Sering Dianggap Sebagai Cairan Menjijikan, Ternyata Inilah Peran Penting Air Liur Bagi Manusia

Apakah anda termasuk orang yang sering bertanya-tanya mengapa air yang jadi pengharum bantal ketika kita bangun itu dapat diproduksi oleh tubuh? Jika iya, maka anda akan mendapatkan jawabannya di artikel kali ini. Air liur atau ludah bukan sekedar cairan di mulut yang dianggap menjijikkan dan kotor. Namun ternyata ada banyak sekali hal yang dapat diketahui dari air liur. Apa sajakah itu?

Beberapa orang mungkin menganggap air liur steril atau desinfektan sehingga percaya bahwa air liur akan lebih cepat menyembuhkan luka. Padahal yang sebenarnya mulut adalah sarang kuman dan bakteri. Ada lebih dari 600 jenis bakteri di dalam mulut dan air liur yang dapat menyebabkan infeksi.

Sebagian besar air liur adalah air, tetapi juga mengandung elektrolit, bakteri, virus, jamur, sekresi dari hidung dan paru-paru, sel-sel dari lapisan mulut dan sekitar 500 protein. Tentu saja isi dari air liur juga tergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam mulut, seperti puing-puing makanan. Komponen pasta gigi juga umum ditemukan dalam air liur. Kandungan air liur setiap orang pun berbeda.

Apa Itu Sebenarnya Air Liur?

Air liur, ludah, iler, dalam istilah medisnya dikenal dengan saliva. Air liur adalah cairan bening yang diproduksi oleh kelenjar air liur, sebuah organ kecil di bagian dalam masing-masing sisi pipi, di bagian bawah lidah dan di bawah rahang di bagian paling depan mulut. Meski namanya air, air liur tidak cuma terbuat dari air namun juga mengandung lendir, protein, mineral dan enzim yang disebut dengan amilase.

Dari air liur, bisa didapatkan sampel dari DNA. Bahkan meskipun air liur tidak mengandung sel DNA tetapi sel-sel dari lapisan mulut dapat ditemukan di sampel air liur.

Air liur juga merupakan petunjuk lain untuk menungkapkan identitas seseorang. Air liur dapat mengungkapkan apa yang sudah dimakan dan obat-obatan yang mungkin dikonsumsi, seperti kokain, ganja dan barbiturat. Para ilmuwan juga dapat menggunakan sampel air liur untuk menunjukkan berapa banyak obat tertentu dalam tubuh.

Para ilmuwan juga ingin dapat menggunakan air liur sebagai alat untuk mendeteksi penyakit, karena jauh lebih mudah, dan dalam banyak kasus lebih aman. Tes HIV merupakan salah satu tes yang mana air liur digunakan sebagai sampel, meskipun tes darah masih merupakan cara standar untuk tes HIV.

Berapakah Produksi Air Liur Dalam Sehari?

Menurut hasil penelitian, bahwa dalam 24 jam manusia mamproduksi air ludah sebanyak 1000-1500 CC (1 sampai 1,5 /24 Jam). Air ludah biasa juga disebut dengan air liur atau saliva merupakan cairan bening yang dihasilkan dari mulut manusia.

Tahukah anda kalau pada orang dewasa pengeluaran air ludah diperkirakan 0,3–0,4 ml/menit dalam keadaan normal, namun apabila distimulasi seperti melihat makanan enak dan lain sebagainya, maka orang dewasa mampu mengeluarkan air ludah sebanyak 1-2 ml/menit. Wah, lumayan banyak ya kalau ditampung? Coba deh bayangkan!

Dalam 1 jam saja keadaan normal, maka orang dewasa akan mampu menampung air ludah sebanyak 60 x 3,5 (kita ambil rata-ratanya saja) = 210 mL/jam berarti dalam 1 hari orang dewasa mampu mengeluarkan air ludah sebanyak 210 x 24 jam = 5.040 ml/24 jam

Namun hasil ini tidak sepenuhnya akurat, mengingat tidak disetiap saat manusia akan mengeluarkan air ludah misalnya seperti tidur, makan, mandi dan beberapa aktivitas lainnya, hal ini juga senada dengan hasil penelitian yang mengatakan bahwa manusia hanya bisa memproduksi sekitar 1000 cc – 1500 cc / hari.

