Begini Pandangan Medis Mengenai Berhubungan Intim Saat Menstruasi

Bagi setiap pasangan, melakukan intim merupakan salah satu hal wajar yang dilakukan pasangan yang telah menikah. Dengan melakukan hubungan intim dapat mempererat rasa cinta kepada pasangan. Selain itu juga dapat menimbulkan keharmonisan dalam berumah tangga. Namun bagimana bila melakukan hubungan intim saat menstruasi? Amankah hal tersebut?

Yah, kita semua tahu bahwa setiap kehidupan seks pasangan suami istri tentu pasti akan memiliki jeda setidaknya sekali setiap bulan, yakni saat sang istri mengalami siklus menstruasi. Siklus tersebut tentu membuat banyak darah kotor keluar dari organ vital sang istri sehingga akan kurang baik jika dipakai untuk berhubungan intim. Akan tetapi sayangnya ada beberapa orang yang ingin merasakan sensasi berbeda sehingga ingin mencoba tetap berhubungan intim meskipun sang istri berada dalam kondisi menstruasi. Hal ini dikarenakan sang istri juga biasanya memiliki tingkat gairah yang cukup tinggi saat menstruasi.

Jika kita melakukan hubungan seks di dalam masa menstruasi, apakah bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan? Berhubungan intim saat menstruasi memang masih menuai pro dan kontra. Banyak masyarakat yang melarang wanita sedang menstruasi melakukan hubungan intim. Tapi ada juga yang tetap nekat melakukannya. Lantas bagaimana penjelasan medis sebenarnya?

Seperti yang kita ketahui bahwa persetubuhan atau hubungan seksual adalah suatu tindakan sanggama yang dilakukan oleh manusia. Akan tetapi dalam arti yang lebih luas juga merujuk pada tindakan-tindakan lain yang sehubungan atau menggantikan tindakan sanggama, jadi lebih dari sekadar merujuk pada pertemuan antar alat kelamin lelaki dan perempuan.

Persetubuhan mungkin didahului dengan percumbuan, yang menyebabkan gairah pada pasangan, menyebabkan penis mengalami ereksi dan pelumasan alami pada vagina.

Untuk memulai sebuah persetubuhan, penis yang telah ereksi dimasukkan ke dalam vagina dan salah satu pasangan atau keduanya menggerakkan pahanya untuk membuat penis bergerak maju dan mundur di dalam vagina dan menghasilkan gesekan, tanpa sama sekali mengeluarkan penis secara penuh. Dengan demikian, mereka merangsang diri sendiri maupun partnernya hingga orgasme dan ejakulasi diperoleh. Penetrasi dengan penis juga dikenal dengan “intromission” atau dengan nama Latin “immissio penis”.

Istilah “penetrasi” digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana alat kelamin pria dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini tidak selamanya menjadi ritual yang wajib untuk mencapai kesenangan dan kenikmatan dalam berhubungan seks. Aktivitas seksual tanpa melakukan penetrasi biasanya dilakoni oleh kaum remaja. Sedangkan menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Menstruasi pasti akan terjadi pada semua wanita yang normal.

Lalu, kira-kira apa yang akan terjadi jika berhubungan intim dilakukan secara bersamaan saat menstruasi? Adakah bahaya yang ditimbulkan? Atau amankah? Berikut ini penjelasannya.

Berhubungan Intim Saat Menstruasi Menurut Medis

Kaum Hawa akan mendapatkan banyak resiko kesehatan jika tetap memaksakan berhubungan intim saat menstruasi. Memang, berhubungan intim pada masa menstruasi akan menekan kemungkinan kehamilan. Hanya saja, jika ternyata kemungkinan kecil kehamilan ini justru terjadi, maka anak yang lahir nantinya akan memiliki kecacatan mengingat sel telur yang dibuahi sudah dalam kondisi tidak sempurna karena harus diregenerasi dengan proses menstruasi.

