Mural, Seni Lukis Dinding Yang Ngetren Berkat Aksi Jefri Nichol di Film SCUS

Tunjuk tangan deh buat kalian yang belum nonton cuplikan trailer film Surat Cinta Untuk Starla? Hem, kayaknya para fans dari semua pemain film itu pasti udah tahu dan ngelihat trailernya bukan? Yah, film yang menunjuk Jefri Nichol sebagai aktor utamanya itu sekarang memang sedang ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Aktor muda Jefri Nichol kembali dipercaya untuk memerankan Hema untuk film layar lebar ‘Surat Cinta Untuk Starla The Movie’.

Sebelum film tersebut diangkat, SCUS telah terlebih dahulu dikeluarkan dengan format mini series dengan judul yang sama. Hema merupakan seorang pria yang jatuh cinta dengan alam sehingga kerap membuat mural untuk menunjukkan cintanya kepada alam. Lalu suatu saat ia bertemu dengan Starla yang membuatnya jatuh cinta setelah 6 jam menghabiskan waktu bersama.

Nah, di sini kita bukan ingin membahas film tersebut ya guys, yang akan di bahas adalah karya seni di dalam film tersebut. Apakah itu? Jelas itu adalah mural. Mural adalah seni lukis dinding yang menjadi trending di media sosial berkat aksi Jefri yang memerankan sosok Hema. Sosok cowok yang cinta dan jago banget bikin mural. Ngomongin mural, kira-kira kalian udah pada tau belum itu apa? Bagaimana perkembangannya? Cara membuatnya dan seperti apa pengaruhnya terhadap masyarakat? Nah, untuk menjawab semua pernyataan dan rasa penasaran kalian terhadap mural, kalian wajib pantengin terus artikel ini sampai habis ya guys.

Apa Itu Mural?

Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas dengan menggunakan cat tembok, kapur hingga cat kayu yang bersifat permanen. Ernest Zacharevic, sang pelukis mural yang berhasil membuat Penang menjadi sangat terkenal bersama teman-temannya datang mengunjungi Medan.

Di Jalan Perdana, Pasar Hindu telah terdapat karya hasil tangan Ernest Zacharevic yang kini menjadi wajah baru di kawasan itu bagi pengendara dan juga pejalan kaki. Ernest melukis mural yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar. Orang tua maupun anak-anak tak pernah luput menjadi objek lukisan muralnya.

Hasil mural Ernest di bangunan tua kota Medan berupa sebuah becak yang merupakan ciri khas transportasi di Medan dan terdapat satu orang anak perempuan dan satu anak laki-laki di dalamnya Belum lagi ditambah gambar sosok anak laki-laki yang lagi mengenakan kos merah tengah bergantung dibelakngnya. Juga terdapat seekor monyet di atas terpal becak.

Mural yang terpampang di dinding bangunan tua ini menarik perhatian dari orang yang lewat yang menyempatkan diri untuk berfoto hingga orang-orang yang sengaja datang untuk melihat sendiri hasil karya muralis terkenal itu. Dengan adanya mural, diharapkan dapat memberi makna yang lebih dalam dalam memperkenalkan kota Medan khususnya di khalayak luas khususnya kalangan muda.

Sejarah dan Tujuannya

Asal muasal mural ternyata sudah dimulai jauh sebelum peradaban modern, bahkan diduga sejak 30.000 tahun sebelum Masehi. Jika ditilik dari pernyataan sejarah diatas berarti manusia lebih mengenal ekspresi gambar terlebih dahulu dibandingkan dengan tulisan. Mural dalam perjalananan seni rupa tidak bisa dilepaskan dari zaman prasejarah kira-kira 31.500 tahun silam, ketika ada lukisan gua di Lascaux, selatan Perancis. Mural yang dilukis oleh orang-orang zaman prasejarah ini menggunakan cat air yang terbuat dari sari buah limun sebagai medianya.

