Inilah Kebiasaan Yang Sering Dilakukan Orang Bahagia

Menjadi benar-benar bahagia mengharuskan Anda mengembangkan beberapa kebiasaan positif yang memperbaiki mood dan membuat Anda tetap optimis. Berikut adalah beberapa kebiasaan orang bahagia yang mungkin ingin Anda masukkan ke dalam hidup Anda.

1. Mengungkapkan Syukur

Studi demi studi menunjukkan bahwa rasa syukur membuat Anda lebih bahagia. Ini membantu Anda menikmati pengalaman, meningkatkan kesehatan, membangun hubungan yang lebih baik dan memiliki lebih banyak emosi positif. Alasan bersyukur sama dengan kebahagiaan itu sederhana saja. Semakin Anda berfokus pada apa yang di syukuri, semakin Anda akan melihat hal-hal yang patut disyukuri.

2. Memaafkan Orang Lain

Orang yang bahagia tidak tetap fokus pada orang-orang yang telah melakukan kesalahan. Sebagai gantinya, mereka memaafkan mereka dan melanjutkan hidup mereka. Kemampuan untuk melepaskan pengalaman negatif sangat penting untuk kebahagiaan secara keseluruhan.

3. Melakukan Hal yang Dicintai

Orang yang bahagia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Ketika sampai pada karir, hubungan, hobi dan waktu luang, orang-orang bahagia fokus pada pengalaman yang membuat mereka merasa puas dan baik di penghujung hari. Ini bisa sesederhana menonton awan dan sekuat akan mengejar gelar yang mereka inginkan.

4. Berolahraga

Menjadi kurus atau bugar tidak otomatis menyamai bahagia, tapi bangun dan bergerak. Olahraga merangsang otak, memperbaiki kesehatan mental dan melepaskan endorfin. Penelitian menunjukkan bahwa 20 menit latihan terfokus setiap hari dapat meningkatkan kebahagiaan setiap hari.

5. Tertawa

Tidak semua orang membuat tawa menjadi bagian dari hari mereka, tapi orang yang bahagia melakukannya! Mereka tahu bahwa menemukan hal-hal yang perlu ditertawakan penting untuk merasa baik tidak peduli situasinya. Tertawa bisa membubarkan kemarahan, memperbaiki mood, meningkatkan energi, mengurangi rasa sakit, mengurangi stres dan melepaskan bahan kimia merasa baik yang disebut endorfin. Singkatnya, tawa benar-benar obat terbaik untuk emosi negatif.

6. Memaafkan Diri Sendiri

Tidak bisa memaafkan diri sendiri adalah seperti mengikatkan jangkar di leher Anda dan membiarkannya perlahan menarik Anda ke bawah. Orang yang bahagia tidak berpegang pada apa yang telah mereka lakukan salah atau apa yang telah mereka gagalkan. Sebaliknya, mereka menyadari bahwa mereka adalah manusia dan membuat kesalahan dan fokus untuk menghilangkan kesalahan di masa depan.

7. Mencerminkan Siapa Mereka Sebenarnya

Orang yang bahagia memiliki kesadaran yang tinggi tentang kepercayaan, suka, tidak suka dan keinginan mereka. Mereka tidak terjebak dalam dunia fantasi dimana ego sering mengambil alih dan memaksa mereka untuk menjadi cara tertentu agar disukai atau dihormati. Mereka memperhatikan siapa mereka (dan siapa mereka inginkan) dan mereka tetap setia pada kenyataan itu.

8. Tidak Memungkinkan Hubungan yang Tidak Sehat Dalam Hidup

Siapa yang mengelilingi diri Anda dengan mempengaruhi kebahagiaan secara besar-besaran. Ada pepatah yang bagus dari Maya Angelou “Ketika seseorang menunjukkan siapa Anda, percayalah kepada mereka”. Orang yang bahagia mengenali orang-orang yang berarti, negatif dan tidak hormat dan mereka juga menyingkirkannya dari kehidupan mereka atau menjaga jarak dari mereka.

9. Bekerja Menuju Sesuatu

Orang yang bahagia tidak hidup tanpa tujuan. Mereka mengenali kekuatan mereka di dunia ini dan bekerja untuk mencapai sesuatu yang membuat mereka merasa seolah-olah melakukan sesuatu yang berarti dalam kehidupan.

10. Fokus pada Kebahagiaan Lainnya

Sementara kebahagiaan mereka sendiri penting, keputusan dan perilaku mereka tidak hanya terfokus pada kepentingan pribadi. Mereka membuat kebiasaan mengenali apa yang membuat orang lain bahagia dan mereka sering menyesuaikan keputusan atau perilaku mereka untuk mendorong kebahagiaan orang lain. Ini tidak berarti mereka melakukan hal-hal yang membuat diri mereka menderita, tapi itu berarti mereka melihat nilai menjadi penyayang, penuh kasih, dan hormat.

11. Mengucap Terima Kasih dengan Sungguh-Sungguh

Ucapkan terima kasih, dengan sungguh-sungguh. Orang yang memiliki jurnal syukur (gratitude journal) setiap minggunya menjadi lebih sehat, lebih optimis, dan lebih mungkin untuk mencapai tujuan pribadi, menurut penulis Robert Emmons. Penelitian oleh Martin Seligman, pendiri psikologi positif, mengungkapkan bahwa orang yang menulis “surat terima kasih” kepada seseorang yang membuat perbedaan dalam hidup mereka mendapatkan nilai lebih tinggi pada kebahagiaan, dan lebih rendah pada depresi-dan efeknya berlangsung selama beberapa minggu.

12. Uang bukan Segalanya

Uang bukan menjadi prioritas. Orang yang menaruh prioritas tinggi untuk uang akan lebih berisiko untuk depresi, kecemasan dan rendah diri, menurut para peneliti Tim Kasser dan Richard Ryan. Temuan mereka berlaku di seluruh negara dan budaya. “Semakin kita mencari kepuasan di barang-barang material, semakin sedikit kita menemukan kepuasan itu di sana,” kata Ryan. “Kepuasan ini memiliki waktu yang sangat cepat berlalu.” Orang-orang yang memprioritaskan uang juga mendapatkan skor rendah pada tes vitalitas dan aktualisasi diri.

Jadi, jika ingin menjadi orang yang bahagia terapkanlah hal-hal diatas dalam hidup Anda. Semoga artikelnya bermanfaat.