Selain dilarang dalam agama, bercinta saat sang istri sedang haid juga sangat tidak dianjurkan dalam perspektif kedokteran. Hal tersebut bisa dijelaskan secara gamblang lewat pandangan medis, mengapa tak boleh bercinta saat menstruasi. Ini karena tingginya risiko melakukan hubungan seksual saat istri sedang haid, terutama bagi kesehatan si istri. Profesor Ali Baziad, pakar kesehatan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan bahwa ada sejumlah risiko yang akan dihadapi perempuan yang melakukan hubungan seksual di saat haid.

Pertama, risiko endometriosis yaitu membaliknya darah “kotor” menstruasi ke rahim, bahkan organ-organ lainnya. Kondisi ini akan berakibat perlengketan darah menstruasi tersebut pada tempat yang tidak seharusnya dan berkembang menjadi jaringan baru. Jika sudah terjadi perlengketan dan menampung darah, endometriosis akan menyebabkan nyeri, baik saat menstruasi ataupun saat berhubungan seks.

Endometriosis bahkan dapat berkembang menjadi kista yang dampaknya cukup serius, seperti sulit memiliki anak. Menurut Ali, endometriosis memang bukanlah penyakit yang menyebabkan kematian tetapi dampaknya bisa menurunkan kualitas hidup.

Selain itu, berhubungan seks saat haid juga meningkatkan risiko infeksi. Hubungan intim biasanya akan menimbulkan luka dan sperma yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan infeksi. Saat haid, wanita juga mengalami penurunan hormon estrogen, yang artinya cairan lubrikasi sedang berkurang. Oleh karena itu pula organ vagina rentan terluka dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan seks.

Suami istri yang tetap melakukan hubungan seks di masa menstruasi juga beresiko mendapatkan luka dan infeksi saat berhubungan seks. Kondisi vagina sedang dalam kondisi yang mudah terluka dan jika dipaksakan dengan hubungan seks, maka banyak kuman dan bakteri akan menginfeksi alat kelamin. Banyak pasangan yang pada akhirnya merasakan rasa sakit saat berhubungan seks dalam masa menstruasi. Selain itu, hubungan seks di masa menstruasi juga bisa membuat jadwal menstruasi berikutnya tidak teratur dan biasanya akan datang jauh lebih cepat. Perhitungan masa subur pun akan menjadi lebih kacau sehingga perencanaan kehamilan pun akan sulit dilakukan.

Manfaatnya dan Resikonya

Hubungan seks memang menyenangkan sekaligus menyehatkan fisik maupun mental bagi kedua belah pihak lho. Berhubungan saat haid bagi sebagian orang dapat memberikan kenikmatan tersendiri. Bahkan dari segi medis, hal ini memiliki manfaat.

Meredakan Sakit

Saat haid, gejala seperti kram hingga merasa sedih kadang dialami beberapa wanita. Melakukan seks di waktu ini bisa sangat bermanfaat. Seks mendorong orgasme yang dapat melepaskan endorfin, yaitu hormon pereda rasa sakit serta menimbulkan rasa senang dan hormon oksitosin yang juga memicu perasaan senang serta meningkatkan perasaan positif.

Pelumas Kurang Dibutuhkan

Bagi kamu yang biasa membutuhkan pelumas karena kondisi vagina kering, menstruasi bisa membantu. Darah haid dapat menjadi pelumas alami untukmu.

Tapi jika kamu tetap menginginkan pelumas, pilihlah yang terbuat dari air atau silikon. Karena lebih aman untuk alat kontrasepsi dan hubungan seks. Hindari pelumas dari minyak seperti mineral oil karena dapat merusak alat kontrasepsi.