Lukisan mural pada zaman prasejarah ini paling banyak ditemukan di Perancis, ada sekitar 150 tempat mural ditemukan, kemudian di Spanyol ada 128 tempat dan di Italia mural ditemukan di 21 tempat. Gambar mural-mural tersebut sebagian besar banyak menceritakan tentang kisah perburuan, meramu, juga aspek religius manusia pra sejarah. Terdapat juga bentuk mural ekspresi dengan gambar cetakan-cetakan tangan sebagai bentuk ekspresinya. aksi melukis di dinding goa-goa tersebut sebagai bentuk mural generasi pertama

Pencitraan serupa ternyata ditemukan pula di Indonesia. Sejumlah gua kapur di Maros dan dinding-dinding kapur di Kolonodale, Sulawesi Tengah juga menyimpan gambar dinding dari masa prasejarah. Termasuk dalam mural generasi pertama antara lain imaji-imaji pada dinding piramid di Mesir, bangunan-bangunan pada masa Romawi, Yunani, Maya, juga tempat-tempat pemujaan di India dan Tibet.

Mural-mural di abad pertengahan atau zaman Renaissance memperlihatkan indikasi kemajuan yang pesat, baik dari segi teknik, bentuk dan fungsi. Fungsi mural di zaman ini lebih mengutamakan dari segi keindahan, tema dan gengsi status sosial bagi pemilik mural. Pada bagian Interior gereja-gereja di Italia, misalnya diperindah dengan lukisan bergaya realis romantik, hasil dari rekaan imajinasi seniman kondang dimasa itu seperti karya Michaelangelo, Leonardo da Vinci dan Raphael yang terinspirasi dari kisah-kisah Al Kitab.

Pada masa itu, mural menjadi sebuah trend bagi kalangan jet sets di Prancis, Inggris dan Jerman. Teknik yang populer digunakan kala itu adalah teknik fresko yakni melukis di dinding yang mencampurkan pigmen pewarna dengan plaster dinding yang baru dilapisi (masih basah) sehingga pigmen pewarna meresap dan merekat kuat pada dinding.

Mural Era Zaman Modern hingga kontemporer dengan tema politik, sosial, hingga tema industrial, diawali dengan lukisan mural size painting karya pablo picasso Guernica yang menceritakan tragedi pengeboman dibagian utara spanyol karena perang sipil di spanyol. Mural modern mulai populer terutama sejak Diego Rivera dan beberapa koleganya menggoreskan kuas pada dinding-dinding kota di Mexico City, Chapingo, Cuernavaca, San Francisco, Detroit dan New York City.

Pada tahun 1931 yang kental dengan faham idealisme politiknya. Di negara-negara konflik, seperti Irlandia Utara, mural sangat mudah ditemui di semua dinding kota. Tercatat sekitar 2000 mural dihasilkan dari sejak tahun 1970 hingga sekarang dan dengan demikian Irlandia Utara-lah negara yang sangat produktif menghasilkan mural. Propaganda politik menjadi tema sentral dalam mural tersebut.

Mural kini bukan hanya sebagai media pelengkap interior meskipun fungsi tersebut tidak benar benar hilang namun mengalami perkembangan fungsi, lokasi, teknik, media dan thematic mural makin meluas sekaligus menguat dikalangan artist maupun street artist baik sebagai media propaganda sosial, kampanye instansi, idealisme dan ekspresi seniman itu sendiri. Mural kini lebih dikenal sebagai seni publik karena lokasi keberadaanya, tema maupun penyampaianya yang melibatkan langsung interaksi maupun opini masyarakat, membuat mural menjadi seni visual yang merakyat baik dan buruk semua itu dikembalikan pada interaksi dan pertanggung jawaban sang seniman dan masyarakat.

Kini mural telah menjadi media ekspresi alternatif bagi para seniman yang ingin menyalurkan aspirasi langsung pada masyarakat. Mural yang terkadang tidak melulu menggambarkan keindahan namun lebih kepada penggambaran keadaan sosial yang bergejolak di masyarakat. Apakah mural akan atau telah menjadi sebuah kebudayaan bagian dari masyarakat?

