Inilah Alasan Paspor Hanya Ada Empat Warna Di Dunia

Paspor adalah kunci untuk masuk ke negara-negara lain. Setiap traveler yang kerap melakukan perjalanan antarnegara tentu memiliki paspor. Menurut International Civil Aviation Organization (ICAO), paspor harus dibuat dari material lentur. Bahan dokumen tersebut dikatakan harus utuh di suhu ruang minus 10 hingga 62 derajat celcius dan mesti tetap terbaca dalam kelembaban 5 sampai 95 persen. Namun pernahkah anda memperhatikan bahwa dokumen perjalanan ini hanya dibuat dalam beberapa warna? Ternyata hanya ada empat warna paspor utama di dunia dan masing-masing negara memiliki alasan sendiri untuk memilih salah satu dari warna-warna untuk sampul tersebut. Kali ini kami akan memberi informasi tentang alasan pemilihan warna tersebut.

Merah

Ini adalah warna yang paling umum. Paspor dengan sampul merah sering dipilih oleh negara-negara dengan sejarah atau sistem komunis saat ini. Warga Slovenia, China, Serbia, Rusia, Latvia, Rumania, Polandia dan Georgia memiliki paspor yang berwarna merah. Negara-negara anggota kesatuan Eropa, kecuali Kroasia juga menggunakan paspor merah anggur dan nuansa lain dari merah. Negara yang tertarik bergabung dengan kesatuan Eropa seperti Turki, Macedonia dan Albania, mengubah warna paspor mereka menjadi merah beberapa tahun yang lalu. Komunitas Bangsa Andes seperti, Bolivia, Kolombia, Ekuador dan Peru juga memiliki paspor burgundy.

Biru

Ini adalah warna yang paling umum berikutnya. Sampul biru melambangkan “dunia baru”. 15 negara Karibia memiliki paspor yang berwarna biru. Dalam blok negara-negara Amerika Selatan sampul paspor biru melambangkan hubungan dengan buruh Mercosur serikat. Ini termasuk Brazil, Argentina dan Paraguay. Venezuela merupakan yang terkecuali di sini: itu juga milik serikat, namun warganya memiliki paspor merah. Paspor warga AS berubah menjadi biru hanya pada tahun 1976.

Hijau

Sebagian besar negara-negara Muslim memiliki paspor berwarna hijau. Contoh yang termasuk dalam negara-negara ini adalah Maroko, Arab Saudi dan Pakistan. Hijau dianggap sebagai warna favorit Nabi Muhammad yang merupakan simbol dari alam dan kehidupan. Beberapa Warga dari negara Afrika Barat misalnya, Burkina Faso, Nigeria, Niger, Pantai Gading dan Senegal juga memiliki berbagai dokumen perjalanan yang memiliki nuansa hijau. Dalam kasus mereka, warna menunjukkan bahwa mereka milik ECOWAS (Economic Community of West African States).

Hitam

Paspor paling langka adalah yang memiliki sampul hitam. Ini dapat ditemukan di antara beberapa warga negara Afrika seperti: Botswana, Zambia, Burundi, Gabon, Angola, Chad, Kongo, Malawi dan lain-lain. Warga negara Selandia Baru juga memiliki paspor hitam, hal ini dikarenakan hitam adalah warna nasional negara itu.

Beberapa paspor memiliki keunikan tersendiri yang digunakan untuk membedakan paspor satu negara dan lainnya. Beberapa negara menggunakan paspor dengan karya seni UV, yang memperlihatkan gambar ‘tersembunyi’ yang hanya terlihat di bawah sinar matahari. Negara yang menggunakan karya seni ini adalah Inggris, Amerika Serikat, serta China. Ada juga yang menjadikan paspor sebagai ‘flipbook’ seperti paspor milik Finlandia, di mana halaman paspor yang dibuka dengan cepat akan menunjukkan gambar animasi berupa rusa yang sedang berlari. Di paspor Indonesia pun terdapat berbagai karya seni berupa flora dan fauna Indonesia di setiap halamannya.

Ternyata, terdapat beberapa negara yang menggunakan warna di luar empat warna tersebut. Seperti Kanada, yang menggunakan paspor warna putih sebagai dokumen perjalanan sementara. Serta Norwegia yang memiliki 3 warna berbeda untuk paspor yakni putih, biru, serta merah.

Itulah beberapa alasan tentang pemilihan warna yang ada pada sampul paspor. Semoga hal ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan ya guys.