Sering Merasa Puas Ketika Mencabut Rambut? Berarti Anda Mengidap Trikotilomania

Pernahkah anda merasakan dorongan tak tertahankan untuk menarik atau mencabut rambut dari kulit kepala, alis, bahkan bulu mata? Yah, mungkin saja hal seperti ini sering dirasakan oleh sebagian orang yang mengidap trikotilomania. Trikotilomania adalah istilah yang digunakan untuk orang yang memiliki kebiasaan mencabut rambut mereka.

Trikotilomania yang biasa disebut trikotilosis atau TTM didefiniskan sebagai penyakit psikologis saat penderita memiliki keinginan tidak tertahankan untuk menarik rambut dari bagian-bagian tubuh mereka sendiri. Tidak terbatas pada rambut kepala, penderita trikotilomania acap kali merasakan kepuasan dan penurunan tingkat ketegangan setelah mencabuti rambut di bagian-bagian tertentu tubuh mereka. Terdengar mengerikan bukan?

Lalu apa sebenarnya trikotilomania itu? Bagimana kebisaan tersebu dapat terjadi terhadap seseorang? Nah, untuk mengetahui jawabannyaa, silahkan simak ulasan di bawah ini.

Anatoni dan Fisiologi Rambut

Rambut merupakan tambahan pada kulit kepala yang memberikan kehangatan, perlindungan dan keindahan. Rambut juga terdapat diseluruh tubuh, kecuali telapak tangan, telapak kaki dan bibir.

Lapisan Batang Rambut

Batang rambut ialah bagian rambut yang kelihatan di atas permukaankulit. Seperti yang dijelaskan oleh Yenes (1984:2) bahwa batang rambutini terbagi pula atas 3 bagian, yakni:

  1. Cuticula (selaput kulit ari) yang berbentuk seperti sisik-sisik ikan dansangat berfungsi untuk melindungi lapisan rambut (berada paling luaryang merupakan pelindung). Di samping itu ia juga berfungsi untukmenentukan besar kesilnya daya serap zat cair pada rambut sepertiair, shampo, conditioner, obat keriting, zat atau cat pewarna rambut, bleaching.
  2. Cortex atau kulit ari rambut, ialah bagian rambut yang terbesar danmerupakan lapisan di bawah cuticula. Cortex berfungsi sebagailapisan yang menentukan warna karena pigmen (zat warna rambutdikandung oleh lapisan ini). Misalnya penyerapan zat cair, obatkeriting, cat rambut dan lain-lain.Jadi cortex ini berhubungan dengansifat elastisitas rambut.
  3. Medulla atau sum-sum rambut. Medulla ini terdapat dibagian paling tengah.Rambut yang halus sekali ada yang tidak terdapat medullanya

Susunan Rambut

Berdasarkan hal itu bagian-bagian rambut dikenal dengan rambutyang berada di dalam kulit dan berada diluar kulit. Bagian-bagian rambutini dapat dibagi atas:

  • Bulp yaitu bagian pangkal rambut yang membesar, seperti bentukbola, gunanya untuk melindungi papil rambut.
  • Papil rambut adalah bagian yang terlindungi di dalam bulp atau terletak dibagian terbawah dari folicle rambut. Papil rambut seperti piring kecil yang tengahnya melengkung danmenonjol ke arah rambut, lengkungan inilah yang menyebabkan iadisebut papil, berasal dari sel-sel kulit jangat (corium) serta kulit ari (epidermis). Diantara sel-sel papil juga terdapat melanosit. Melanosit menghasilkan pigmen (zat warna), yang akan disebarkan terutama kedalam contek, kemudian ke dalam medulla rambut.
  • Folicle rambut ialah kandungan atau kantong rambut tempat tumbuhnya rambut. Kantong rambut terdiri dari 2 lapis. Lapisan dalamnya berasal dari sel-sel epidermis, sedangkan lapisan luarnyaberasal dari sel-sel dermis. Rambut yang panjang dan tebalmempunyai folicle berbentuk besar, folicle rambut ini bentuknya menyerupai silinder pipa.Kalau folicle bentuknya lurus, rambut juga lurus dan bila melengkung rambut jadi berombak.
  • Otot penegak rambut ialah yang menyebabkan rambut halus buluroma berdiri bila ada sesuatu rangsangan dari luar dan dari dalam tubuh kita. Misalnya merasa seram, kedinginan, kesakitan, kelaparan dan sebagainya.
  • Matrix, disebut juga dengan umbi atau tombol atau lembaga rambut. Seperti dijelaskan di depan, bahwa di dalam folicle terdapat rambut. Bagian yang berdekatan dengan papil lebih subur daripada bagianyang lebih jauh di atasnya. Bagian yang subur itulah yang disebutmatrix.