Selain itu, air liur tersebut tidak sepenuhnya keluar (kayak ngiler ya), hal ini karena air ludah atau liur digunakan untuk proses metabolisme makanan. Tahukah anda karena bentuknya yang cair, air liur terdiri dari 95% air dan 5 % sisanya terdiri dari zat-zat organik, anorganik dan beberapa garam.

Manusia membuat air liur ketika manusia melakukan aktivitas mengunyah. Semakin keras manusia mengunyah, semakin banyak air liur yang manusia buat. Mengisap permen atau ketika batuk keras juga membantu manusia membuat air liur. Kelenjar yang membuat air liur disebut kelenjar ludah. Kelenjar ludah berada di dalam setiap pipi, di bagian bawah mulut manusia dan dekat gigi depan manusia dengan tulang rahang.

Ada enam kelenjar ludah utama dan ratusan yang kecil. Air liur bergerak melalui tabung yang disebut saluran saliva. Biasanya tubuh selalu membuat air liur hingga 2 sampai 4 liter per hari. Biasanya tubuh membuat sebagian air liur di sore hari. Paling sedikit pada malam hari.

Tapi setiap orang berbeda dengan jumlah air liurnya. Jumlah normal saliva bervariasi cukup sedikit. Penyakit tertentu dan obat-obatan dapat mempengaruhi berapa banyak air liur yang manusia buat. Jika manusia tidak membuat cukup air liur, mulut manusia bisa menjadi sangat kering. Kondisi ini disebut mulut kering (xerostomia). Mulut kering menyebabkan gusi, lidah dan jaringan lain di mulut menjadi bengkak dan tidak nyaman. Kuman berkembang sehingga mulut kering menyebabkan bau mulut.

Mulut kering juga membuat manusia lebih mungkin untuk mengembangkan kerusakan gigi yang cepat dan penyakit gusi (periodontal). Itu karena air liur membantu partikel makanan yang jelas dari gigi manusia. Hal ini membantu mengurangi risiko gigi berlubang.

Lalu bagaimana jika tubuh memproduksi air liur yang lebih sedikit? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa air liur bisa mencegah mulut kering atau xerostomia. Sehingga jika kelenjar air liur hanya sedikit memproduksi liur, maka anda berisiko untuk mengalami xerostomia.

Mulut kering juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti sindrom Sjogren dan diabetes atau konsumsi obat tertentu, seperti alergi, tekanan darah tinggi, depresi dan banyak lagi. Selain itu, jika produksi air liur sedikit, anda lebih mudah untuk mengalami masalah tertentu, seperti penyakit gusi dan kerusakan gigi. Anda bisa memiliki lebih banyak infeksi dari bakteri, ragi dan jamur. Anda juga bisa mengalami kesulitan menelan dan mencerna makanan.

Air liur sangat penting bagi manusia karena mempunyai fungsi sebagai berikut:

  • Menjaga kelembaban dan kenyamanan mulut manusia
  • Membantu manusia mengunyah, merasakan dan menelan makanan
  • Membunuh kuman di mulut manusia dan mencegah bau mulut
  • Melindungi enamel gigi, mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi karena memiliki protein dan mineral
  • Membantu menjaga gigi palsu supaya aman dan kuat di tempatnya

Air Liur Menghasilkan Enzim Ptialin

Enzim ptialin dihasilkan oleh kelenjar saliva yang berlokasi di sekitar mulut. Masuknya makanan ke dalam mulut merupakan bentuk stimulasi bagi kelenjar saliva untuk memroduksi saliva yang mengandung enzim ptialin. Enzim ptialin kemudian menghidrolisis pati yang terkandung dalam makanan yang Kita makan hingga akhirnya menjadi maltose.