Meningkatnya Gairah Seksual

Pada hari pertama haid hormon estrogen dan testosteron turun tapi kemudian naik pada hari ketiga dan seterusnya. Perubahan tersebut menjadikan wanita merasa lebih bergairah dan sensitif sehingga seks terasa lebih nikmat. Kendati seks saat menstruasi bermanfaat, namun ada pula risikonya, di antaranya:

Resiko Terjadinya Endometriosis

Salah satu keadaan yang bisa menyebabkan munculnya endometriosis ini adalah membaliknya darah menstruasi kembali ke dalam rahim atau ke organ reproduksi lainnya. Darah yang membalik ini akan menyebabkan perlengketan di bagian-bagian tertentu. Selanjutnya perlengketan ini berkembang menjadi jaringan-jaringan baru. Endometriosis ini akan menyebabkan rasa nyeri ketika berhubungan intim maupun saat menstruasi. Endometriosis yang sudah terbentuk bisa berkembang menjadi kista yang mempengaruhi kesuburan wanita.

Resiko Terjadinya Infeksi

Efek samping berhubungan seks saat menstruasi berikutnya adalah besarnya resiko terjadinya infeksi. Infeksi ini tak lain disebabkan menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh kaum wanita ketika sedang menstruasi. Keadaan ini membuat cairan pada organ intim kewanitaan menjadi berkurang sehingga sangat beresiko terluka ketika terjadi gesekan selama berhubungan intim. Luka ini akan semakin memburuk saat terkena darah menstruasi.

Resiko Terjadinya Emboli

Emboli atau gelembung udara terjadi ketika pembuluh darah mengalami penyumbatan karena adanya gelembung-gelembung udara. Pada kaum wanita, pembuluh darah pada bagian dinding organ intim kewanitaan akan terbuka saat menstruasi sedang berlangsung. Keadaan inilah yang menimbulkan resiko terjadinya emboli jika hubungan seksual dilakukan. Gelembung-gelembung udara bisa tercipta akibat gesekan organ vital pria. Emboli ini bisa berakibat fatal yakni membawa pada kematian sebab pembuluh darah tersebut berhubungan dengan jantung dan paru-paru.

Resiko Menstruasi Tidak Lancar

Ketika seorang wanita melakukan hubungan intim, maka tubuhnya akan mengeluarkan hormon yang bernama oksitosin. Hormon ini berperan untuk merangsang rahim berkontraksi. Pada wanita yang sedang menstruasi, kontraksi ini akan menutup pembuluh darah. Keadaan ini selanjutnya akan membuat menstruasi terhenti sebelum waktunya. Darah menstruasi yang seharusnya dikeluarkan pun menjadi tidak tuntas. Darah menstruasi yang tidak keluar hingga bersih ini bisa menyebabkan peradangan dan juga endometriosis.

Cara Kerja Menstruasi dan Ovulasi

“Fase haid didefinisikan sebagai saatnya kehilangan darah yang terjadi pada akhir siklus ovulasi, akibat sel telur tidak dibuahi oleh sperma,” seperti yang dijelaskan Michele Hakakha, MD, seorang ahli kandungan bersertifikat dan dokter kandungan yang berbasis di Los Angeles dan penulis “Expecting 411: Clear Answers dan Smart Smart Advice for Your Pregnancy”.

“Setiap bulan, seorang wanita melepaskan telur pada sekitar hari 14 tiap siklusnya,” kata Dr Hakakha. “Sebelum pelepasan telur, hormon-hormon dalam tubuh wanita meningkat untuk mempersiapkan fase itu dan juga menebalkan lapisan rahim demi bersiap-siap jika telur dibuahi dan kehamilan terjadi. Jika tidak ada pembuahan, lapisan rahim akan terkelupas sekitar 14 hari kemudian. Hal ini disebut menstruasi.”

Kebanyakan wanita memiliki periode datang bulan yang berlangsung selama dua hingga delapan hari dan terjadi setiap 26-34 hari. Ovulasi (saat sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium) biasanya terjadi pada pertengahan siklus dan pada waktu yang paling subur dalam siklus menstruasi anda, yang berarti saat ketika anda paling mungkin untuk hamil.