Fisiologi rambut

Adapun fungsi utama rambut adalah sebagai berikut:

  • Melindungi kulit dari pengaruh buruk, alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata,
  • bulu hidung.
  • Menyaring udara serta berfungsi sebagai pengatur suhu
  • Penambah Kecantikan
  • Pendorong penguapan keringat.

Apa Itu Trikotilomania?

Kelainan ini diderita oleh banyak orang dalam rasio umur yang sangat bervariasi tetapi namanya justru tidak terlalu dikenal. Saat ini, 0,6 persen dari warga Amerika Serikat didiagnosis mengidapnya. Yang mengerikan, hanya sekitar 10% dari jumlah pengidap adalah laki-laki, sisanya sebanyak 90% dari mereka adalah perempuan. Dengan jumlah ini, di Amerika Serikat sendiri dipastikan ada sekitar 2,5 juta orang yang menjadi penderitanya, ya inilah trikotilomania.

Trikotilomania adalah kondisi kelainan yang mana penderitanya memiliki dorongan yang tidak tertahankan untuk mencabuti rambut sendiri. Karena tidak adanya kemampuan dalam mencegah diri untuk tidak melakukan suatu perbuatan tertentu, maka trikotilomania termasuk kelompok masalah psikologis yang disebut dengan gangguan pengendalian impuls (impulse-control disorder). Kondisi ini paling banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki dan umumnya ditemukan pada usia remaja.

Hingga saat ini, pengklasifikasian trikotilomania dalam kelas gangguan perilaku masih diperdebatkan. Ada ahli yang mengklasifikasikan penyakit ini sebagai kelainan perilaku juga kebiasaan dan mengelompokkannya dalam kelas yang sama dengan kleptomania, kebiasaan berjudi, dan pyromania (kelainan psikologis yang ditandai dengan gejala penderita seringkali menyulut api untuk meredakan ketegangan). Akan tetapi, ada ahli yang mengelompokkan dorongan terus-menerus penderita trikotilomania yang mencabuti rambutnya untuk mendapatkan kenikmatan sebagai kelainan adiksi(kecanduan) dan penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder).

Selain mencabuti rambut di kepala, ada juga penderita trikotilomania yang suka mencabuti rambut di bagian-bagian lainnya, seperti:

  • Mata (bulu mata dan alis)
  • Wajah (kumis, janggut, dan jambang)
  • Ketiak
  • Dada
  • Perut
  • Kemaluan
  • Tangan dan kaki

Apabila penderita trikotilomania mencoba menahan keinginan untuk mencabuti rambut, biasanya akan timbul semacam perasaan tegang, gelisah, dan tidak nyaman pada diri mereka. Sebaliknya, ketika keinginan tersebut sudah terpenuhi, mereka akan merasa lega. Banyak penderita trikotilomania yang menyangkal bahwa diri mereka bermasalah. Ketika terjadi kebotakan, biasanya mereka akan menyembunyikan bagian yang botak tersebut dengan memakai topi, alis palsu atau bulu mata palsu.

Tapi tidak semua penderita trikotilomania merasa senang atau lega setelah mencabuti rambut. Beberapa di antaranya malah jadi merasa malu dengan perilaku mereka dan merasa minder karena penampilan fisik mereka menjadi tidak menarik.

