Amazing! Ada Gereja Tenggelam Di Potasi

Banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga maupun mempertahankan kota yang dia pimpin. Kadang hal yang dilakukan oleh pemerintah tidak mengganggu penduduknya, akan tetapi kadang hal tersebut meresahkan dan bahkan sangat mengganggu penduduknya. Mungkin hal yang dialami oleh penduduk kota Potasi adalah salah satu hal yang sangat meresahkan penduduknya, karena mereka harus meninggalkan dan melupakan kota mereka sendiri.

Potasi

Potosi adalah kota Venezuela di barat negara bagian Táchira. Kota ini merupakan salah satu kota tertinggi di dunia. Potosí berada di kaki Cerro de Potosí, gunung yang mendominasi kota ini dan merupakan tempat pertambangan perak selama periode penjajahan Imperium Spanyol. Perak yang ditambang dan diangkut oleh llama ke pantai samudra Pasifik, dikirim ke Kota Panama, dibawa menyeberangi tanah genting Panama ke Nombre de Dios atau Portobelo sebelum diangkut ke Spanyol.

Uribante Reservoir

Akan tetapi pada tahun 1985, kota ini sengaja dibanjiri oleh pemerintah Venezuela untuk membangun bendungan hidroelektrik. Bendungan tersebut dibuat untuk pembangkit listrik tenaga air. Pada tahun 2010, kota ini ditemukan untuk pertama kalinya sejak banjir akibat kekeringan yang disebabkan oleh fenomena cuaca El Niño.

Sebelum tahun 1985, Potosí adalah kota yang mempunyai penduduk sekitar 1.200. Presiden Venezuela, Carlos Andres Perez, terbang dengan helikopter dan mengumumkan bahwa kota ini harus dievakuasi dan akan dibanjiri untuk membangun bendungan hidroelektrik. Seorang mantan penduduk kota ini (Josefa Garcia) datang mengunjungi kota ini untuk pertama kalinya. Dia mengatakan bahwa semua warga yang ada di kota tersebut harus pindah untuk meninggalkan rumah mereka dan juga sebuah gereja koloni ditinggal disana. Seluruh kota tersebut tenggelam tanpa terkecuali, perairan tersebut sering disebut dengan Uribante Reservoir.

Gereja Dijadikan sebagai Patokan Tinggi Air

Dari tahun 1985 sampai dengan 2008, pengunjung yang datang ke Uribante Reservoir akan menyaksikan pasang surutnya air, melihat berbagai hal yang masih tersisa di kota itu. Para pengunjung sering menggunakan ujung dari gereja sebagai tanda dari tinggi air yang ada di Uribante Reservoir. Pada tahun 2008, puncak gereja yang ada dikota tersebut terlihat lebih tinggi daripada air. Hal ini membuktikan bahwa bendungan tersebut telah mengalami penyurutan. Pada tahun 2010, air telah surut hampir seluruhnya, menunjukkan hamparan tanah datar yang luas, dan gereja kolonil menjulang yang dulunya hampir terendam air.

Hal yang kurang umum dari kejadian ini adalah fenomena sebuah bangunan menara gereja tunggal yang tersisa di atas permukaan air. Menjadi sesuatu hal yang luar biasa dan simbol yang kuat bagi beberapa orang, bahwa salib yang menghiasi bagian atas struktur ini tetap berada di atas permukaan dengan bangga menandai lokasi bekas kota tersebut.

Namun, kekeringan dan kekurangan air yang parah di Venezuela telah mengakibatkan pengurasan reservoir yang efektif, dan sekali lagi mengungkapkan gereja tersebut. Di sana anda akan dapat melihat bentangan besar tanah datar dan sebuah gereja yang menjulang berdiri sepanjang 85 kaki. Bagian atas gereja tetap terlihat utuh, meskipun badan gereja telah terlihat berantakan karena air dan erosi. Kota ini menjadi sebuah kota sejarah sepanjang masa di Venezuela.

Selama bertahun-tahun, salib gereja yang muncul dari air telah menjadi simbol bagi semangat sebuah kota yang hanyut, dan sekarang gereja yang terungkap dan berlubang tersebut memberikan metafora yang menakutkan bagi sebuah kota yang telah dihabisi oleh warganya sendiri. Situs kota bersejarah ini berfungsi sebagai pengingat bahwa Venezuela pernah mengalami kekurangan energi yang parah dan mendapatkan kembali kekuatannya dari pembangkit listrik tenaga air.

Mungkin sebelum mengetahui kejadian yang menimpa kota Potosi anda mungkin berfikir bahwa hal itu merupakan sebuah kejadian yang sangat aneh, karena dimana secara tiba-tiba sebuah gereja muncul dipermukaan air. Akan tetapi, setelah mengetahui cerita yang terjadi sebelumnya mungkin anda akan merasa sangat sangat sedih. Dimana sebuah kota yang menjadi tempat kita untuk mencari nafkah dan kota saksi hidup bagi kita menjadi sebuah tempat yang tidak bisa dihuni. Hal ini mungkin seperti sebuah kutukan yang datang menimpah hidup kita. Itulah salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk bisa mempertahankan kota-kota lain dengan melenyabkan satu kota.

Semoga kejadian tersebut tidak terjadi di kota kediaman yang anda tinggali saat ini ya guys. Biarlah kota yang kita banggakan saat ini tetap berdiri tegap dan segala kejadian/peristiwa yang berdampak negatif tidak terjadi. Semoga artikel yang dibuat diatas dapat menambah wawasan bagi anda.