“Sel telur yang dilepaskan selama proses ovulasi bertahan hanya 24 jam,” jelas Dr Hakakha. “Jika tidak dibuahi oleh sperma pada saat ini, sel itu tidak bisa bertahan dan akan keluar bersamaan dengan semua darah haid sekitar 14 hari kemudian.”

Kebanyakan wanita mengalami datang bulan setiap 28- 32 hari dan wanita dengan siklus seperti ini rata-rata mengalami datang bulan selama dua hingga delapan hari dan tidak akan bisa hamil selama sedang datang bulan.

Apakah Wanita Bisa Hamil Jika Berhubungan Intim Saat Haid?

Tidak semua wanita mengalami siklus datang bulan selama 28- 32 hari. “Beberapa wanita memiliki siklus datang bulan yang lebih pendek (misalnya 24 hari). Ia bisa mengalami menstruasi selama tujuh hari, berhubungan badan pada hari terakhir haid, dan langsung mengalami ovulasi tiga hari kemudian,”kata Dr. Hakakha.

“Karena sperma bisa hidup selama tiga sampai lima hari, wanita dengan siklus datang bulan seperti ini masih bisa hamil jika berhubungan seks saat haid.” Jadi jika wanita tersebut berhubungan seks saat haid di hari terakhir, sperma tetap dapat bertahan di dalam tubuhnya dan membuahi sel telur di hari kedua atau ketiga setelah hubungan seks.

Selain itu beberapa wanita juga mengalami perdarahan saat sedang tidak datang bulan. Hal ini dapat terjadi selama ovulasi dan kebanyakan akan mengira bahwa mereka sedang haid padahal tidak.

Jika anda melakukan hubungan seks saat haid menggunakan kondom dan anda merasa khawatir anda akan hamil, coba cek apakah ada gejala seperti kram perut ringan, bercak darah, nyeri payudara dan perubahan mood. Gejala-gejala ini dapat terjadi sekitar dua minggu setelah ovulasi. Gejala kehamilan lain yang harus diwaspadai saat usia kehamilan mencapai usia enam atau tujuh minggu adalah mual, muntah dan kelelahan parah.

Beberapa efek samping berhubungan seks saat menstruasi tersebut sangat membahayakan kesehatan kaum wanita. Karena itu sebaiknya kaum pria memahami hal ini dan sebisa mungkin menghindari hubungan intim ketika menstruasi. Cobalah mengalihkan pikiran dan keinginan untuk berhubungan seksual dengan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hobi atau bisa juga dengan berolahraga.

Tips Dalam Variasi Bercinta

Buat anda yang ingin mencoba melakukan hubungan seks saat menstruasi, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini, misalnya:

  • Jangan melakukannya ketika darah haid sedang mengalir dengan derasnya seperti hari pertama atau kedua, demi menjaga kebersihan tempat tidur anda dari darah. Untuk menghindari noda darah, anda dapat menaruh alas seperti handuk. Jangan khawatir pula jika melihat gumpalan darah berawarna merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks, karena hal itu adalah normal.
  • Anda bisa mencoba untuk menggunakan kondom wanita yang dapat membantu mengurangi jumlah darah yang mungkin keluar saat berhubungan seks. Selain itu, anda juga dapat mencoba posisi misionaris yang berguna untuk membatasi aliran darah yang keluar.
  • Bercinta di bawah pancuran kamar mandi juga bisa menjadi pilihan. Namun, hal ini tetap memiliki risiko, seperti darah akan tercecer di tubuh anda dan juga pasangan. Ketika anda melakukan seks saat menstruasi, pastikan pasangan anda tidak merasa jijik dengan darah tersebut, agar aktivitas bercinta tidak terganggu.