Gejalanya

Orang dengan trikotilomania biasanya senang menarik-narik rambutnya tetapi tidak menggunakan jari melainkan alat seperti pinset, kuas dan sisir. Perilaku mereka ini menyebabkan kebotakan di kepala atau area lain dari tubuhnya. Alis atau bulu mata mereka juga terlihat jarang atau tidak ada sama sekali. Selain itu, pada kasus tertentu ada yang menjadi senang memainkan rambut dan mengunyah rambut sambil menggosok-gosokkan rambut ke bibir atau wajahnya.

Pada rambut penderita trikotilomania, kita bisa menemukan helai-helai rambut lama yang rusak dengan ujung tumpul dan pertumbuhan-pertumbuhan rambut baru dengan ujung runcing. Helai-helai rambut terlihat patah atau sangat tidak rata (biasanya di poros kepala). Individu dengan trikotilomania juga biasanya merasa kelainan mereka ini memalukan sehingga sangat privat dan cenderung menutup-nutupi hal ini. Inilah yang menyebabkan orang-orang dengan trikotilomania menggunakan topi, bulu mata palsu, pensil alis, juga rambut palsu untuk mengurangi perhatian pada bagian tubuh mereka yang mengalami kebotakan.

Penyebabnya

Ada dugaan bahwa trikotilomania berkaitan dengan kelainan pada jalur penghubung bagian-bagian di dalam otak yang berperan dalam mengatur gerakan, emosi, dan impuls, serta dalam membentuk kebiasaan. Namun hal ini merupakan salah satu faktor saja. Banyaknya faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena trikotilomania menyebabkan kondisi ini sulit untuk disimpulkan penyebabnya.

Menurut penelitian, genetik adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap terbentuknya trikotilomania. Seseorang yang memiliki keluarga dekat pengidap trikotiloma diyakini berisiko tinggi mengidap kondisi yang sama. Selain genetik, jenis kelamin dan umur juga berpengaruh. Kasus trikotilomania paling banyak ditemukan pada perempuan usia praremaja, yaitu kisaran usia 11-13 tahun, ketika terjadi perubahan hormon.

Menurut penelitian yang lain, trikotilomania kadang-kadang berkaitan dengan masalah psikologis lain, seperti gangguan kepribadian, gangguan makan, gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, dan penyalahgunaan zat. Ini artinya sejumlah penderita trikotilomania juga menderita kondisi-kondisi tersebut. Mereka beranggapan bahwa mencabuti rambut merupakan solusi untuk mengatasi rasa tegang, cemas, stres dan frustrasi.

Celakanya pemikiran salah itu terus mereka pertahankan. Selain kondisi-kondisi yang sebelumnya disebutkan, trikotilomania juga kadang-kadang berkaitan dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD) yang mana salah satu gejalanya adalah terjadinya repetisi (pengulangan) perilaku.

Tiga Sub-usia Usia Dalam Trikotilomania

Dua bentuk trikotilomania yang hingga saat ini bisa kita identifikasi adalah trikotilomania sebagai tindakan “terfokus” dan “otomatis.” Penderita trikotilomania juga berasal dari berbagai kalangan usia. Oleh karena itu, untuk membantu upaya penyembuhan trikotilomania, penderita trikotilomania dikelompokkan dalam tiga sub-umur, yaitu usia prasekolah, usia sekolah hingga awal dewasa, dan usia dewasa.

Pada anak-anak, trikotilomania lebih sering menjadi tindakan “otomatis” atau dilakukan tanpa sadar. Kelas lainnya, yaitu usia sekolah, awal dewasa dan dewasa lebih sering mengalami trikotilmania sebagai tindakan “terfokus”. Mereka menarik rambutnya dengan sadar dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari ritual saat merasa stres, bahkan mencari tipe rambut tertentu yang terasa “pas” atau tepat. Setelah berbagai kriteria ini terpenuhi, mereka baru akan menarik rambut untuk mendapatkan sensasi yang spesifik.