Pengaruh Mural Terhadap Masyarakat

Selain berfungsi untuk memberikan suasana baru di dalam kota, visualisasimural berdampak lain kepada pemirsanya, yakni memberikan pendidikan sosial serta pembelajaran ide-ide tentang kesenirupaan. Selain pembelajaran ide-ide tentang kesenirupaan, di dalam mural dapat dimunculkan ide-ide tentang mural sebagai media aspirasi rakyat. Sebuah karya seni mural, apabila sudah dipublikasikan di ruang publik, seni mural tersebut akan menjadi sesuatu yang objektif.

Pemaknaan atas karya seni itu sepenuhnya ada di tangan para pembaca, orang yang lalu lalang dan yang sempat atau yang tidak sempat menafsir sehingga seolah-olah karya itu sudah lepas dari tangan perupanya. Walaupun sudah terlepas dari perupanya diharapkan, masyarakat dapatmemiliki kesamaan pemahaman mengenai aspirasi rakyat yang terdapat di dalam mural.

Keberadaan seni mural di kota ditentukan oleh tiga pilar kekuatan yang berdirisejajar yaitu pemerintah kota, perupa dan masyarakat bila seni mural dijadikan sebagai salah satu instrumen komunikasi publik. Pemerintah sebagai fasilitator yang dapat memfasilitasi pembuatan seni mural dan mengadakan kompetisi untuk mencariseniman-seniman mural yang berbakat dan berprestasi serta memberikan penghargaan untuk memotivasi para seniman mural. Pemerintah juga diharapkan segera menetapkan peraturan yang jelas tentang izin pembuatan seni mural dan meningkatkan pengawasannya agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Selain itu, perlu adanya kepedulian dari masyarakat untuk memelihara dan melestarikan seni mural sebagai media komunikasi publik yang efektif. Tak kalah pentingnya, terciptanya mural juga dapat berkreasi dengan tekniknya masing-masinguntuk menciptakan mural sebagai media penyampai pesan yang komunikatif. Jika mural hanya digunakan untuk seni, yang bisa memahami tentang apa yang ada di balik sebuah karya mural hanya perupa mural sendiri sehingga tidak relevan untuk ditempatkan di ruang publik karena hanya akan membingungkan masyarakat. Namun bila maksudnya adalah sebuah komunikasi sosial, diperlukan mural-mural yang digunakan sebagai instrumen komunikasi publik yaitu seni mural yang menarik, berteknik tinggi tetapi juga tetap mudah dipahami oleh masyarakat.

Jika demikian seni mural dapat digunakan sebagai salah satu instrumen komunikasi publik dalam ruang masyarakat. Penggunaan seni mural untuk komunikasi publik akan memperlancar jalannya penguatan masyarakat karena di samping mural sebagai karya seni yang mengekspresikan realitas sosial-politik sehari-hari juga menjadi rujukan berperilaku secara sosial bagi warga yang melihatnya. Warga yang melihat secara sepintas tentang sebuah mural akan dapat dengan cepat paham maksudnya dan kemudian secara sederhana dapat merumuskan apa yang seharusnya dia lakukan atau tidak dilakukan.

Dalam konteks ini, karya seni bukan hanya merupakan ekspresi seniman tetapi juga menjadi rujukan para pemerhatinya. Contohnya, masyarakat secara bersama-sama dapat melakukan kampanye antikekerasan yang kemudian diekspresikan ke dalam mural dengan teknik-teknik seni sosial yang tentunyadikuasai oleh perupanya.

Setelah mural tersebut terpampang di ruang publik yangstrategis maka masyarakat yang lalu-lalang dan memerhatikan, baik secara sepintasmaupun mendetail, dapat dengan cepat menangkap pesan anti kekerasan itu. Tidak hanya itu, dengan menangkap pesan tersebut orang-orang kemudian dapat denganinstan merumuskan everyday behavior dalam menghindari kekerasan.

Jadi berdasarkan hal tersebut mural juga dapat dijadikan sebagai media untuk menyuarakan misalnya program peduli ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang kurang populer di kalangan masyarakat. Oleh karena itu ditempatkan di ruang publik, mural harus memerhatikan aspirasi publik. Publik merupakan entitas majemuk dan bila penguatan masyarakat warga dandemokrasi merupakan komitmen bersama, mural dan perupanya harus memahami hal-hal di atas, mural seharusnya memperlancar komunikasi publik yang bebas dominasi, jangan sampai justru keberadaan mural merupakan hasil negosiasi elitisantara pemerintah kota dan para perupa dengan mengabaikan aspirasi masyarakat karena bisa jadi mural hanya sekedar proyek untuk kepentingan pribadi pihak-pihak tertentu.

