Kisah Tragis Pelakon The God Must Be Crazy

Masih ingat dengan seorang pria berkulit hitam dan berambut keriting yang satu ini? Ya, sosok pria satu ini merupakan aktor dalam film fenomenal The Gods Must Be Crazy. Nah, jika anda hidup di zaman 80an atau 90an, anda pasti kenal wajah Nixau (N!xau), pelakon film “The God Must be Crazy” tersebut. Sehingga kini, generasi muda masih boleh menonton film lakonannya dan mungkin sahaja syarikat televisyen masih memainkan film komedi yang boleh dikatakan ‘evergreen’ ini.

Nixau Toma adalah pria kelahiran Tsumkwe, Namibia pada tanggal 16 Desember 1944, seorang petani bush dan aktor Namibia ini terkenal karena perannya dalam film The Gods Must Be Crazy tahun 1980 dan sekuel-sekuelnya. Dalam film tersebut, ia memerankan Bushmen Kalahari Xixo. The Namibian menjulukinya sebagai “aktor paling terkenal di Namibia”.

Film yang diterbitkan pada tahun 1980 ini sangat terkenal sehingga seluruh dunia pernah menontonnya. Menurut sumber, film yang terkenal di seluruh dunia ini berjaya mengutip sebanyak USD $100 juta. Oleh kerana keberjayaannya, wujud sekuel luar negaranya yang bertajuk, “The God Must be Funny in China” pada tahun 1994.

Setiap adegan yang dibintanginya dalam film tersebut mampu membuat penonton tertawa dan terheran–heran. Misalnya saja seperti adegan botol minuman bersoda yang tiba–tiba terjatuh dari atas pesawat. Masyarakat tradisional Afrika yang mendapatkannya pun menjadi keheranan karena ada sebuah benda yang terjatuh dari langit.

Biografi Nixau Toma

N!xau adalah anggota suku San yang umumnya disebut Bushmen. Ia fasih berbahasa Juʼhoan, Otjiherero dan Tswana serta sedikit bahasa Afrikaans. Ia tidak tahu pasti usianya. Sebelum bermain film, ia punya sedikit pengalaman melihat kehidupan “modern”, salah satunya adalah melihat tiga orang berkulit putih sebelum mengikuti audisi. Ia tidak tahu nilai uang kertas sehingga menurut cerita yang beredar gaji pertamanya dari The Gods Must Be Crazy dibiarkan saja tertiup angin.

N!xau hanya dibayar beberapa ratus dolar setelah bermain di The Gods Must Be Crazy. Tetapi pada sekuel pertamanya, ia diajarkan tentang kegunaan dan nilai uang di dunia modern dan sempat menegosiasikan gaji yang lebih besar. Meski begitu, ia sejatinya berasal dari budaya yang tidak menilai barang-barang yang dapat dibeli uang sehingga ia tidak pernah mempelajari cara mengelola pendapatan. Tetap saja ia memanfaatkan sebagian gajinya untuk membangun rumah bata lengkap dengan air dan listrik untuk keluarganya.

Selain The Gods Must Be Crazy, N!xau membintangi beberapa sekuelnya, yaitu The Gods Must Be Crazy II, Crazy Safari, Crazy Hong Kong dan The Gods Must Be Funny in China. Setelah karier filmnya berakhir, ia pulang ke Namibia dan menanam maizena, labu dan kacang-kacangan. Ia juga beternak tetapi jumlahnya tidak melebihi 20 ekor. Menurut The Independent, tanpa sistem pertanian “dunia modern” yang kompleks, ia kesulitan mengawasi ternak-ternaknya. Harian lokal New Era menyatakan bahwa ia memang tidak bisa berhitung lebih dari angka 20. Nǃxau beralih ke agama Kristen. Pada bulan Juli 2000, ia dibaptis sebagai anggota Adventis Hari Ketujuh.

Kisah Hidupnya Tak Seriang Aktingnya di Film

Film yang dibuat pertama kali pada tahun 1980 ini sukses menyedot perhatian publik. Sekuel-sekuelnya pun juga laris manis. Sebut saja The Gods Must Be Crazy II, Crazy Safari Hongkong dan The Gods Must Be Funny in China.

Film ini sendiri menceritakan kehidupan Kalahari San yang bernama Xixo yang diperankan oleh N!xau Toma. Hal yang paling menyedihkan adalah karena N!xau hanya mendapatkan bayaran sebanyak 300 dolar atau sekitar Rp 4 juta untuk perannya tersebut. Padahal film tersebut telah menembus box office dengan penghasilan 66 miliar. Jika kita berpikir bahwa kehidupan seorang aktor dari sebuah film itu bahagia dan berlimpah harta, pendapat itu salah besar. N!xau sama sekali tidak mendapatkannya.

Sedikitnya penghasilan yang diterimanya membuatnya bernegosiasi dengan pihak perfilman. Meskipun ia memerankan sesosok pria tradisional Afrika yang lugu dan riang, namun jalan hidupnya tak segembira peran yang dimainkannya. Akhirnya pria ini memutuskan untuk berhenti dari dunia hiburan setelah membintangi Sekai Ururun Taizaiki pada tahun 1996. N!xau kemudian kembali lagi ke kehidupannya semula yaitu bertani dengan menanam labu, jagung, kacang-kacangan dan mengurus beberapa hewan ternak yaitu sapi.

N!xau sendiri memiliki seorang istri dan tiga orang anak yang hidup bersamanya. Dari hasil bermain film, N!xau berhasil membangun sebuah rumah dengan pompa. N!xau juga menjadi tulang punggung keluarga seperti adat tradisional masyarakat Afrika. Begitupula dengan beban mencari nafkah yang harus ditanggungnya.

Untuk bertahan hidup, N!xau juga mencari kayu bakar di hutan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan bertahan hidup. Namun nahas, saat sedang mencari kayu bakar di hutan, pada Juli 2003 ia ditemukan tewas di dekat rumahnya saat sedang mencari kayu. Berdasarkan riset yang dilakukan N!xau tewas karena faktor alamiah. Ia kemudian dmakamkan pada 12 Juli 2003 di dekat makam istrinya. Meski telah tiada, karya–karya N!xau dan keriangannya akan selalu diingat dihati para penggemarnya.

Nah, itulah kisah tragis kehidupan N!xau yang akhirnya merenggut nyawanya. Dari cerita di atas kita mendapatkan kesimpulan bahwa seharusnya bayarlah kerja keras seseorang sesuai dengan apa yang dilakukannya. Karena sesungguhnya mengambil hak orang lain itu adalah perbuatan yang tidak baik.