Diagnosis

Berdasarkan keterangan atau informasi yang didapat, dokter dapat menyimpulkan bahwa seorang pasien mengalami trikotilomania apabila:

  • Dia sering mencabuti rambutnya sehingga nampak kebotakan pada bagian tertentu saja.
  • Keinginan untuk mencabuti rambut begitu kuat hingga tidak bisa dicegah lagi.
  • Ada perasaan tegang yang meningkat sebelum mencabut rambut dan perasaan lega setelah selesai mencabut rambut.
  • Tidak ditemukan penyebab lain dari kebotakan (misalnya infeksi kulit)
  • Tindakan mencabut rambut menyebabkan stress atau mempengaruhi kehidupan harian penderita, misalnya di tempat kerja.

Upaya Yang Dilakukan

Ada penderita trikotilomania yang melakukan kegiatan mencabut rambut saat mereka akan tidur dan berupaya untuk rileks. Oleh karena itu, trikotilomania memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pemicu stress dan depresi. Dalam beberapa penelitian, ditemukan perilaku mencabuti rambut berhenti saat seseorang meninggalkan lingkungan dengan tingkat stress yang tinggi. Sebaliknya, saat kembali ke lingkungan dengan stresor tinggi itu, penderita kembali menarik rambut mereka.

Para psikolog yang meneliti trikotilomania sendiri percaya, kecenderungan trikotilomania sudah ada sejak seseorang masih berusia sangat muda. Akan tetapi kelainan ini akan memuncak di usia 9 hingga 13 tahun saat penderita mengalami pubertas dan merasakan berbagai tekanan dalam kehidupan sosialnya. Secara keseluruhan, dalam diri setiap orang terdapat kemungkinan untuk menjadi penderita trikotilomania. Akan tetapi pada wanita kecenderungan ini lebih besar yaitu 3,4% sedangkan pada laki-laki 1,5%.

Banyak penderita kelainan perilaku OCD yang juga menjadi pengidap trikotilomania. Namun, secara terpisah kedua jenis penyakit ini dapat dibedakan melalui gejala yang bisa diperjelas dari berbagai faktor, misalnya usia pucak saat kedua kelainan ini memburuk (pada OCD sekitar usia 17-23 tahun), gejala yang ditampakkan, perbedaan gender, perubahan perilaku alami penderita, serta profil kognitif yang bisa diketahui melalui berbagai tes.

Pengobatan Trikotilomania

Trikotilomania bisa diobati melalui psikoterapi. Jenis psikoterapi yang umumnya direkomendasikan untuk penanganan kondisi ini adalah terapi perilaku kognitif atau cognitif behavioural therapy (CBT). Melalui CBT, pasien akan dibantu oleh seorang ahli dalam mengubah perilaku negatif mereka menjadi positif (dalam kasus ini adalah mencabuti rambut).

Selain dengan mengedukasi pasien mengenai kondisi yang mereka alami dan cara mengatasinya, ahli juga akan membantu pasien memperbaiki anggapan mereka tentang diri sendiri sendiri dan tentang bagaimana mereka berhubungan secara sosial. Di dalam CBT, terkadang ahli terapi akan melibatkan keluarga pasien untuk memberikan dukungan.

Sering kali dalam penanganan trikotilomania, CBT akan dikombinasikan juga dengan pemberian obat. Salah satu obat yang biasanya diresepkan adalah clomipramine. Meskipun obat ini utamanya diperuntukan untuk mengobati OCD dan depresi, clomipramine terbukti efektif dalam kasus trikotilomania.

Selain clomipramine, obat lain yang mungkin diresepkan oleh dokter ahli adalah obat golongan penghambat pelepasan selektif serotonin atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti obat-obatan yang mengandung fluoxetine dan sertraline. Nah, selain itu, ada juga beberapa terapi yang dapat dilakukan, seperti di bawah ini.

  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

CBT adalah bentuk terapi yang bertujuan untuk mengubah perilaku dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu rambut tersebut ditarik. Terapi perilaku kognitif dapat diperlihatkan ke pasien dan diajarkan strategi positif yang fleksibel, sering digabung dengan latihan keterampilan sosial. metode CBT iniharus dilakukan olehpsikologterlatih danberpengalaman dalamtrikotilomania.