Enzim ptialin adalah termasuk ke dalam enzim amilase (alfa-amilase) yang berperan dalam mengkatalisis atau mempercepat proses hidrolisis pati menjadi gula sederhana. Dalam hal ini, enzim ptialin mengkatalisis proses perombakan (degradasi) pati atau zat tepung menjadi maltosa. Peristiwa perombakan oleh ptialin tersebut terjadi pada pati atau zat tepung yang terkandung di dalam bahan makanan, seperti nasi ataupun kentang.

Dalam menjalankan aksinya, enzim ptialin tidak memiliki banyak waktu di mulut karena pada umumnya makanan yang masuk akan segera ditelan. Meski makanan langsung ditelan, ptialin masih tetap bisa menjalankan fungsinya selama makanan belum sampai ke lambung yang kondisinya sangat asam, karena ptialin termasuk ke dalam enzim yang aktif pada pH tinggi, sedangkan pada suasana asam akan terinaktivasi.

Proses hidrolisis pati oleh ptialin sebenarnya hanya terjadi dalam jumlah yang sedikit, karena proses sisanya (hidrolisis pati) akan dilanjutkan oleh enzim pankreatik amilase. Meski begitu, kita bisa memperlama waktu kontak ptialin dengan pati dalam makanan dengan cara mengunyah makanan secara perlahan sehingga pati yang akan masuk ke dalam saluran pencernaan sebagian besar sudah terhidrolisis menjadi molekul-molekul gula yang lebih sederhana.

Kadar jumlah enzim ptialin yang dihasilkan oleh kelenjar saliva manusia berbeda-beda antara satu etnik dengan etnik yang lain. Utamanya, hal tersebut jadi dipengaruhi oleh jenis makanan yang biasa mereka konsumsi. Sebagai contoh, orang Jepang yang lebih sering mengonsumsi nasi akan memroduksi enzim ptialin yang lebih banyak ketimbang orang Eropa yang memiliki kebiasaan berbeda dalam mengonsumsi makanan.

Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa enzim ptialin lah yang mengawali proses pencernaan karbohidrat yang terkandung dalam makanan sejak pertama kali dimasukkan ke dalam mulut. Sementara lemak dan protein tidak langsung dicerna karena enzim pengkatalis degradasi lemak dan protein tidak dijumpai di dalam saliva.

Apakah Kandungan Dalam Air Liur Bisa Sembuhkan Luka?

Kita sering melihat anjing yang menjilat tubuhnya sendiri ketika anggota tubuhnya yang terluka. Nah, menurut penelitian yang dilakukan oleh Benjamin L. Hart dan Karen L. Powell, air liur anjing mengandung antiseptik yang dapat digunakan untuk mematikan bakteri E. coli dan Streptococcus. Ternyata perilaku tersebut tidak hanya dapat dilakukan oleh anjing, manusia juga bisa menjilat lukanya agar cepat sembuh. Tapi apakah ludah manusia sama ajaibnya dengan air liur anjing?

Walaupun saliva manusia tidak memiliki kandungan epidermal growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang tinggi seperti yang ada pada hewan pengerat (kedua kandungan ini dipercaya mampu membuat luka lebih cepat sembuh), saliva manusia terbukti memiliki kandungan histatin. Histatin sendiri tidak hanya berfungsi sebagai zat antijamur, tapi juga memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka.

Fakta ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Jia J.Sun yang diterbitkan dalam jurnal PUBMED pada tahun 2012. Penelitian ini dilakukannya kepada kelinci dewasa yang dibuatkan luka sebesar 2.5 x 2.5 cm pada punggungnya.

Penelitian ini menerapkan 3 kondisi berbeda untuk melihat durasi dan proses penutupan luka yang terjadi. Tiga kondisi tersebut adalah pemberian zat yang berbeda untuk melihat efektivitasnya dalam penyembuhan luka. Kelinci pun dibagi menjadi tiga grup sesuai dengan zat yang akan diaplikasikan pada luka di punggungnya. Satu grup diberikan air garam, satu grup diberikan bubuk yunnan baiyao (bubuk yang telah banyak digunakan untuk menyembuhkan luka) dan satu grup diberikan saliva.

