Asal Usul Terbentuknya ISIS

Mungkin nggak cuma media Indonesia saja yang dibanjiri dengan berita mengenai sebuah organisasi brutal Islam yang bernama ISIS, bahkan setiap negara di dunia juga belakangan ini sering di banjiri dengan berita ISIS. Organisasi islam radikal ini memiliki kepopuleran yang bahkan bisa mengalahkan kepopuleran organisasi Al-Qaeda.

Akan tetapi biarpun organisasi ini populer, ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu ISIS. Nah di artikel kali ini saya akan ngebahas apa itu ISIS dan bagaimana mereka terbentuk, biar nggak makin penasarn yuk kita baca kebawah:

Apa Itu ISIS

ISIS (islamic State in Iraq and Syria) adalah sebuah organisasi militan jihad yang bergerak di Irak dan Suriah. Organisasi ISIS mendapat dukungan dari berbagai kelompok pejuang Sunni.

Ideologi ISIS

ISIS adalah kelompok pejuang yang beraliran ekstremis yang mengikuti ideologi garis keras dalam menjalankan prinsip-prinsip jihad. ISIS adalah kelompok yang sangat ekstrim anti-Barat. ISIS beranggapan bahwa mereka yang tidak setuju dengan ideologinya sebagai kafir dan murtad. ISIS (sekarang IS) memiliki tujuan untuk mendirikan negara Islam di Irak, Suriah dan bagian lain dari Syam.

Beberapa dari komentator Sunni, salah satunya adalah Zaid Hamid, misalnya, serta Salafi dan mufti jihad seperti Adnan al-Aroor dan juga Abu Basir al-Tartusi, yang menuduh bahwa ISIS serta kelompok teroris yang terkait tidak mempresentasikan aliran Sunni sama sekali, melainkan menyatakan mereka adalah kelompok yang masuk kepada Khawarij yang tergolong kepada kelompok bid’ah yang melayani agenda kekaisaran anti-Islam.

Pandangan ISIS terhadap konflik Israel-Palestina menganggap pejuang Sunni Palestina yaitu kelompok pejuang Hamas sebagai organisasi murtad yang tidak mempuyai kewenangan yang sah untuk memimpin jihad, mereka anggap melawan Hamas sebagai langkah pertama sebelum menuju konfrontasi dengan Israel.

Asal Usul ISIS

Berawal dari invasi Amerika Serikat ke Iraq pada tahun 2003, sebuah kelompok ekstremis Islam di Iraq yang bernama Jama’at al-Tawhid wal-Jihad menyatakan bergabung dengan organisasi teroris yang paling terkenal kala itu, Al-Qaeda. Mereka menyatakan diri sebagai cabang Al-Qaeda di Iraq atau yang kemudian dikenal dengan sebutan “AQI” (Al-Qaeda Iraq). AQI bertujuan untuk mengusir tentara Amerika Serikat dari tanah Irak dan menolak kekuasaan Syiah, salah satu sekte Islam di Irak. Upaya AQI sayangnya tidak berhasil. Kelompok yang berada di bawah pimpinan Al-Zarqawi ini berhasil diredam pengaruhnya oleh pemerintah Irak saat itu.

Akan tetapi di tahun 2006, AQI telah gagal merebut kekuasaan di Irak dan kemudian mereka bergabung dengan kelompok-kelompok pemberontak di Irak lainnya dan membentuk Islamic State of Iraq atau yang disingkat ISI. Kelompok baru ini dipimpin oleh Abu Omar Al-Baghdadi dan memiliki tujuan yang sama dengan AQI. Namun, sekali lagi upaya ISI dalam meraih tampuk kekuasaan di Irak tidak berhasil.

Tepat di tahun 2011, munculah fenomena Arab Spring melanda. Arab Spring menandai periode ketidak stabilan di Timur Tengah. Saat itu, hampir seluruh negara di Timur Tengah mengalami perlawanan dari kelompok pemberontak di dalam negaranya, tak terkecuali Suriah. Bahkan pemerintahan Bashar Al-Assad di Suriah mendapat perlawanan dari organisasi militan Islam bernama Jabhat Al-Nusra.

Kekacawan ini justru menjadi kesempatan emas bagi ISI untuk meraih kejayaan. Kemudian ISI bergabung dengan Al-Nusra pada tahun 2013 dan membentuk Islamic State of Iraq and Syria atau yang biasa disingkat menjadi ISIS. Seperti namanya, ISIS bertujuan untuk membentuk kekhalifahan Islam di Irak dan Suriah. Namun, seiring dengan perkembangannya ISIS mulai menetapkan tujuan yang lebih ambisius, yaitu mendirikan kekhalifahan Islam dunia yang dipimpin oleh Abu Bakar Al-Baghdadi.

Kali ini, upaya ISIS cukup membuahkan hasil. ISIS berhasil berkuasa di banyak wilayah di Timur Tengah, termasuk kota-kota penting di Irak dan Suriah. Bahkan pengaruh ISIS kini telah mendunia dan memasuki negara-negara di Asia Tenggara, seperti yang terjadi di Indonesia dan Filipina. ISIS telah mendapat pengakuan dari berbagai ulama besar di Indonesia dan diduga telah berhasil merekrut lebih dari lima ratus orang warga Negara Indonesia.

Siapa Yang Membiayai ISIS

Ketika merebut kota Mosul ISIS mendapatkan uang sekitar 500 miliar Dinar atau setara dengan 5 Triliyun Rupiah dari Bank Sentral Irak. Bahkan kini organisasi islam radikal ini diduga telah mengantongi dana jihad sebesar dua miliar US Dollar. Pada mulanya dukungan keuangan didapat dari sejumlah orang di negara Teluk Arab.

Sekarang ISIS adalah organisasi yang membiayai diri sendiri, dengan pemasukan jutaan dolar per bulan dari ladang minyak dan gas, di samping pajak, jalan tol, penyelundupan, pemerasan dan penculikan. Pemerintah Irak menuding bahwa Arab Saudi mendukung perang yang dilancarkan ISIS. Akan tetapi ini masihlah tudingan saja. Belum ada yang dapat membuktikannya.

Daerah Kekuasaan ISIS

1. Daerah kekuasaan ISIS di Irak :

  • Wilayah Selatan
  • Wilayah Diyala
  • Wilayah Baghdad
  • Wilayah Kirkuk
  • Wilayah Salahuddin
  • Wilayah Anbar
  • Wilayah Ninewa

2. Daerah kekuasaan ISIS di Suriah :

  • Wilayah Al Barakah (Hasaka)
  • Wilayah Al Kheir (Deir al Zour)
  • Wilayah Al Raqqah
  • Wilayah Al Badiya
  • Wilayah Halab (Aleppo)
  • Wilayah Idlib
  • Wilayah Hama
  • Wilayah Damaskus
  • Wilayah Pesisir (Al Sahel)

Abu Bakr Al-Baghdadi pemimpin ISIS, kini sudah mampu memiliki jumlah milisi sekitar 15.000 milisi yang aktif, bahkan kini sudah bertambah sampai 30.000-50.000 orang. Organisasi ini di kenal brutal karena mereka adalah kaum militan yang menginterpretasi Islam Sunni secara ekstrem. Mereka mengklaim bahwa dasar tindakan brutal adalah ayat Alquran.