hujan tersebut adalah hujan yang mengandung Zat asam yang mengendap sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Udara yang mengandung Zat asam seperti Oksida Sulfur dan Oksida Nitrogen yang berasal dari asap pabrik akan berubah menjadi bahan kimia di udara yang akan jatuh kebumi sebagai hujan asam. Hujan yang mengandung zat asam dapat merugikan lingkungan seperti kerusakan hutan dan ikan yang ada di sungai akan bermatian.