  • Terapi Farmakologi

Beberapa obat yang telah mengurangi keparahan gejala TTM pada beberapa individu.Antidepresan, clomipramine, asam aminodan N-asetil sistein, telah menunjukkan manfaat paling efektif. Sebuah golongan obat yang disebut sebagai selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI), yang paling umum dikenalprozac, telah menunjukkan hasil yang beragam.

Sebagian orang yang menggunakan obat ini mereka berhenti sama sekali menarik rambut mereka. Sementara yang lain merasa tidak berpengaruh sama sekali.Tetapi ada juga orang yang masih merasakan dorongan untuk menarik rambut merekanamun berkurang sedikit demi sedikit selama beberapa periode waktu.Selain pengobatan di bidang psikiatri, terdapat obat-obatan di bidang dermatologi yang dapat diberikan terutama untuk mengurangi gejala yang dapat menyebabkan pasien mencabuti rambutnya. Rasa gatal dapat dikurangi dengan pemberian kortikosteroid topikal atau dengan pemberian obat anti histamin.

  • Terapi Alternatif

Ada laporan hasil penelitian bahwa beberapa orang dengan TTM telah dibantu oleh berbagai terapi alternatif, termasuk hipnosis, biofeedback, perubahan pola makan dan berolahraga.

Sindrom Lain Pada Trikotilomania

Banyak efek negatif yang bisa timbul dari penyakit trikotilomania. Selain menyebabkan kebotakan (alopecia), penderita kondisi ini juga bisa mengalami tekanan psikologis, seperti perasaan malu, bersalah, dan terasing. Hal ini bisa berimbas pada hubungan sosial dan menurunnya prestasi di bidang pekerjaan atau pendidikan.

Pada sejumlah kasus, trikotilomania juga bisa menyebabkan trichobezoars atau terbentuknya gumpalan-gumpalan rambut di dalam perut. Komplikasi ini bisa terjadi apabila penderita trikotilomania sering memakan rambut yang mereka cabuti.

Berikut adalah beberapa sindrom lain yang bisa menyebabkan, bertumpang tindih dan memperburuk trikotilomania.

Obsessive Compulsive Disorder

Penyimpangan kejiwaan yang ditandai dengan adanya gejala seperti kepanikan, kecemasan, tindakan berulang, dan perilaku lain untuk mengurangi kepanikan tersebut. OCD adalah semacam masalah kejiwaan yang ditandai dengan kebiasaan rutin atau obsesi tertentu akan sesuatu.

Tourette’s Syndrome

Ini sering disebut dengan distonia adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh adanya gangguan saraf. Pengidap Tourette’s Syndrom melakukan gerakan-gerakan spontan di luar kesadaran mereka.

Pervasive Developmental Disorder (Infantile Autism)

Gangguan emosional pada anak-anak yang dikarakteristikkan dengan penurunan kualitatif berbagai aspek kehidupan mereka seperti interaksi sosial, hubungan timbal-balik dalam komunikasi, bahasa dan pengembangan kehidupan sosial.

Stereotypy Disorder atau gangguan perilaku yang ditandai dengan gerakan tanpa arti misalnya menepuk tangan, menggelengkan kepala dan membuat tubuh membatu untuk menunjukkan penolakan terhadap perubahan ritual yang tidak disukai penderita.

Factitious Disorder (Munchausen Syndrome)

Ini adalah jenis gangguan buatan atau penyakit mental. Pada dindrom ini, penderita secara berulang-ulang bertindak seolah memiliki gangguan fisik atau mental untuk mendapatkan perhatian dan dilihat sebagai orang yang sakit atau terluka. Saat itu, sebenarnya mereka telah menyebabkan gejala penyakit jiwa yang berhubungan dengan kesulitan emosional parah.

Nah, dengan adanya artikel ini, kalian jadi bisa belajar untuk meredakan ketegangan saat ingin menarik rambut. Demikianlah penjelasan mengenai trikotilmania, semoga bisa dapat bermanfaat untuk kita semua.