Nyatakah Misteri Mati Gancet Yang Membuat Muda-Mudi Ketakutan?

Gancet, bagi kamu yang belum pernah mendengar istilah ini sebelumnya, itu adalah peristiwa unik dan langka yang dialami oleh pasangan yang tengah bercinta namun mereka tak mampu untuk berpisah. Semakin banyaknya seks bebas yang meraja lelah yang sering menyebabkan terjadinya mati gancet. Parahnya lagi seks bebas yang dilakukan tidak mengenal yang namannya usia loh. Pergaulan sekarang jauh lebih kritis dibandingkan era sebelum-sebelumnya. Mungkin faktor globalisasi dari berbagai budaya hampir tercampur budaya barat.

Gancet, dalam arti harfiahnya ialah organ intim keduanya tidak bisa dipisahkan. Biasanya fenomena ini selalu berakhir dengan kematian. Gancet adalah keadaan di mana penis terjebak di dalam vagina ketika penetrasi seks sedang berlangsung. Dalam ranah medis, gancet lebih dikenal dengan istilah penis captivus. Banyak yang percaya gancet bisa menyebabkan kematian, sampai-sampai muncul istilah khusus yaitu mati gancet.

Fenomena ini menurut masyarakat adalah semacam karma akibat hubungan yang tidak legal. Memang banyak kasus mati gancet yang terjadi rata-rata dialami oleh pasangan-pasangan tak resmi. Mulai dari bercinta dengan selingkuhan sampai mereka yang belum terikat pernikahan. Kematian gancet ini sendiri sangat kental dengan mitos, namun ia juga memiliki penjelasan medis.

Tapi konon katanya mati gancet sering dikait-kaitkan dengan mistis. Mungkin beberapa dari kalian juga pernah mendengarnya, tapi pasti tak terlalu paham dengan maknanya. Cukup aneh memang, mengapa gancet bisa dikaitkan dengan hal yang mistis? Apakah ada penjelasannya secara medis?

Benarkah Mati Gancet Sebuah Kutukan?

Ini adalah pendapat yang paling sering kalian dengar di Indonesia soal gancet. Bahkan salah satu film Suzanna sempat menyertakan adegan di mana sepasang kekasih mengalami gancet sampai tewas. Tidak tahu darimana asalnya, kebanyakan orang awam menduga gancet karena kutukan.

Banyak yang percaya jika sepasang kekasih yang belum muhrimnya melakukan hubungan seksual, akan sering terjadi gancet. Apalagi jika muda-mudi itu bercinta di lokasi yang angker seperti kuburan atau tempat keramat. Konon katanya, makhluk halus penunggu tempat itu merasa jijik dengan ulah kedua orang tersebut.

Karena perilaku mereka yang kotor, sang jin penunggu memberikan kutukan sehingga saat bercinta maka alat kelamin pria tidak bisa lepas dari alat kelamin wanita. Nah lho, kalian sering dengar yang ini kan?

Mati Gancet Menurut Para Medis

Sampai saat ini fenomena mati gancet belum banyak dibahas oleh para tenaga kesehatan sehingga informasinya masih sangat terbatas. Belum ada laporan medis yang mencatat bahwa gancet itu sendiri bisa menyebabkan kematian.

Pada kasus-kasus gancet yang dilaporkan, biasanya justru salah satu pasangan meninggal karena serangan jantung atau stroke. Kematian saat berhubungan seks membuat penis yang masih dalam keadaan ereksi jadi sulit ditarik keluar. Ini karena penis masih terjepit otot-otot panggul bawah pada dinding vagina yang berkontraksi hebat. Padahal untuk menarik penis yang ereksi keluar dari vagina, Anda membutuhkan kesadaran untuk mengendalikan anggota tubuh.

Mati gancet lebih tepat jika dimaknai sebagai kematian yang berujung pada gancet, bukan gancet yang menyebabkan kematian. Pasalnya gancet sendiri merupakan kondisi yang bisa disembuhkan atau diatasi dengan risiko komplikasi yang minim.

Mengenai kejadian gancet yang berlangsung selama berjam-jam atau hingga berujung kepada kematian, masih menyimpan kemungkinan yang belum bisa disingkirkan. Meskipun ini merupakan kasus yang langka, kasus gancet yang selama ini sering dianggap sebagai rumor, berpotensi pernah terjadi juga di Indonesia. Namun sayangnya publikasi medis terkait sulit ditemukan.

Bagaimana Gancet Bisa Terjadi?

Di berbagai belahan dunia, fenomena langka ini sering kali dikaitkan dengan kasus-kasus hubungan seks gelap. Misalnya pada pasangan yang berselingkuh atau belum terikat hubungan pernikahan. Pada kenyatannya, sejumlah penelitian dan studi kasus membuktikan bahwa penis captivus atau gancet bisa terjadi pada siapa saja.