Tapi sekali lagi perlu diingat, berhubungan seksual saat menstruasi bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama jika tidak dilakukan secara aman. Bagi anda yang ingin menyalurkan hasrat, namun tidak ingin melakukan hubungan seksual yang melibatkan penetrasi, ada alternatif lain yang bisa anda coba, seperti:

  • Pijatan sensual. Anda tidak perlu mahir memijat seperti tukang pijat pada umumnya. Pijatan di sini lebih ditujukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan anda yang sensitif, terutama bagian paha dan bokong. Anda juga bisa merangsang pasangan anda dengan menyentuh bagian putingnya yang juga sensitif.
  • Mandi bersama juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya. Sensasi yang diberikan saat mandi bersama pasangan akan mampu memelihara dan membangkitkan gairah seks yang ada. Mandi bersama dapat memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada pasangan untuk merekatkan keintiman dan menjadi pilihan ketika anda tengah menstruasi. Namun pastikan pasangan anda tidak merasa jijik saat melihat darah menstruasi anda.

Waktu Yang Tepat Untuk Berhubungan Intim

Siklus menstruasi umumnya selama tujuh hari. Selama masa itu sebaiknya pasangan suami istri menahan diri untuk tidak berhubungan intim dulu, sebelum wanita benar-benar bersih. Lalu kapan sebetulnya waktu ideal berhubungan intim usai menstruasi? Setelah siklus haid selesai, biasanya sisa-sisa darah haid masih keluar sedikit atau biasa disebut flek. Berhubungan intim jangan dilakukan saat darah menstruasi wanita sedang mengalir deras. Setelah bersih, maka pasutri bisa kembali bercinta.

“Kita harapkan pasangan ini berhubungan bersihlah. Memang kadang-kadang setelah mens masih masih ada flek-flek. Yang paling berbahaya kan saat hubungan dalam masa menstruasi, saat darah masih sedang banyak-banyaknya,” ungkap Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sentra Medika, Cisalak, Cimanggis, dr. Rudy Irwansyah, Sp.OG.

Jika ingin cepat hamil, Rudy menjelaskan waktu ideal atau masa subur wanita adalah seminggu setelah haid dan seminggu sebelum haid. “Tergantung apa mau hamil atau tidak, harus kita lihat masa suburnya, kalau haidnya teratur seminggu sebelum dan seminggu setelah haid,” jelas Rudy.

Rudy memahami tingkat libido seseorang terkadang sering muncul pada waktu yang tak diduga. Ada pula cerita banyak orang saat menstruasi justru hubungan intim lebih bergairah. “Suami terkadang tidak tahan untuk menunggu hingga istri betul-betul bersih. Lagi pula saat darah sedang banyak, kasurnya berdarah, bagi sebagian orang mungkin menjijikan, “ kata Rudy.

Rudy memberi saran karena masalah ini juga menyangkut keharmonisan rumah tangga. Dia berharap suami harus memahami tentang dampak yang akan ditimbulkan jika tetap melakukan hubungan intim saat istri sedang haid. Istri juga harus dapat menjelaskan suaminya.

Rudy meminta agar para suami mengalihkan perhatiannya untuk menghindari libido yang muncul tiba-tiba. “Kalau pasangan sudah mengerti, suami akan mengalihkan perhatian saat libido muncul. Misalnya untuk menghindari paling olahragaa atau aktivitas lain atau mungkin melakukan teknik pijat. Sambil menunggu siklus haid selesai,” tandasnya

Seks merupakan hal penting dalam urusan rumah tangga. Namun jangan menjadikannya sebagai beban. Jika Anda merasa tidak nyaman melakukan seks saat menstruasi, katakan kepada pasangan anda. Membina hubungan suami istri tidak melulu berkaitan dengan urusan ranjang. Banyak hal lain yang bisa anda dan pasangan lakukan untuk menciptakan suasana romantis. Pada lain sisi, jika anda dan pasangan merasa nyaman melakukannya, maka lakukanlah hubungan seksual saat menstruasi dengan penuh cinta kasih.