Hasilnya pada grup yang diberikan saliva dan yunnan baiyao, luka lebih cepat sembuh dibandingkan yang diberikan air garam. Pada luka yang diberi saliva, tingkat kesembuhan pada hari ke-5, 8 dan 11 dalam proses penyembuhan luka ternyata lebih baik dibandingkan dengan grup lainnya.

Selain itu, pada grup yang diberi saliva, luka yang sembuh jauh lebih bersih hasilnya dengan bukti tidak ada sel yang bengkak dan luka kembali tertutup dengan kulit baru setelah 15 hari, hal ini jauh lebih baik dibandingkan dengan grup lainnya.

Selain membuat luka lebih cepat sembuh, ada laporan yang dikemukan oleh kumpulan peneliti dari The Netherlands. Ada harapan jika kandungan histatin ini dapat menutup bersih luka pada orang dengan diabetes dan berbagai luka lainnya yang sulit untuk sembuh. Sebagai tambahan, kandungan yang ada dalam saliva ini mudah diproduksi secara massal.

Potensi Risiko Menjilati Luka

Menjilat luka mungkin memang bisa mempercepat penyembuhan luka, namun kebiasaan tersebut juga memiliki beberapa risiko. Walaupun saliva manusia mengandung beberapa zat dan senyawa yang mempercepat penyembuhan luka, mulut juga merupakan rumah dari sebagian besar bakteri. Bakteri-bakteri ini mungkin aman-aman saja di dalam mulut, namun jika masuk ke dalam luka luar bisa menyebabkan berbagai masalah.

Risiko utama dari menjilat luka adalah infeksi, terutama pada pasien yang memiliki sistem imun rendah untuk melawan penyakit-penyakit infeksi. Sudah ada beberapa kasus terkait hal ini. Salah satunya adalah seorang pria penderita diabetes yang jari jempolnya harus diamputasi setelah menjilat luka di bagian tubuh tersebut. Pada kasus seperti ini, biasanya kondisi pasien semakin parah setelahnya. Hal ini juga yang membuat dokter biasanya melarang menjilat luka yang masih terbuka, terutama jika lukanya sedikit parah.

Sementara itu, saliva binatang cenderung lebih efektif dalam mengobati luka mereka sendiri. Ahli berpendapat, binatang dikaruniai kemampuan tersebut karena harus bertahan hidup di alam liar. Binatang juga lebih sering terluka ketimbang manusia dan tidak memiliki akses pengobatan tertentu. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak binatang, termasuk kucing, anjing, harimau dan singa mengandalkan saliva mereka sendiri untuk mengobati luka.

Pada intinya, menjilat luka atau goresan yang sangat kecil di kulit itu aman-aman saja. Namun kalau luka yang anda alami parah, lebih baik jangan gunakan mulut atau lidah untuk mengobatinya. Obati menggunakan obat luar atau hubungi dokter. Bagaimanapun juga, kulit juga memiliki kemampuan menyembuhkan luka, meski lebih lambat ketimbang saliva.

Manfaat Lain Air Liur Bagi kesehatan

Kandungan dalam air ludah terdapat manfaat protein seperti prolin, statherin dan histatin yang dapat mempengaruhi sifat kimia fosfat kalsium, pembentukan plak awal serta infeksi candida. Output dari jumlah air ludah itu sendiri dipengaruhi oleh kenaikan maupun penurunan proses pengunyahan yang terjadi pada rongga mulut.

Selain itu, air ludah juga mengandung molekul organik yaitu protein sederhana seperti albumin enzim. Namun sebagian besar dari komponen organik tersebut terdiri dari sekelompok glikoprotein kompleks, mucins.

Selama ini kemungkinan besar dari kalangan masyarakat kurang mengetahui tentang adanya manfaat dari cairan air ludah yang dihasilkan oleh rongga mulut mereka. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan berbagai macam manfaat dari cairan tersebut, diantaranya adalah :

  • Membantu Menyembuhkan Jerawat

Beberapa data ilmiah telah menunjukkan hubungan antara air ludah dengan efek penyembuhan pada jerawat. Namun para ahli merekomendasikan bahwa siapa pun yang ingin mencoba menggunakan cairan tersebut untuk mengobati jerawat sebaiknya menerapkannya di pagi hari. Sebelum melakukan aktivitas makan maupun minum atau pada saat air ludah masih murni dan belum terkontaminasi oleh bakteri berbahaya yang berasal dari partikel makanan yang telah dikunyah.