Bagaimana Cara Membuat Mural Yang Menghasilkan Karya Bagus?

Agar mural yang dibuat menghasilkan karya sesuai dengan apa yang diharapkan, ada teknik-teknik menggambar mural yang harus dipraktekan. Jangan asal menggambar mural di tembok. Kalian harus benar-benar merencanakan desain yang akan kalian gambar sebelum akhirnya dieksekusi. Hal ini untuk meminimalisasi kegagalan lantaran mural bersifat permanen.

Nah, bagi kalian yang baru ingin mencoba membuat mural pada dinding rumah, ada baiknya mengikuti tips dan cara melukis mural yang baik dan benar berikut ini.

Siapkan Permukaan Dinding

Bersihkan dinding untuk menghilangkan debu dan lemak. Dan biarkan sampai mengering. Pertimbangkan untuk menerapkan cat pelapis atau primer sebelum kalian mulai untuk mendesain, terutama jika terdapat warna yang bervariasi pada dinding.

Setelah yakin dengan kebersihan tembok, cara melukis tembok dengan cat ini hendaknya diawali dengan warna dasar. Tujuannya adalah untuk memperkuat daya lekat cat berikutnya. Kalian dapat menggunakan warna dasar cat, putih ataupun warna netral yang lain. Tetapi disarankan untuk menggunakan warna dasar putih. Warna cat dasar putih ini akan member keuntungan pada saat kalian menyapukan warna-warna berikutnya. Keuntungan itu antara lain adalah irit dan memberi kesan halus pada warna-warna berikutnya.

Buatlah Desain Terlebih Dulu

Cara melukis dinding dengan cat berikutnya adalah membuat desain lukisan dinding. Untuk itu kaliandapat menggunakan dua strategi. Yang pertama cobalah untuk membuat desain gambar di atas kertas gambar atau di atas plastik yang nantinya dapat disorotkan dengan cahaya ke dinding. Yang kedua, jika kalian sudah yakin, kalian dapat membuat desain atau pola lukisan dinding langsung pada dinding.

Kalian juga dapat menggunakan beberapa alat dan perlengkapan untuk membuat lukisan tembok dengan cat ini. Beberapa alat yang dapat digunakan antara lain, sapu, selotip, menggunakan spon, kain bahkan telenan. Tentu saja alat yang digunakan adalah alat yang sesuai dengan gambar yang akan diciptakan di tembok.

Gunakan Cat Yang Tepat Untuk Membuat Mural

Jika bidang yang akan di mural berada diluar ruangan atau rentan terkena sinar matahai, tentunya cat yang dibutuhkan adalah cat yang mampu bertahan dengan keadaan diluar, seperti sinar matahari, hujan dan sebagainya. Saat membeli cat untuk gambar mural di luar ruangan, periksa terlebih dahulu lightfastless (UV) dari cat yang akan digunakan.

Cat Akrilik merupakan salah satu pilihan cat dengan kualitas yang baik dan ideal untuk digunakan. Namun untuk menggunakan cat akrilik sebagai cat untuk membuat seluruh mural tentunya membutuhkan budget yang tidak sedikit. Salah satu alternatif yang bisa dipilih yaitu dengan menggunakan cat akrilik hanya untuk detail desain, sedangkan untuk area yang lebih luas, kalian bisa melapisinya dengan cat lain yang biasa digunakan untuk mengecat rumah. Jika mural kalian dapat diakses oleh anak-anak kecil dengan jari lengket mereka yang tidak dapat terhindari, lindungi mural dengan lapisan akhir dari perlindungan pernis yang jernih, yang juga dapat dibersihkan dengan mudah.