Menurut dr. John Dean, seorang ahli kesehatan seksual asal Inggris, gancet bisa terjadi saat otot-otot panggul bawah wanita yang terletak pada area vagina berkontraksi sangat kuat ketika penis berada dalam vagina. Karena kontraksi tersebut, vagina pun jadi lebih rapat dan menjebak penis di dalamnya. Ketika terjebak, darah akan mengalir lebih deras menuju batang penis. Akibatnya penis akan makin membesar dan mengalami ereksi hebat. Hal ini membuat organ intim laki-laki tersebut jadi makin susah keluar dari vagina.

Sementara itu untuk faktor psikis rupanya kerap didorong karena rasa takut. Bagi beberapa wanita, bercinta adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan suami mereka. Tapi ketika cinta sudah berubah menjadi nafsu, prinsip itu bisa hilang. Mereka akan terbawa dalam indahnya nafsu meski masih dihantui rasa takut.

Ketakutan-ketakutan seperti rasa nyeri, takut hamil, penyakit kelamin, kotor, dosa sampai memalukan mendorong wanita menilai seks sebagai hal negatif. Saat hal itu terjadi, maka otak secara tidak sadar akan memberikan sinyal kuat ke bagian otot di alat kelamin yang menimbulkan fenomena gancet itu sendiri.

Perbedaan Penis Captivus dan Vaginismus

Penis captivus atau gancet sering dikaitkan dengan vaginismus. Padahal, kondisi ini berbeda. Vaginismus adalah kondisi ketika otot vagina mengalami kejang pada saat dimasuki sesuatu, seperti penis. Sementara itu pada kondisi penis captivus, penis justru terperangkap di dalam vagina dan tidak bisa keluar.

Vaginismus kemungkinan ada kaitannya dengan rasa takut atau cemas ketika akan berhubungan seks. Para ahli medis pun belum mendapatkan bukti kuat mengenai penyebab penyakit ini. Untuk kondisi vaginismus, wanita yang mengalaminya dapat berlatih untuk mengontrol otot di sekitar vagina. Salah satu caranya adalah dengan rutin melakukan senam kegel.

Di antara masyarakat, penis captivus atau gancet sering kali dianggap sebagai hasil dari perilaku asusila. Beberapa ahli ada yang menganggap gancet sebagai jenis vaginismus yang jarang terjadi.

Kasus Gancet Yang Pernah Terjadi

Kasus gancet sangat jarang terjadi. Hanya ada beberapa kasus yang sempat dilaporkan di dunia medis. Dua di antaranya yang dilaporkan pernah terjadi adalah pada tahun 1870 dan1872.

Kejadian pertama melibatkan pasangan muda yang baru menjalani enam bulan masa pernikahan. Ketika mereka berhubungan seksual, terjadi kontraksi vagina yang kuat hingga terjadi kejang otot vagina. Bagi pria, kondisi tersebut membuat penis tidak dapat dikeluarkan dari vagina dan turut merasakan nyeri. Pada beberapa kejadian, peristiwa semacam ini terjadi selama lebih dari sepuluh menit.

Yang kedua terjadi pada tahun 1872, melibatkan sebuah pasangan yang telah menikah selama setahun. Sebelumnya pasangan tersebut memiliki hubungan seksual yang normal, tapi kemudian keanehan ini terjadi, yaitu terjepitnya penis di dalam leher vagina. Meski begitu, lama-kelamaan ketika ketegangan berkurang, penis bisa dikeluarkan dengan sendirinya.

Lalu, kira-kira apa yang bisa dilakukan jika terjadi mati gancet?  Gancet biasanya hanya berlangsung selama kira-kira 10 menit. Setelah itu, otot-otot panggul bawah wanita akan melemas sendiri dan melepaskan penis. Ereksi penis juga akan berangsur-angsur menghilang karena darah yang tadinya berkumpul di daerah intim mulai mengalir ke bagian tubuh yang lain.

Untuk mempercepat proses pelemasan otot panggul bawah dan penis, jangan panik dan cobalah untuk memikirkan hal-hal yang bisa memadamkan gairah seks Anda. Jika tak berhasil juga, Anda perlu mencari bantuan medis gawat darurat. Dokter akan menyuntikkan obat yang biasanya digunakan untuk ibu bersalin. Obat tersebut akan memicu bukaan pada rahim dan vagina.

Dari sisi mistis dan mitos gancet adalah karma atau hukuman, namun dari kacamata medis ini hanyalah gangguan alat kelamin saja. Meskipun demikian, peristiwa ini masih banyak dipandang dari sisi mitosnya. Soal gancet sebenarnya tak melulu menimpa pasangan tak sah saja, di luar negeri juga pernah ditemui kasus yang serupa namun dialami oleh pasangan pengantin baru. Jadi, kesimpulannya gancet mungkin bisa terjadi kepada siapapun.