Namun dalam beberapa kasus, penerapan air ludah justru dapat membuat kondisi jerawat semakin buruk. Hal tersebut kemungkinan besar dikarenakan kandungan air ludah yang tinggi akan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada pori-pori sehingga menyebabkan semakin memburuknya kondisi jerawat.

Selain itu, kandungan bakteri tersebut dapat membuat kadar air ludah menjadi asam sehingga menimbulkan efek kulit kering. Jika cairan tersebut diterapkan secara konsisten pada kulit dapat menyebabkan pengelupasan atau juga kulit menjadi pecah.

  • Membantu Sistem Pencernaan

Air liur basi yang dikonsumsi bersama-sama dengan air putih biasa di pagi hari setelah bangun tidur dapat membantu untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dalam tubuh. Hal ini telah diakui oleh Prof. Madya Dr. Rokiah Mohd Yusof dari Universitas Putra Malaysia (UPM).

Beliau menyatakan bahwa Air ludah di pagi hari mengandung lactobacillus dan bissido bacteria yang sangat bermanfaat bagi sistem pencernakan tubuh. Untuk itu beliau menyarankan agar kita selalu menggososk gigi sebelum tidur dengan tujuan untuk menyingkirkan bakteri jahat yang berkumpul di dalam rongga mulut.

Dr. Rokiah menambahkan bahwa dengan menelan air ludah basi bersama dengan air putih biasa di pagi hari akan membuatnya berkumpul dalam usus kecil untuk membantu proses pencernaan sebelum berkumpul pada usus besar. Meskipun dianggap hal yang menjijikkan, akan tetapi air ludah menyimpan berbagai manfaat bagi pencernaan manusia.

Air ludah mengandung berbagai macam enzim yang dapat membantu mencerna manfaat karbohidrat dalam mulut serta dapat membantu memudahkan makanan memasuki tenggorokan. Selain itu, menelan air liur basi bersama air putih biasa di pagi hari juga merupakan amalan kehidupan sehari-hari dari Rasulullah SAW.

  • Mengatasi Gangguan Seksual

Menurut kepercayaan masyarakat zaman dahulu, manfaat air ludah basi juga berguna untuk mengatasi gangguan seksual pada pria, seperti impoten atau lemah syahwat. Cara yang dilakukan pun cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan air ludah pada pagi hari (setelah bangun pagi).

Dari penjelasan di atas kita bisa tahu bahwa meskipun dianggap sebagai hal yang menjijikkan, akan tetapi air ludah memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Untuk itu, sudah seharusnyalah kita menjaga agar cairan tubuh tersebut agar benar-benar berkualitas dalam menjalankan fungsinya. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kualitas air ludah :

  1. Menggosok gigi secara teratur dengan menggunakan pasta gigi yang tidak mengandung detergen (mengandung sodium lauryl sulfate). Penggunaan pasta gigi yang mengandung detergen dapat merusak kualitas air liur, membuat mulut kering serta dapat merusak kualitas rasa makanan.
  2. Menurut Prof. drg Melanie S. Djamil, MBIOMED, ​​seorang ahli kesehatan mulut menyatakan bahwa air ludah bertindak sebagai penyeimbang. Selama makan, pH saliva yang normal adalah 6,8. Hal itu akan turun hingga mencapai pH kritis, yaitu 4. Apabila setelah kita makan lansung menggososk gigi, hal tersebut dapat merusak struktur alami saliva dan akan mempengaruhi fungsi air ludah dalam proses pencernaan yang berlangsung di rongga mulut. Untuk itu sebaiknya kita menghindari kegiatan menggosok gigi segera setelah makan. Sebaiknya hal ini dilakukan 20 menit setelahnya.

Nah loh, ternyata air liur punya banyak sekali manfaat yang tak terduga oleh kita. Jadi jangan suka kesel lagi ya sama pengharum bantal yang always ada tiap pagi di bantal anda wkwkwk.