Mulai Mengecat

Apabila proses pembuatan outline telah selesai, kalian bisa memulai mewarnainya dengan cat. Ingat untuk mulai mengecat dari pinggir gambar dan gunakan kuas kecil untuk mempertebal outline. Lakukan proses pengecatan dengan hati-hati. Proses ini memang memakan waktu. Setelah mewarnai outline selesai, kalian bisa menyelesaikan pengecatan bagian dalam gambar.

Lakukan Finishing Pada Lukisan Mural

Setelah kalian selesai melukis tembok dengan cat, langkah berikutnya adalah melakukan finishing. Pada langkah terakhir ini kalian dapat melapisi lukisan itu dengan vernis jenis doff sehingga lukisan tidak menyilaukan jika terkena cahaya lampu pada malam hari.

Tips Untuk Melukis Dinding Mural:

  • Ingatlah untuk mundur secara teratur untuk melihat muralnya tampak seperti apa jika dari kejauhan. Dinding mural harus “terlihat benar” apakah kalian meng-close up atau hanya memasuki ruangan kembali untuk mendapatkan beberapa perspektif dari apa yang sudah kalian lakukan.
  • Gunakan kuas yang layak. Menggunakan kuas yang murah justru hanya akan membuat kalian bekerja jauh lebih keras dalam membuat mural.

Apa Perbedaan Mural Dengan Graffiti?

Seni mural dan graffiti itu lebih sering dilakukan sama anak-anak muda yang umumnya memiliki pemikiran luas dan ‘nyeni banget’. Anak-anak seni yang sering ngemural atau graffiti itu biasanya udah keliatan kalau dilihat dari gaya dan cara berpakaian mereka. Banyak orang yang mengira kalau seni mural dan graffiti punya arti dan konsep yang sama. Hal itu mungkin disebabkan karena banyaknya orang yang enggak paham sama dunia seni lukis jalanan. Padahal kenyataannya, mural dan graffiti adalah dua kesenian yang arti dan konsepnya itu sangatlah berbeda. Soalnya mural punya arti seni yang lebih luas dibandingkan dengan graffiti.

Mural itu punya pengertian yang lebih luas dibandingkan dengan graffiti. Soalnya banyak yang punya pikiran kalau graffiti adalah seni lukis jalanan yang lebih luas dari mural. Mural adalah bentuk seni lukis atau menggambar di atas media dinding atau tembok yang sifatnya permanen. Namun mural enggak cuma berbentuk tulisan aja. Mural sifatnya lebih bebas. Biasanya karya-karya seni mural lebih sering berbentuk gambar. Namun kadang gambarnya berkonsepkan dengan isu sosial masa kini. Kadang kala dalam satu bentuk mural terdapat satu tokoh inti cerita yang kadang enggak berbentuk orang. Namun punya arti yang bisa bikin semua orang yang lihat langsung mengetahui apa arti dibalik gambar tersebut.

Nah, kalau mural lebih sering ada di dinding dan menggunakan cat kayu atau tembok untuk melukis. Graffiti punya cara yang berbeda. Yups, graffiti itu adalah sebuah seni lukis dan gambar yang sangat memperhatikan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk melukiskan kata, simbol atau kalimat tertentu. Graffiti emang lebih condong menuliskan kata dibandingkan dengan objek gambar tertentu. Dalam bahasa Italia Graffiti disebut dengan Graffiato atau berasal dari bahasa Yunani, yakni Graphein yang berarti ‘menulis’.

Graffiti sendiri biasanya hanya menggunakan cat semprot untuk membuatnya terlihat indah. Namun di saat zaman belum secanggih saat ini, seniman jalanan lebih sering menggunakan kapur dan cat yang warnanya enggak terlalu pekat. Namun pada dasarnya graffiti tersedia sebagai bentuk aspirasi tentang kesenjangan sosial di lingkungan sekitar. Kadang grafiti juga digunakan sebagai bahasa atau simbol yang cuma dimengerti sama beberapa kelompok sosial.

Tuh guys, gimana gak jadi trending topik kalau ternyata mural memang karya seni lukis dinding yang benar-benar menakjubkan. Btw, punya cowok kayak Jefri atau Hema itu keren juga kali yaa, wkwkwk..